SELAMAT UNTUK GARUDA JAYA U-19 YANG MEMBUNGKAM KORSEL 3-2 DALAM LAGA AFC CUP GRUP G

Senin, 22 April 2013

Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se Jatim Dimulai Hari ini


Sumenep, Lintas Madura (22/04/2013)- Pekan Kelompok Informasi Masyarakat  (KIM) se Jawa Timur dibuka hari ini oleh Gubernur Jawa Timur di Graha Adipodaya- Sumenep. Sejak siang sampai jelang magrib tadi nampak mobil-mobil plat merah memenuhi area parkir gedung graha Adipoday di Jalan Trunojoyo Sumenep. Dalam pekan KIM tahun ini dijadwalkan ada beberapa acara seperti pameran produk unggulan, final LCCK, Sarasehan dan workshop KIM serta lomba BLOG.

Kegiatan ini diyakini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menangkap dan mengelola informasi di era teknologi informasi ini. Selain itu diyakini akan dipadati pengunjung untuk melihat kegiatan ini dikarenakan ada banyak kegiatan, seperti lomba-lomba dan pameran produk unggulan.

Jadwal KIM Jatim di Sumenep dideskripsikan berikut (sumber kominfo jatim)

JADWAL PEKAN KIM JAWA TIMUR VII TAHUN 2013
SUMENEP, 23 – 27 APRIL 2013
No.
Kegiatan

Hari/Tanggal
Pukul
Lokasi
1.
Pembukaan
Selasa, 23 April 2013
09.00
Graha Adi Poday
2.
Pameran Produk Unggulan
Selasa – Sabtu
23 – 27April 2013
09.00– 21. 00
Graha Adi Poday
3.
Grand Final LCCK
Selasa, 23 April 2013
07.00 – 09.00
Graha Adi Poday
4.
Demo Pelayanan Informasi dan Konsultasi TIK
Selasa, 23 April 2013
11.00
Graha Adi Poday
5.
Sarasehan KIM
Selasa, 23 April 2013
13.00 – 15.00
Hotel Utami Sumenep
6.
Workshop TIK untuk Anggota KIM
Rabu, 24 April 2013
09.00 – 15.00
Hotel Utami Sumenep
7.
Workshop TIK untuk Masyarakat Umum
Kamis, 25 April 2013
09.00 – 12. 00
Hotel Utami Sumenep
8.
Festival Pertura
Selasa – Jumat
23 –  26 April 2013
19.00–22.00
Graha Adi Poday
9.
Lomba Blog
1 – 25 April 2013
09.00–21.00
Graha Adi Poday
10.
Penutupan
Sabtu, 27 April 2013
19.00
Graha Adi Poday

Usai Dilantik Jadi Bupati, ASRI Penuhi Nazar, Minum Kopi di Warkop




Pamekasan, Lintas Madura (22/04/2013)- Usai dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan yang baru periode 2013-2018 Pasangan Ahmad Syafii dan Wabupnya Kholil Asyari langsung memenuhi nazarnya dahulu yakni kalau ia terpilih lagi jadi Bupati akan minum kopi di warung kopi dekat Kantor DPRD Pamekasan. Nazar itu telah direalisasikan tadi siang, ketika pasangan ASRI ini selesai dilantik oleh Gubernur Jawa Timur.  

Ahmad Syafii dan Kholil Asyari langsung keluar dari area pelantikan dengan berjalan kaki menuju warung kopi di dekat kantor DPRD Pamekasan dengan diikuti pendukungnya. Kejadian yang unik dan langka ini mengundang perhatian masyarakat kota Pamekasan. Sampai di warung kopi, pasangan Bupati dan Wakil Bupati ini disambut pembacaan salawat  yang diiringi kesenian khas Madura, dari grup Hadrah perempuan .

Yang unik, warung kopi dekat DPRD Pamekasan ini memang diketahui tiap harinya sebagai tempat mangkal orang-orang penting di pamekasan mulai dari para wartawan yang sedang cari berita, politisi, dan LSM. Untuk itu masyarakat tetap mengharapkan Bupati terpilih tidak melupakan warung kopi ini dan tetap low profile bagi siapapun

Seperti diketahui pasangan Asri (Ahmad Syafii dan Kholil Asyari) terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan melalui proses pilkada yang cukup panjang. Mulai dari ASRI yang dicoret oleh KPUD Pamekasan, namun akhirnya memenangkan gugatan dan memaksa anggota KPUD Pamekasan diberhentikan. Akhirnya pada 9 Januari 2013 lalu, ASRI mengungguli dua pasangan kandidat lainnya dengan memperoleh suara 250.336 suara (54,51 persen). Sementara pasangan nomor Al Anwari-Holil (AHOK) memperoleh 6,905 suara (1,49 persen), KH Khalilurrahman-Moh Masduki (KOMPAK) mendapat 205.902 suara (44,45 persen). (mam/lm)

Minggu, 21 April 2013

Kembali P-Madura United Hanya Bermain Imbang di Kandang


Bangkalan, Lintas Madura (21/04/2013)--Pasukan sape kerap hampir menelan pil pahit, kalah di kandang sendiri melawan tamunya Persita Tangerang, malam ini di Stadion Gelora Bangkalan sampai akhirnya hanya mampu bermain seri 1-1. Bermain penuh optimisme yang bergelora di kubu P-MU tentu tidak semulus yang dikira. P-MU justru kebobolan terlebih dahulu setelah permainan berjalan 18 menit. Sebuah serangan dari sayap kiri Persita berhasil menerobos pertahanan Fahrudin, namun tendangan striker Persita masih membentur mistar gawang, tapi pantulan bola itulah yang justru jadi malapetaka buat tuan rumah P-MU, karena mengenai betis Firly, stopper P-MU dan bola menggelinding masuk ke gawang.

Tertinggal satu gol P-MU terus mengurung pertahanan Persita namun gagal total. Sesekali Persita juga mendapat peluang melalui serangan balik yang cepat. Upaya P-MU sebagai tuan rumah untuk cepat-cepat membalas gol dan menyamakan kedudukan, tidak bisa dilakukan sampai berakhir babak pertama.

Babak Kedua Bermain Setengah Lapangan
Memasuki babak ke 2, Persepam mengganti Zainal Arif dan memasukkan Rudy Rega,setelah sebelumnya memasukkan Issac Jober. Di Babak ke 2 ini praktis pertandingan dikuasai tuan rumah Persepam Madura. Serangan-serangan dari sayap kiri dan kanan silih berganti melalui soloran playmaker Ali Kadhafi, namun pertahanan berlapis Persita tidak mampu ditembus. Penampilan penjaga gawang muda Persita juga cemerlang selalu menangkap bola dengan tepat.

Penjaga gawang P-MU A. Kevlan di babak kedua hampir jarang menyentuh bola, karena praktis pertandingan berjalan separuh lapangan. Serangan-serangan bertubi-tubi memborbardir pertahanan Persita namun selalu berhasil dipatahkan. Tercatat tiga kali mendapat peluang umpan dari tendangan sudut namun selalu gagal.

Busari Selamatkan Muka Madura
Coach Daniel Rukito pada menit 80' akhirnya memasukkan satu striker lagi, yakni  Sudirman menggantikan Deny Rumba ditandemkan dengan Saha, Rudy Rega, dan Isac. Serangan-serangan P-MU selalu patah di kotak pinalty Persita. P-MU benar-benar berada situasi kurang menguntungkan.

Satu sepak pojok dari sisi kiri Persita mampu jadi kemelut di kotak pinalty, namun lagi-lagi tendangan busari ditepis penjaga gawang Persita. Setelah mendapat kesempatan sepak pojok berikutnya pada menit ke 86' kembali terjadi kemelut di kotak pinalti, bola di depan Busari. Pemain asal Sleman ini langsung melakukan sepakan dan gol untuk P-MU, Stadion Gelora Bangkalan yang sebelumnya terdiam, bergemuruh lagi dengan yel-yel dan letusan kembang api.

Tuan rumah P-MU terus berambisi menekan Persita untuk kembali membuat gol kemenangan namun gagal. Sampai peluit dibunyikan wasit skor 1-1. Hasil ini buat tuan rumah tentu merugikan, dan tetap berada di papan tengah klasemen dengan poin 20 dari 16 kali main. Sementara bagi Persita tetap tidak beranjak di posisi 14 klasemen ISL putaran pertama. (mam/lm)

Persepam Madura United Optimis Menang Lawan Persita

Laskar Sape Kerap PMU-sumber foto : webaremania

Persepam Madura United optimis bisa memetik kemenangan pebuh lawan Persita Tangerang dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL), di Stadion Gelora Bangkalan, malam nanti. Hal ini untuk mengembalikan kepercayaan para karena dalam 4 pertandingan terakhir PMU hanya mampu merebut 2 poin dari  kali imbang, yakni melawan PBR dan tuan rumah Gresik United. Sedangkan 2 laga lainnya kalah, yakni ketika menjamu Sriwijaya 0-2 dan menantang Arema di Kanjuruhan 2-0."sebagai tuan rumah, kami harus menang," tegas coach PMU Daniel Rukito.

Pihaknya tentu telah menyiapkan strategi khusus lawan Persita, apalagi PMU dipastikan tak diperkuat gelandang asal Belanda, Kristian Adelmund karena terkena larangan tampil akibat akumulasi kartu kuning. Sebagai pengganti ia menyiapkan pemain lokal Madura Rudi Rega dan pemain lainnya seperti Khoirul Mashuda.

Laga nanti malam yang rencananya akan live di ANTV pukul 19.00 wib tersebut, tentu didambakan bagi masyarakat Madura berakhir dengan kemenangan bagi tuan rumah untuk mengangkat dan minimal mempertahankan posisi di papan tengah. Saat ini PMU dalam klasemen berada di peringkat 10 dengan torehan 19 poin dari 15 kali tanding. (mam/lm)

Sabtu, 20 April 2013

Kasus Anggota DPRD Sampang Membuktikan Buruknya Kaderisasi Parpol




Lintas Madura (20/04/2013)- Terungkapnya  kasus dugaan pencabulan yang melibatkan M Hasan Achmad, anggota DPRD Kabupaten Sampang, yang kini ditangani Polrestabes Surabaya tidak hanya mencoreng kembali lembaga legislatif atas perilaku amoral anggota dewan di negeri ini. M Hasan Achmad atau Ihsan dituduh melakukan tindakan pelecehan sampai penyetubuhan terhadap beberapa perempuan di bawah umur.
Sebelum melakukan aksinya, Hasan atau Ichsan yang merupakan kader PPP Sampang tersebut mengucapkan ijab Kabul (nikah siri) di dalam mobil dipimpin oleh seorang ustaz yang khusus diminta Hasan. Hal itu dilakukan menurut pengakuan tersangka di beberapa media agar tidak menimbukan dosa. Saat ini polisi sedang memburu penghulu yang membantu pelaku sebelum menyetubuhi korban.  

PPP Jatim pecat Hasan
Begitu mendengar kabar penangkapan Hasan ini, DPW PPP Jatim langsung mengeluarkan surat keputusan pemecatan pada pelaku. Hal ini dilakukan karena pelaku, yakni Hasan alias Ichsan dianggap telah mencoreng nama baik partai dengan kelakuannya yang amoral.

Buruknya Kaderisasi Parpol
Kasus yang melanda kader PPP ini hanya bagian dari beberapa kasus yang muncul melibatkan anggota dewan yang terhormat. Mulai dari kasus korupsi, penipuan, sampai pornografi dan pornoaksi. Kasus-kasus amoral yang melibatkan anggota dewan mulai dari DPR, DPRD sampai DPRD Kabupaten Kota menandakan system pengkaderan di parpol tidak jalan. Parpol lebih memprioritaskan kalangan orang berduit dan orang yang punya basis massa riel untuk menopang keberlanjutan parpol ketimbang kader mereka sendiri yang loyal.
Sistem rekrutmen parpol juga salah kaprah, karena hanya untuk kepentingan pragmatis oriented. Menurut aktivis lembaga masyarakat Madura Society Development, Hayaturrahman cara-cara parpol merekrut anggota dan menetapkan calon legislatif sangat kental berbau kapitalistik dan terkesan meninggalkan kader yang telah lama loyal. “ artinya kader parpol yang loyal dan lama berjuang bisa kalah dengan sekejap dengan kekuatan uang dan tokoh yang hanya mencari sensasi status quo” tegasnya.
Ironisnya menurut  Hayaturrahman, yang juga mantan aktivis PMII Sumenep ini calon yang jadi dari kalangan yang tidak jelas tadi justru sering membuat ulah, mulai dari korupsi dan tindakan memalukan parpol yang ia pijaki. “ Ya itulah, mereka kan hanya jadikan parpol batu loncatan, selain memang siap meloncat pada parpol lain yang menjanjikan, ia juga kadang suka bermasalah”, imbuhnya.
“Sudah saatnya parpol kembali pada khittah, yakni memosisikan peran parpol pada rel semestinya, sebagai wadah pengkaderan estafet kepemimpinan bangsa, bukan justru malah menjadi sumber masalah bangsa dan Negara”, selorohnya. (mam/lm)

UN 2013 : Harus Ada Konsensus Nasional Membatalkan Hasil UN?


Anggota Komisi X DPR RI Dedi Suwandi Gumelar  mengusulkan sebuah konsensus nasional agar penilaian Ujian Nasional (UN) kali ini dibatalkan. Alasannya, banyak terjadi permasalahan di lapangan yang membuat hasil akhirnya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini harus jadi konsensus nasional. Dalam rapat kerja saya akan sampaikan, rasa­nya pantas hasil UN ini diba­talkan seluruhnya. Tidak adil, karena ada yang dapat foto copy, ada yang nyusul. Apalagi banyak laporan kebo­coran. Jadi anak-anak dinilai sekolah saja,” tegasnya dalam acara dialog di Jakarta, Jumat (19/4).

Apalagi, tambah Dedi, putusan pengadilan pada tahun 2007 memutuskan agar UN tidak dilaksanakan sam­pai pemerintah dapat mening­katkan kualitas guru, peme­nuhan sarana dan prasarana serta akses informasi yang lengkap di seluruh Indonesia.
“Putusan ini dikukuhkan Mahkamah Agung yang meno­lak kasasi pemerintah,” lanjut anggota FPDIP yang akrab dipanggil Miing ini.
Ia mengingatkan, amanat UU No 20/2003 tentang Sis­tem Pendidikan Nasional juga memperkuat hal ini bahwa kelulusan peserta didik diten­tukan oleh satuan pendidikan yaitu guru dan kepala sekolah. Baginya kasus semrawutnya pelaksanaan UN tahun ini harus menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk melak­sanakan amar putusan MA dan kembali ke UU.
“Pemerintah tidak bisa sekedar minta maaf. Pak Nuh sebagai menteri memang ha­rus bertanggung jawab. Tetapi sebagai bentuk tang­gung jawab moral, rasa malu, mundur adalah cara yang paling baik,” tegas Dedi Gume­lar yang akrab disapa Miing itu.
Sementara itu anggota Komisi X Jefirstson R Riwu Kore  menilai  penyelengga­raan UN tahun ini sangat buruk. Ia berharap Menteri Pendi­dikan dan Kebudayaan M. Nuh harus bertanggungjawab atas terjadinya berbagai persoalan terkait penye­leng­garaan UN tahun ini.
“Akibat penyelenggaraan UN yang kacau,negara menga­lami kerugian yang cukup besar. Kerugian tersebut bukan hanya kerugian mate­ril, tetapi juga kerugian psikologi anak yang tidak bisa dibayar dengan apapun,” tegasnya.
Dia mengharapkan kasus UN tahun ini tidak terulang di tahun-tahun mendatang. “Kejadian seperti ini tidak bisa dibayangkan, karena mereka sudah siap melakukan UN, namun UN malah ditun­da dengan waktu yang tidak jelas. Tentu mereka sangat kecewa,” katanya.
Dia meminta  Mendikbud, agar ada pertanggung­ja­wab­kan yang jelas kepada publik. “Menteri tidak cukup hanya minta maaf karena program UN adalah program tahunan yang sudah rutin setiap ta­hunnya. Maka tidak ada alasan hal ini terjadi karena percetakan yang disalahkan. Mestinya semua ini sudah dipersiapkan agar UN lebih baik dari tahun yang lalu. Tetapi kenyataannya malah lebih jelek dari tahun kema­rin,” tegasnya.
Ia meminta Presiden SBY secepatnya memanggil Men­dik­bud agar bisa mendapatkan informasi yang jelas tentang permasalahan yang terjadi. “Komisi X DPR juga akan secepatnya memanggil Men­teri untuk menjelaskan semua kejadian yang mencoreng dunia pendidikan ini.  Kalau Men­dikbud tidak dipanggil ke Komisi X DPR, seolah-olah membiarkan semua kejadian tersebut dan seolah-olah lepas tangan. Dunia pendidikan akan hancur jika hal seperti ini dibiarkan. Padahal kita tidak menginginkan pendi­dikan anak-anak kita jatuh,” ujarnya. (from redaksi e-news)

Jumat, 19 April 2013

Sempat Berpolemik : Pergunu Sumenep Terbentuk



Lintas Madura (19/04/2013)- Setelah sempat vakum karena polemik terkait dualisme kepungurusan, akhirnya melalui fasilitasi PCNU Sumenep untuk kedua kalinya, kepengurusan cabang Pergunu Sumenep terbentuk melalui agenda pertemuan perumusan kembali (restrukturisasi) organisasi, beberapa hari lalu . Hal ini dilakukan setelah kepengurusan lama yang dibentuk PCNU beberapa waktu lalu, tidak bergerak dikarenakan dualisme organisasi, yakni salah seorang tokoh NU Sumenep mengklaim telah membentuk kepengurusan dan telah diserahkan pada PBNU meskipun belum mendapat  SK Kepengurusan.

Penyempurnaan kepengurusan Pergunu kali kedua ini dihadiri Ketua Tanfiziyah PCNU, KH Panji Taufik dan jajaran pengurus harian PCNU Sumenep, pengurus Banom lainnya serta sejumlah pengurus lama (pembentukan fase pertama) ditambah guru-guru PNS dan Swasta yang berhaluan NU.

Pada pertemuan tersebut akkhirnya secara aklamasi memilih Abdul Hadi,S.Pdi;M.Pd, seorang guru swasta di Batuputih sebagai Ketua Umum dan beberapa pengurus harian lainnya. Dalam kiprahnya sebagai kader NU Dul Hadi tidak diragukan lagi, karena ia selain sebagai alumni santri Annuqoyah, juga pernah menakhodai organisasi kemahasiswaan ekstra kampus berhaluan NU, yakni ketua PMII Sumenep tahun 2002 lalu.

Pergunu yang merupakan tempat berhimpun dan  memberdayakan diri para guru Nahdatul Ulama (NU) diharapkan dapat membawa anggotanya dan kadernya berdaya dan memberdayakan. (mam/lm)