SELAMAT UNTUK GARUDA JAYA U-19 YANG MEMBUNGKAM KORSEL 3-2 DALAM LAGA AFC CUP GRUP G
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2013

Mudik Gratis Ke Kepulauan Sumenep Dimulai Hari Ini

 Para penumpang yang akan mudik di pelabuhan Batu Guluk Kangean

Lintas Madura, 02/08/2013- Pemberangkatan kapal mudik-balik gratis masa angkutan Lebaran 2013, akan dimulai pada 3 Agustus.“Itu sesuai hasil rapat koordinasi di Dinas Perhubungan (Dishub) dan LLAJ Provinsi Jawa Timur. Jadwal pemberangkatan kapal mudik-balik gratis itu pada 2-13 Agustus 2013,” ujar Kepala Bidang Perhubungan Laut dan Udara Dishub Sumenep M Choyroni Argoto di Sumenep

Pimpinan Dishub Sumenep, kata dia, termasuk pihak yang diundang dalam rapat koordinasi itu, karena jalur pelayanan kapal mudik-balik gratis tersebut ke sejumlah kepulauan di Sumenep.
“Ada tiga kapal yang disediakan Pemprov Jatim untuk program kapal mudik-balik gratis dan nantinya melayani jalur Surabaya-Masalembu, Kalianget-Kangean, dan Banyuwangi-Sapeken,” ucapnya.

Ia mengatakan, warga yang ingin menjadi peserta program kapal mudik-balik gratis itu sudah bisa mendaftarkan diri ke kantor syabandar setempat.“Untuk di Sumenep, pendaftaran bisa langsung ke Kantor Syahbandar Kalianget. Peserta program kapal mudik-balik gratis ini diutamakan kepada warga kurang mampu,” paparnya.
 
Ia juga mengemukakan, daya angkut tiga kapal yang akan melayani program kapal mudik-balik gratis tersebut, masing-masing 150 penumpang.“Kami berharap warga yang ingin memanfaatkan program kapal mudik-balik gratis ini bersikap bijaksana dan tidak memaksakan diri. Kalau jumlah penumpang kapalnya sudah memenuhi daya angkut maksimal, sebaiknya ikut kapal pada jadwal pemberangkatan berikutnya,” katanya.
 
Jadwal pemberangkatan kapal mudik-balik gratis yang melayani jalur Surabaya-Masalembu adalah 2 Agustus, 6 Agustus, 9 Agustus, dan 11 Agustus, dan Masalembu-Surabaya pada 3 Agustus, 7 Agustus, 10 Agustus, dan 12 Agustus.

Kapal mudik-balik gratis yang melayani jalur Banyuwangi-Sapeken adalah 3 Agustus, 5 Agustus, 7 Agustus, 10 Agustus, dan 12 Agustus, dan Sapeken-Banyuwangi pada 4 Agustus, 6 Agustus, 9 Agustus, 11 Agustus, dan 13 Agustus.
 
Sementara jadwal pemberangkatan kapal mudik-balik gratis yang melayani jalur Kalianget-Kangean adalah 3 Agustus, 5 Agustus, 7 Agustus, 10 Agustus, dan 12 Agustus, dan Kangean-Kalianget pada 4 Agustus, 6 Agustus, 9 Agustus, 11 Agustus, dan 13 Agustus.
INFO MUDIK BALIK GRATIS TRANSPORTASI LAUT KAB SUMENEP 2013

KALIANGET - KANGEAN
ASAL TUJUAN BERANGKAT TIBA
KALIANGET KANGIAN 03/08/2013 10:00 WIB 03/08/2013 22:00 WIB
KANGIAN KALIANGET 04/08/2013 10:00 WIB 04/08/2013 22:00 WIB
KALIANGET KANGIAN 05/08/2013 10:00 WIB 05/08/2013 22:00 WIB
KANGIAN KALIANGET 06/08/2013 10:00 WIB 06/08/2013 22:00 WIB
KALIANGET KANGIAN 07/08/2013 10:00 WIB 07/08/2013 22:00 WIB
KANGIAN KALIANGET 09/09/2013 10:00 WIB 09/09/2013 22:00 WIB
KALIANGET KANGIAN 10/09/2013 10:00 WIB 10/09/2013 22:00 WIB
KANGIAN KALIANGET 11/09/2013 10:00 WIB 11/09/2013 22:00 WIB
KALIANGET KANGIAN 12/09/2013 10:00 WIB 12/09/2013 22:00 WIB
KANGIAN KALIANGET 13/09/2013 10:00 WIB 13/09/2013 22:00 WIB

SURABAYA - MASALEMBU
ASAL TUJUAN BERANGKAT TIBA
SURABAYA MASALEMBU 02/08/2013 10:00 WIB 03/08/2013 05:00 WIB
MASALEMBU SURABAYA 03/08/2013 10:00 WIB 04/08/2013 05:00 WIB
SURABAYA MASALEMBU 06/08/2013 10:00 WIB 07/08/2013 05:00 WIB
MASALEMBU SURABAYA 07/08/2013 10:00 WIB 08/08/2013 05:00 WIB
SURABAYA MASALEMBU 09/08/2013 10:00 WIB 10/08/2013 05:00 WIB
MASALEMBU SURABAYA 10/08/2013 10:00 WIB 11/08/2013 05:00 WIB
SURABAYA MASALEMBU 11/08/2013 10:00 WIB 12/08/2013 05:00 WIB
MASALEMBU SURABAYA 12/08/2013 10:00 WIB 13/08/2013 05:00 WIB

BANYUWANGI - SAPEKEN
ASAL TUJUAN BERANGKAT TIBA
BANYUWANGI SAPEKEN 03/08/2013 10:00 WIB 04/08/2013 01:00 WIB
SAPEKEN BANYUWANGI 04/08/2013 09:00 WIB 05/08/2013 00:00 WIB
BANYUWANGI SAPEKEN 05/08/2013 09:00 WIB 06/08/2013 00:00 WIB
SAPEKEN BANYUWANGI 06/08/2013 09:00 WIB 07/08/2013 00:00 WIB
BANYUWANGI SAPEKEN 07/08/2013 09:00 WIB 08/08/2013 00:00 WIB
SAPEKEN BANYUWANGI 09/08/2013 09:00 WIB 10/08/2013 00:00 WIB
BANYUWANGI SAPEKEN 10/08/2013 09:00 WIB 11/08/2013 00:00 WIB
SAPEKEN BANYUWANGI 11/08/2013 09:00 WIB 12/08/2013 00:00 WIB
BANYUWANGI SAPEKEN 12/08/2013 09:00 WIB 13/08/2013 00:00 WIB
SAPEKEN BANYUWANGI 13/08/2013 09:00 WIB 14/08/2013 00:00 WIB
(dari beberapa media)

Selasa, 23 Juli 2013

Akibat Ombak Besar, Sejumlah Pagan Nelayan Rusak


Pamekasan, Lintas Madura - Akibat angin kencang hari ini, menimbulkan ombak besar mengamuk dan menghancurkan sejumlah pagan di Pesisir Pantai Talang Siring, Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan.

Hempasan besarnya ombak hingga membuat air laut hingga ke Jalan raya, dan mengenai pengendara jalan yang melintas di pesisir pantai tersebut. Selain itu sejumlah perahu yang diparkir di sekitar pantai tersebut juga ikut terombang-ambing.

Salah satu warga sekitar Yuhyi mengatakan, ombak yang melanda wilayah pesisir Talang Siring tersebut memang sangat besar, bahkan sampai mengenai pengendara jalan dari dan menuju Kabupaten Sumenep yang melintas di pesisir pantai itu.“Pagan-pagan juga banyak yang rusak, saya hawatir omabkany semakin besar dan mengenai perumahan warga mas,” tuturnya kepada mediamadura.com.

Sementara itu salah satu pengendara yang melintas di pesisir pantai tersebut Baihaqi menuturkan, besarnya ombak yang terjadi itu, membuat dirinya takut untuk melintas, sebab selain airnya menerpa jalan raya, juga dibarengi dengan bunyi yang sangat keras.“Cuma saya memberanikan diri, ini saya basah semua mas, ombaknya sangat keras, takutnya pagan-pagan yang hancur itu juga ikut terhempas ke jalan raya, dan mengenai saya,” akunya.(from mediamadura.com)

Sabtu, 13 Juli 2013

Gelar Pengajian Ramadan, Pemkab Minta Pelayanan Publik Ditingkatkan


Sumenep, Lintas Madura (12/07/2013)-Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Wakil Bupati, Ir. H. Sungkono Sidik meminta kalangan PNS untuk tetap dalam khidmatnya melayani masyarakat meskipun bulan puasa. Justru menurut mantan Kepala Bappeda ini, peningkatan pelayanan publik di bulan Ramadan akan menunjukkan bahwa PNS punya komitmen ketuhanan dan kemanusiaan. " mari jadikan bulan puasa untuk meningkatkan pelayanan, bukan sebaliknya dijadikan legalitas untuk banyak berdiam dan malas-malasan," tegasnya.

Acara pengajian yang merupakan siraman rohani itu mendatangkan Habib Mukhsin Al-Hinduan yang banyak menyinggung pemanfaatan bulan Ramadan dengan optimal.,"Kita harus memanfaatkan setiap waktu di bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya dan optimla . Banyak sekali hikmah yang dapat dicapai hamba di dalam bulan ini," jelasnya.

Tentang keistimewaan bulan puasa, Habib Muhsin memaparkn tentang beberapa perbuatan manusia yang dirindukan Allah,  yakni, orang yang istiqomah membaca Al-Quran, orang istiwimah dengan lisannya, orang yang bersedekah dengan ikhlas dan orang yang berpuasa di bulan Ramadan. Jika empat hal ini diterapkan dengan baik, maka keselamatan hidup di dunia dan akhirat akan tercapai dengan Rido Allah.


Acara pengajian yang digelar di Gedung Korpri ini sengaja diselenggarakan untuk membekali dan penyegaran ruhani bagi para PNS di lingkungan Pemkab Sumenep dan rutin dilaksanakan setiap tahun (mam/lm)

Jumat, 12 Juli 2013

Pengusaha Bagikan Zakat Mal, Warga Miskin Rela Saling Dorong


seorang nenek yang dievakuasi polisi saat pembagian zakat(foto:selongangsal.com)

Sumenep,Lintas Madura(11/07/2013) - Salah seorang pengusaha asal Sumenep, H. HAsbullah hari ini (siang) membagikan zakat mal (kekayaannya) pada ribuan warga miskin di Sumenep yang ditempatkan di sebuah lapang, Jalan Diponegoro, Sumenep.

Tak ayal, karena pembagiannya seperti model BLSM/BLT warga yang hadir mencapai ribuan tersebut harus rela saling desakan dan saling dorong untuk berebut zakat. Nampak dari pagi, warga mulai berdatangan dan memadati jalan Diponegoro. Salah seorang warga Amsiatun, yang mengaku datang dari Rubaru mengatakan bahwa dirinya bersama beberapa tetangga datang mulai pagi pukul 07/00 untuk mengantre zakat dari pengusaha itu."sejak pagi saya datang ke sini, ya karena tahu ada pembagian zakat dari orang kaya, kan enak langsung dapat meskipun antre lama, tidak seperti bantuan dari pemerintah itu, yang banyak syaratnya," ujarnya dengan logat Madura kental.

Dari penuturan beberapa warga yang telah antre mendapatkan zakat, jumlah mereka mendapatkan berbeda ada yang Rp 50.000, 100.000, dan ada yang Rp 150.000. Bagi yang 150 ribu khusus untuk para anak yatim. Sementara menurut petugas atau panitia yang ikut membagikan pembagian zakat ini tahun diperkirakan mencapai Rp 1 miliar lebih untuk dibagikan pada lebih 10 ribu orang tidak mampu ekonominya. (mam/lm)

Rabu, 10 Juli 2013

Pasar Takjil Semarakkan Ramadan di Madura


Madura, Lintas Madura (10/07/2013)- Untuk menyemarakkan bulan puasa, di Madura secara serentak di empat kabupaten digelar pasar takjil Ramadan. Acara rutin tahunan ini mampu menampung masyarakat yang akan berjualan aneka makanan untuk buka puasa selama bulan Ramadan.

Warga terlihat sangat antusias terhadap kegiatan ini. Tidak hanya penjual yang akan menjajakan hasil masakan dan produknya, juga warga masyarakat yang memadati lokasi pasar takjil Ramadan di empat Kabupaten di Madura.

Di Sumenep, Bazar Takjil Ramadan menempati depan Kodim 0827 Sumenep dan Taman Adipura. Terdapat sepuluhan stand milik Pemkab Setempat yang dipasang di jalanan dan di trotoar taman sisi selatan. Sementara di Kabupaten Pamekasan, Bazar Takjil Ramadan ditempatkan di Monumen Arek Lancor. Kegiatan ini mendapat antusiasme warga Pamekasan di areal monumen arek lancor.

Begitu pula di Sampang, Pasar Takjil Ramadan digelar di Jalan Trunojoyo. Sementara di  Bangkalan, lokasi dipusatkan di sisi timur Alun- Alun Bangkalan. Ratusan penjual yang menempati stand yang telah disiapkan panitia melayani warga Bangkalan dan sekitarnya.

 Pasar Takjil ini akan berlangsung sebulan penuh selama bulan Ramadan. Pada hari pertama hari ini (sore) nampak warga memadati lokasi pasar takjil yang digelar Pemkab bekerjasama dengan salah satu media harian cetak di Madura ini. Dengan adanya kegiatan ini, Ramadan di Madura seakan semarak, seperti yang dituturkan Ani Warga Bangkalan Kota kepada media ini ", ya enak, bisa cari makanan untuk buka puasa dan kelihatan bulan puasa itu ramai dan menyenangkan terutama kalau sore hari," jelasnya (tim/lm)


Senin, 08 Juli 2013

Penetapan Awal Puasa Ramadan Menunggu Hasil Rukyah dan Sidang Isbat Petang Ini

 
Madura, Lintas Madura (08/07/2013) - Penetapan awal Ramadan 1434 H tahun ini akan dilaksanakan pada petang ini melalui sidang isbat kementerian Agama RI, setelah sebelumnya sejak sore hari akan dilaksanakan proses melihat bulan (rukyatul hilal) di beberapa tempat di Indonesia. Untuk itu masyarakat Muslim diminta untuk menunggu hasil sidang isbat dari Kemenag malam ini. 
Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A, Ghazalie Masroeri mengatakan, hari ini pihaknya akan mengkoordinir pelaksanaan rukyat di sedikitnya 90 titik rukyat yang tersebar di beberapa titik strategis seluruh Indonesia, seperti di pantai, bukit, atau menara masjid.

“Untuk menentukan secara pasti awal Ramadhan, NU akan menyelenggarakan pengamatan hilal di seluruh Indonesia yakni di 90 titik strategis dengan menugaskan 110 pelaksana rukyat bersertifikat nasional yang akan melakukan rukyat bersama para alim ulama, ahli hisab, ahli astronomi, ahli fikih dan warga nahdliyin setempat,” kata Kiai Ghazali di NU Online

Rukyat akan diselenggarakan sore ini, tepatnya sesaat setelah matahari terbenam di titik rukyat masing-masing.

Data hisab Lajnah Falakiyah PBNU untuk awal Ramadhan 1434 H di markas Jakarta sebagaimana dimuat dalam almanak PBNU tahun 2013 menyebutkan, ijtima’ atau konjungsi akan terjadi hari ini pukul 14:15:13 WIB, tinggi hilal saat dilakukan pengamatan 0o21’45” dengan posisi miring ke selatan, hilal akan berada di ufuk selama 3 menit 16 detik.

Hasil rukyat dari berbagai daerah akan dilaporkan pada posko Lajnah Falakiyah di kantor PBNU Lt 4, Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, dan kemudian akan disampaikan di sidang itsbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama pada Senin malam.

Setelah Sidang Itsbat di Kementerian Agama menetapkan awal bulan, barulah kemudian NU melakukan Ikhbar atau pengumuman resmi mengenai awal Ramadhan 1434 H.

Menurut Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama, H. Ahmad Izzudin, sidang itsbat yang dihadiri perwakilan ormas, MUI, pakar astronomi, dan perwakilan duta besar negara-negara muslim sudah akan selesai pada sekitar pukul 19.45 WIB.
  
Sementara itu menurut Mustasyar PBNU KH Sya'roni mengatakan penentuan awal puasa harus menunggu Pemerintah, karena pemerintah yang berhak untuk itu. “Tidak ada yang berhak menetapkan awal puasa kecuali pemerintah, karena pemerintah yang mempunyai kewenangan. Organisasi seperti NU sendiri tidak boleh menetapkan awal maupun akhir Ramadhan,” ujar KH Sya’roni 
 
Bahkan Jam'iyyah Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah (TQN)  yang berpusat di Suryalaya melalui releasnya di tqnnews.com meminta jamaahnya untuk mengikuti ikbar awal puasa Ramadan dari Pemerintah. Hal ini dikarenakan pemerintah telah memiliki kewenangan melalui Badan Hisab dan Rukyah serta meneguhkan Tanbih dari Wali Mursyid TQN yang salah satunya agar taat kepada ulil amri yakni pemerintah.
 
Sementara itu Menurut KH Taufikurrahman, Wakil Rois Syuriah PCNU Sumenep di Jejaring Sosialnya mengatakan data astronomis pada Senin, 08 Juli 2013 M sebagai berikut: Waktu Ijtimak: 14:15. Matahari Terbenam: 17:51:26. Azimut: 292* 28’ 5,4”. Bulan Terbenam: 17:54:24. Azimut: 287* 51’ 8,7”. Saat Matahari Terbenam, umur Bulan: 3,51 Jam. Fase Pencahayaan: 0,18%. Tinggi Dari Horizon: 0* 20’ 32,7”. Azimut: 287* 56’ 5,9”. BrightLimb: 347* 21’ 50,3”. Elongasi: 4* 47’ 50,5”.

Sedangkan data astronomis pada Selasa, 09 Juli 2013 M, sebagai berikut : Matahari Terbenam: 17:51:39. Azimut: 292* 20’ 53,3”. BulanTerbenam: 18:41:45. Azimut: 285* 22’ 13,1”.

Saat Matahari Terbenam, umur bulan: 27,62 Jam. Fase Pencahayaan: 1,39%. Tinggi Dari Horizon: 10* 52’ 8,1”. Azimut: 287* 7’ 1,8”. Bright Limb: 302* 42’ 52,1". Elongasi: 13* 30’ 45,5”.
Dengan data ini menurut Kyai Pimpinan PP Matlabul Ulum Lenteng ini, agar bulan terlihat (berhasil dirukyah) kriterianya adalah umurnya harus 8 jam ke atas, sedangkan Senin baru 4 jam lebih sedikit, jadi kemungkinan dirukyah sulit. Namun tetap akan dilakukan rukyah sesuai dengan perintah Nabi Muhammad SAW. " Senin, 8 Juli 2013, bulan sudah wujud, tapi belum imkanurrukyah. Umur bulan baru sekitar 4 jam. Matas minimal imkanurrukyah adalah umur 8 jam. Ini menurut hisab. Maka kita tunggu hasil rukyah pada Senin, 8 Juli hari ini. Kalau ternyata terlihat bulan, maka Selasa, 9 Juli 2013, awal Ramadan. Tapi kalau ga terlihat bulan, maka awal Ramadhan pada Rabu, 10 Juli 2013. Sedang Muhammadiyah, yang penting bulan sudah wujud, mau bisa dirukyat atau tidak, maka awal Ramadan. Karena itu, Muhammadiyah mengabaikan rukyah dan awal Ramadan, Selasa, 9 Juli 2013, Idul Fitri 8 Agustus 2013" tegas mantan Anggota DPRD Jatim 1999-2004 ini. (mam/lm)

 

Senin, 01 Juli 2013

Sebagian Masyarakat Kepulauan Kecewa Tak Dapat Nonton Piala Konfederasi

 Tayangan piala konfederasi yang ditayangkan salah satu stasiun TV

Sumenep, Lintas Madura (01/07/2013)- Perhelatan Piala Konfederasi 2013 di Brasil, sejak 16 Juni 2013 lalu yang disiarkan secara langsung oleh dua televisi nasional, ternyata tidak bisa ditonton seluruh warga Kepulauan Sumenep, seperti di Kangean, Sapeken, Masalembu, dan Raas.

Akibatnya warga khususnya para penggila bola, kecewa. “Sebagian besar kami warga masih menggunakan antene parabola sehingga pada saat acara siaran langsung piala konfederasi, acaranya langsung diacak. Kami sangat kecewa dengan ANTV dan TV One yang mengacak siaran bola ini,” kata salah seorang Warga Kangean, Budin, Senin pagi (01/07/2013).

Seharusnya menurut Budin, acara seperti itu tidak diacak karena dapat menghibur masyarakat Indonesia secara keseluruhan, tetapi anehnya kalau tayangan langsung bola yang bermutu selalu diacak dan masyarakat selalu suruh beli server parabola tertentu. " ini kan tidak menghibur, dipecundangi bangsa sendiri, padahal di Kangean dan kepulauan lain tidak bisa menangkap siaran TV melalui antena biasa itu, harus pakai parabola," tegasnya.

Sementara itu, Agus yang berdomisili di Sapeken karena tugas kedinasannya juga menyesalkan sikap dua stasiun TV tersebut yang mengacak siaran bola. " dulu pernah ISL diacak, lalu karena ada tekanan dari masyarakat akhirya diurungkan, ini sepak bola dunia kita harus bayar kalau ingin menyaksikan dengan membeli matrik garuda," selorohnya.

Pihaknya meminta pemerintah yang terkait siaran TV ini untuk mendesak kepada pihak pengelola TV Swasta agar tidak mengacak siaran sepak bola dan kejadian penting lainnya agar masyarakat Indonesia semua dapat menyaksikannya. " harus ada aturan dan desakan dari pemerintah khususnya Kemeninfokom untuk mendesak TV Swasta agar tidak seenaknya mengacak siaran-siaran bermutu bagi masyarakat," tegasnya. (mam/lm)

Minggu, 30 Juni 2013

Ribuan Warga Padati JJS Jempol Bambang Said

salah satu kegiatan JJS di Sumenep beberapa waktu lalu

Sumenep, Lintas Madura- Sekitar 10.000 warga menyemut memadati jalan-jalan protokol Sumenep yang dilalui peserta Jalan-Jalan Sehat (JJS) yang digelar oleh Madura Channel, Koran Madura, dan Radio Madura FM bertajuk JJS Jempol Untuk Bambang Said, yang merupakan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim mendatang.

Warga tumpah ruah di lapangan depan studio Madura Channel sejak pukul 5.30 pagi meskipun tengah malam kota Sumenep diguyur hujan lebat yang membuat jalanan di Sumenep agak becek. Rute yang dilalui peserta mulai dari depan Studio Madura Channel menuju jalan Trunojoyo, Jalan Sudirman, Jalan Kamboja, Jalan Dr Cipto lalu kembali ke Depan Madura Channel di Perumahan Bumi Sumekar Asri.

Hadir dan ikut dalam JJS Jempol ini adalah Said Abdullah yang merupakan anggota DPR RI dari Madura sekaligus calon wakil Gubernur Jatim dari PDIP dan Bupati Sumenep KH Abuya Busyro Karim serta Sekdakab Sumenep. Dalam Sambutannya sebelum pengundian hadiah, Abuya Busyro Karim meminta masyarakat untuk senang jalan-jalan sehat dan mempopulerkannya, dikarenakan tubuh dan pikiran kita akan juga sehat. Sementara Said Abdullah komitmen akan terus melakukan pendampingan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada  pemberdayaan masyarakat.

Hadiah jalan-jalan sehat jempol meliputi 3 (tiga) buah sepeda motor, 30 hadiah tabungan masing-masing 500.000 rupiah dan sejumlah hadiah eletronik. (mam/lm)

Rabu, 26 Juni 2013

Tanah Ambles di Dua Desa; Puluhan Warga Masih Mengungsi


Sumenep, Lintas Madura (26/06/2013)- Sampai saat ini puluhan warga Desa Matanair Rubaru masih berada dalam pengungsian akibat rumah dan lingkungan tanah mereka kini ambles beberapa hari lalu, tepatnya Sabtu. Hari sebelumnya yakni Jumat, hal yang sama menimpa tanah di desa Kecer Dasuk. Namun kejadian amblesnya tanah di Kecer tidak menimbulkan kerusakan rumah warga karena jauh dari perkampungan.



Ambles dan terbelahnya tanah di Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, dan Dusun Kecer Laok, Desa. Kecer, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, dinilai sebagai sebuah gejala alam yang berbeda dibanding daerah lain.


Pakar geologi, konsultan BNPB Kajian Resiko Bencana, Petrus Mariono menjelaskan, jika mengacu pada data yang ada, biasanya longsor terjadi di daerah dengan kemiringan tinggi. Namun di Sumenep tanah ambles dan terbelah terjadi di tanah landai.

“Kejadian itu sulit diprediksi. Berbeda dengan longsor. Kami harus cek, di bawah tanahnya ini ada apa, kok bisa menyebabkan amblesnya tanah yang cukup signifikan,”katanya.

Berdasarkan hasil pemetaan geologi yang telah dilakukannya, di Desa Kecer dan Matanair, lanjut Petrus, ada aliran sungai bawah tanah yang nyambung.

“Ada rongga yang rawan menyebabkan gerakan tanah terbelah. Semakin hari gerakan tanah ini makin parah. Awalnya kedalaman hanya 20 centi meter, sekarang kedalaman tanah yang ambles mencapai 6 meter,”terangnya.

Ia memaparkan, melihat kedalaman amblesnya tanah yang semakin parah, pihaknya mengkhawatirkan tebing ambles itu akan ambruk. Kondisi tersebut akan diperparah apabila turun hujan.

“Tanah yang terbelah dan ambles itu membentuk dinding. Kedalamannya sekarang sekitar 5 hingga 6 meter. Ini cukup mengkhawatirkan. Tinggal menunggu waktu, sewaktu-waktu bisa ambruk. Semakin ada hujan, maka tanah akan semakin cepat bergerak,”ujarnya.

Saat ini pihaknya tengah mendeteksi, kemungkinan pergerakan tanah tersebut sampai kapan, sambil membuat peta kerawanan di Kabupaten Sumenep. (mam/lm-dari beberapa media)

Minggu, 16 Juni 2013

Komitmen Perjuangkan Keadilan; PMII STKIP Gelar PKD




Sumenep, Lintas Madura (16/06/2013)- Selalu komitmen untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP PGRI Sumenep menggelar kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) bagi puluhan kadernya, di Yayasan Al-Kautsar, Basoka Rubaru 13-15 Juni 2013.

Menurut salah satu aktivis PMII STKIP PGRI Sumenep, M Mahfud, Pelatihan Kader Dasar merupakan acara wajib bidang kaderisasi di komisariat PMII. Selain untuk memperkuat basic kader dari segi keilmuan dan wacana kritis kader juga ditujukan untuk membentuk karakter kader yang berhaluan Islam Ala Ahlussunnah wal Jamaah. “ Aswaja bagi PMII tidak hanya dipahami sebagai doktrin, juga sebagai manhaj fikr, amal, dan harakah, nah inilah yang harus ditanamkan bagi kader PMII’ jelasnya.

Selain keaswajaan, materi lain yang diberikan meliputi, strategi pengorganisasian kampus dan pengembangan organisasi, teologi pembebasan, dan manajemen opini dan aksi. Sedangkan fasilitator pelatihan ini berasal dari para alumni PMII yang ada di Sumenep, Mulyadi, M.Pdi; Mahsun, M.Thi, Imam Suhairi, M,Pd, dan Pusawi,S.Pd

Dapat Dukungan Penuh Warga
Yang meyakinkan kegiatan PKD ini mendapat respon warga sekitar Basoka selama acara berlangsung. Mereka mensuport tidak hanya moral, tetapi juga material berupa logistik selama pelatihan dari warga sekitar. “ Pada malam terakhir, sebagai tanda terima kasih kami pada warga adalah dengan melakukan pendampingan pada anak-anak di sekitar desa ini untuk tampil memeriahkan panggung pentas seni di areal madrasah Al-Kautsar ini, luar biasa sambutannya”, tutur Mahfud.

Kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII STKIP PGRI Sumenep ini diikuti 30 peserta yang merupakan alumni pelatihan dasar sebelumnya yakni Mapaba. Pasca PKD mereka akan mengikuti PKL (Pelatihan Kader Lanjut) dan Pelatihan Kader Nasional (PKN) sebagai rangkaian kaderisasi di PMII (mam/lm)

Sabtu, 08 Juni 2013

Laga Indonesia vs Belanda; Jalanan di Sumenep Agak Sepi


Sumenep,Lintas Madura (08/06/2013)- Laga persahabatan internasional antara tim nasional Indonesia vs Belanda, Jumat Malam (07/06/2013) di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta serta ditayangkan langsung RCTI itu ternyata menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Nampak di jalan raya dan jalan-jalan utama di Sumenep sepi dari lalu lintas mulai pukul 20.00 sampai jelang 22.30. Hal ini dimungkinkan masyarakat tersedot menyaksikan laga penuh bintang tersebut.

Laga Indonesia versus Belanda menarik untuk disaksikan masyarakat, dikarenakan selain memang ingin menyaksikan penampilan bintang-bintang sepak bola dunia semacam Van Persie, Rubben yang telah tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia, juga ketertarikan karena Belanda adalah negara yang lekat dengan sejarah bangsa Indonesia.

Menurut salah seorang pedagang makanan kecil yang sering nongkrong di taman adipura Sumenep, Agus menuturkan bahwa tadi malam jam 8 (delapan) malam dagangannya ditutup sementara untuk menyaksikan Indonesia vs Belanda di televisi. "rombong" saya tinggal dulu nyari tv yang dekat untuk lihat bola. Iya ingin lihat penampilan timnas dan Belanda yang dulu menjajah kita", cetusnya. (mam/lm)


Sabtu, 25 Mei 2013

Cuaca Kurang Mendukung, Pendapatan Penyedia Permainan Anak di Taman Adipura Menurun


 foto di http://www.agefotostock.com

Sumenep,Lintas Madura (25/05/2013)- Akibat cuaca yang kurang mendukung, pendapatan para penjaja jasa permainan anak di taman adipura Kota Sumenep agak menurun. Menurunnya pendapatan ini dikarenakan sedikitnya pengguna jasa permainan anak saat hujan turun atau pasca turun hujan, karena jalanan dan lantai di areal taman kadang masih basah dan tergenang air. Inilah yang menyebabkan para orang tua dan anak-anak enggan untuk datang ke areal taman bunga saat situasi seperti itu.

Menurut salah satu penjual jasa permainan skuter yang biasa nongkrong di taman adipura kota Sumenep, M Ali menuturkan kalau hari-hari terakhir ini memang berkurang anak-anak yang menggunakan jasa main skuter. " ya sekitar seminggu ini terakhir ini memang berkurang, kadang kan hujan jelang magrib jadi ya makin berkurang," tandasnya.

Ditanya tentang pendapatannya, pria yang sudah punya anak satu ini, menambahkan, kalau biasanya rata-rata anak yang memakai jasa sewa skuternya mencapai 20-30 anak tiap harinya, hari-hari terakhir ini agak berkurang sekitar 10-20 orang dengan jasa sewa Rp. 5000,00 tiap anak selama 15 menitnya." sekitar hanya 20-an anak, apalagi kalau pas hujan yang makin jarang", tambahnya.

Hal senada juga disampaikan penyedia jasa odong-odong, Sahra. Kalau pas hujan hampir tidak ada anak yang menggunakan jasa odong-odong. " ya kalau udah hujan kita pasti berteduh aja nunggu  hujan reda," tegasnya. Namun pihaknya bisa bersyukur karena bisa diberi tempat di areal taman adipura sebagai mata pencaharian hidupnya. (mam/lm)

Minggu, 19 Mei 2013

Minggu Pagi di Taman Kota Sumenep; Alternatif Rekreasi Mingguan


                                                            Suasana taman bunga adipura Sumenep
 
Minggu pagi di seputar taman kota Sumenep selalu dijadikan ajang bersantai ria bagi masyarakat Sumenep dan sekitarnya. Hal ini nampak dari banyaknya masyarakat yang menjadikan taman kota atau akrab dengan istilah Taman Adipura itu sebagai tempat rekreasi mingguan. Di taman adipura kota Sumenep tiap hari minggu pagi memang lain dari biasanya. Selain dapat menikmati segarnya udara di dalam taman kota itu di tengah lingkungan tempat tinggal kita yang telah banyak polusi, juga dapat menjadi hiburan bagi anak-anak kita. Puluhan layanan odong-odong, skuter anak, dan berbagai bentuk permainan anak tersedia.

Selain itu, kita dapat dengan santai menikmati berbagai macam kuliner yang dijajakan di taman ini. Bahkan, mulai beberapa bulan terakhir lalu, seratus meter ke timur taman adipura, menuju "labeng mesem" keraton Sumenep, pengunjung tiap minggu pagi akan dimanjakan dengan tenda-tenda yang menyediakan berbagai kuliner ala Madura dan Sumenep, aneka asesoris, dan produk-produk asli lokal Sumenep.

Salah  satu pengunjung taman Adipura Sumenep asal Kota Malang, Ibu Novita yang  sering ke Sumenep karena mengunjungi saudaranya yang bertugas di Sumenep sudah tiga kali berkunjung saat Minggu pagi, merasa terhibur dengan aneka makanan tradisional yang dijajakan di pasar minggu depan GNI Sumenep itu. " iya ini saya mesti cari makanan kayak urap itu, terus ada sambelnya, wah enak sih!", tuturnya pada media ini. Ia juga sering membawa pulang ke Malang jajanan asal Sumenep seperti kripik singkong, kripik gayam dan lainnya.

                                                            Pasar minggu dekat taman adipura Sumenep
Sementara itu pengunjung lainnya, Saleh yang merupakan warga Kota Sumenep menilai, keberadaan taman kota dan pasar minggu di minggu pagi cukup menghibur bagi masyarakat, namun yang perlu dapat perhatian adalah penataan parkir yang masih semrawut dan keberadaan odong-odong yang kadang mengganggu jalur lalu lintas. " yang perlu diatur itu odong-odong yang sering menutup jalan. Saya kira perlu diatur jalurnya itu", tegas saleh yang berprofesi sebagai seniman itu. (mam/lm)

Sabtu, 18 Mei 2013

Diminta Tambah Pelayanan, Buku Perpustakaan Pemkab Banyak yang Raib

                                                             Kantor Perpustakaan dan Arsip Sumenep            
Keberadaan perpustakaan milik Pemkab Sumenep diminta untuk menambah pelayanan pada masyarakat. Pelayanan yang dimaksud adalah dengan menambah waktu pelayanan, yang biasanya seperti jam dinas Pemkab agar bisa buka sampai malam hari. Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan pada masyarakat utamanya anak didik dan elemen masyarakat lainnya untuk bisa mengunjungi perpustakaan saat  malam hari, karena kalau hanya siang hari banyak masyarakat seperti pelajar dan lainnya tidak sempat atau tidak bisa mengunjungi perpustakaan karena jam sekolah dan jam dinas. Hal ini disampaikan Dewan Pendidikan Sumenep (DPS), melalui salah satu anggotanya A Firdaus.

Menurut Firdaus,  perpus yang dikelola Pemkab Sumenep maksimal ditutup pada pukul 23.00 Wib.Ia juga mengharapkan perpustakaan dapat menambah koleksi buku guna memenuhi kebutuhan masyarakat pembaca.

Sementara di pihak lain, salah seorang praktisi pendidikan Sumenep, Imam, mendesak pengelola perpus untuk ke depan tidak hanya berkutat pada buku sebagai sumber referensi. "Perpustakaan di era teknologi informasi seperti sekarang idealnya menjadi pusat referensi manual maupun online bagi masyarakat, artinya kalau masyarakat butuh referensi maka perpustakaan menjadi sumber yang bisa menyediakan dengan cepat", tegasnya.

Menurut Imam, perpustakaan pemkab punya peluang dan potensi untuk maju dan berkembang sesuai dengan tuntutan teknologi. " dulu ada layanan internet murah di perpustakaan, tapi sekarang tinggal menyediakan buku. Itu pun untuk buku-buku terbitan baru sangat terbatas. Saya kira pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi sudah saatnya dipikirkan" lanjut Wakil Ketua PGNU ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Sumenep, Agus Putra menegaskan, belum dapat memenuhi permintaan untuk menambah jam buka Perpustakaan Daerah hingga larut malam. Jam buka Perpus hanya berlangsung hingga pukul 16.00 Wib sama dengan jam kerja PNS. Untuk memenuhi kebutuhan masyatakat diluar itu, dioptimalkan perpustakaan keliling ke beberapa wilayah Kecamatan sesuai permintaan masyarakat.

Banyak Buku Hilang 
Yang paling naif di tengah desakan peningkatan pelayanan, justru  banyak koleksi buku di perpustakaan milik pemkab itu yang raib karena tidak dikembalikan oleh peminjam. Menurut kabar dari beberapa media, setidaknya terdapat kurang dari 300 judul buku yang belum dikembalikan oleh peminjamnya. Peminjam buku yang tidak mengembalikan itu beragam status dan dari berbagai wilayah, sehingga menyulitkan untuk dihubungi.

Untuk meminjam buku di perpustakaan milik Pemkab Sumenep itu hanya diperuntukkan pada anggota yang telah mempunyai kartu anggota dan menunjukkan identitas lain pada saat meminjam buku. Menurut aturan tata tertib yang ada, waktu meminjam buku perpustakaan satu buku dibatasi hanya 3 hari saja. Peminjam akan dikenai denda kalau telat mengembalikan. Kebanyakan pengunjung perpustakaan dari kalangan mahaiswa, pelajar dan umum untuk mencari referensi bagi kepentingannya (tim/lm)

Selasa, 14 Mei 2013

Pulau kecil di Sumenep yang Tenggelam Perlu Penanganan Serius


Pulau Pasir di Giligenting yang hampir tiada karena ulah manusia



Dua pulau di Kecamatan Gili Genting yang hilang karena proses penambangan pasir secara liar menggelinding menjadi wacana publik di Madura saat ini. Dua pulau itu adalah Pulau Pasir Putih, dan Pulau Kramat, Desa Ban Maleng di Kecamatan Giligenting.Dulu pulau yang tidak berpenghuni ini, menjadi daya tarik para turis untuk menikmati pasirnya yang bersih dan putih. Pulau yang memiliki luas 0, 046811 Kilo meter persegi tersebut mulai di tambangi pasirnya sekitar dua tahun yang lalu.


Berdasarkan informasi dari warga di pulau terdekat dengan 2 pulau yang hilang itu dikarenakan pengerukan pasir yang dilakukan oleh warga Kabupaten Pamekasan yang mengaku pulau itu masuk bagian dari Kabupaten Pamekasan.

Yang lebih hebat pengerukan pasir dilakukan warga Pamekasan itu dengan menggunakan alat modern yakni pasir yang disedot terus menerus. Setiap hari 7 hingga 10 perahu mengangkut pasir dari pulau tersebut. Dan ini berlangsung dua tahunan.


Dengan kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep harus mengambil langkah cepat dan tegas. Jika dibiarkan, dikhawatirkan penambang pasir liar itu juga akan mengeruk Pulau Pandan yang lokasinya tidak jauh dari 2 pulau yang hilang.

Salah satu tokoh masyarakat kecamatan Gili Genting pulau Giliraja, Amil menjelaskan, pulau yang ditambang adalah pulua Se' Pote itu merupakan pulau tak berpenghuni. Pulau ini ada di sebelah barat pulau Gili Raja, berdekatan dengan pulau Gilingan.Menurutnya, di Pulau Se' Pote ini, pasirnya merupakan pasir putih yang berkualitas bagus. Tak heran jika menarik perhatian orang.Mungkin dengan pulau se' pote itulah yang dimaksud dengan pulau pasir putih. Yang miris, saat ini pengerukan pasir ilegal itu telah merambah pulau Gilingan yang bersebelahan dengan Pulau Se' Pote itu. Namun sampai saat ini belum ada respon dari pemerintah terkait hal ini.

Untuk menyelamatkan keberadaan pulau itulah, Bupati Sumenep menurut beberapa informasi akan mengagendakan untuk datang langsung kelokasi pulau tersebut dan pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati Pamekasan, karena penambangnya adalah warga Pamekasan. Namun pihaknya akan turun dulu kebawah.

Pulau Tenggelam Saat Bulan Purnama
 Namun, lain lagi dengan informasi tenggelamnya pulau karena ulah manusia. Di beberapa pulau kecil di Sumenep setiap bulan purnama tiba, ada beberapa pulau di Sumenep yang juga berpenghuni akan tenggelam. Ini disebabkan karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat di sejumlah Pulau di Sumenep, Madura.

                                                                                   Gugusan pulau di Sumenep yang indah

Seperti Pulau/Dusun Bungin Nyarat, di Desa Saobi, Kecamatan Kangayan yang berpenghuni sekitar 100 KK atau 250 jiwa. Pulau lain yang serupa yakni Dusun Masjid di Pulau Saobi yang penduduknya mencapai 500 KK. Saat air pasang, semua daratan kedua pulau tersebut tergenang air laut.

Bahkan, ketinggian air laut mencapai hingga 20 cm. Rumah warga yang mayoritas terdiri dari rumah panggung memang selamat. Namun, genangan air laut di bawah rumah itu membuat tidak nyaman kehidupan warga di kedua pulau tersebut.

Untuk itu diharapkan ada tindakan dari pihak terkait, misalnya dengan melakukan penanaman pohon mangrove secara massal di dekat pantai untuk menghindari abrasi. Begitu pula perlu penanganan ketat dari pihak terkait,terutama aparat sampai tingkat desa untuk mencegah penambangan pasir ilegal. (tim/lm)

Rabu, 01 Mei 2013

Pulau Gili Iyang, Jadi Maskot Wisata Kesehatan Dunia?


                                                           Sumber foto (berita jatim)

Lintas Madura (01/05/2013)-Hal yang unik terjadi Pulau Gili Iyang Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang akan menjadi destinasi wisata kesehatan (medical tourism). Hal ini dikarenakan Pulau ini memiliki keistimewaan memiliki kadar oksigen yang sangat sehat yakni 20,9 persen dengan level explosive limit (LEL) 0,5 persen, dan kadar pencemaran udara yang sangat rendah.

Berdasarkan penelitian Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tahun 2006, didapatkan kesimpulan parameter polusi udara CO2, CO, NO2, dan SO2 di pulau ini punya konsentrasi jauh lebih rendah dibanding nilai ambang batasnya. Kondisi ini terukur pada transisi musim panas ke musim penghujan. Pada musim hujan ke musim kemarau, konsentrasi oksigennya lebih bagus.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana untuk mempromosikan pulau ini ke luar, agar menjadi salah satu tujuan wisata kesehatan dunia. Cuma persoalan yang dihadapi adalah fasilitas transportasi yang belum memungkinkan pengunjung ke perairan Gili Iyang, karena untuk ke sana hanya bisa dilalui dengan perahu motor dari pelabuhan Dungkek Sumenep.

Untuk kepentingan itulah, potensi pulau ini pun coba dipamerkan Pemkab Sumenep pada Agri Pro Asia di Hong Kong, pekan ini, di Hongkong Convention & Exhibition Centre, sebagaimana disampaikan Wakil Bupati Sumenep Soengkono Sidik. Dalam pameran ini mereka juga mempromosikan rumput laut, ikan kerapu napoleon, lobster, teri putih, juga cabe jamu, produk-produk yang banyak dicari di pasar Hong Kong dan China.

Menurut Soengkono Sidik, pihaknya akan melakukan penataan Pulau Gili Iyang, antara lain dengan merenovasi rumah penduduk sekitar, ditambahi dengan kamar yang bisa dijadikan tempat menginap wisatawan sehingga menambah penghasilan penduduk. Akan dibangun juga fasilitas jogging track, fasilitas untuk konselor kesehatan, wisata memancing dengan spot-spot tertentu dengan dengan ikan-ikan besar.
Menurutnya, hanya ada dua wisata kesehatan di dunia, yakni Laut Mati di Yordania, dan di Indonesia, yakni Pulau Gili Iyang ini.

Pulau Awet Muda
Gili Iyang adalah sebuah pulau kecil di antara gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Madura. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Ibukota kecamatan Dungkek sendiri berada di daratan Pulau Madura.

Konon, karakter tanah di pulau yang memiliki dua desa, yakni Desa Bencaman dan Desa Ra'as, membuat warganya awet muda dan berumur panjang. Umur seseorang memang sudah ditentukan Tuhan. Tapi warga Giliyang yang berusia 75 tahun ke atas masih segar bugar tanpa olah raga ataupun perawatan kesehatan khusus.

Pulau Giliyang dihuni 3.620 kepala keluarga (KK) atau 8.600 jiwa. Mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Banyak di antara mereka yang berumur 50 tahun hingga 75 tahun dengan kondisi tubuh yang sehat.

(dari berbagai sumber)