SELAMAT UNTUK GARUDA JAYA U-19 YANG MEMBUNGKAM KORSEL 3-2 DALAM LAGA AFC CUP GRUP G

Kamis, 25 Juli 2013

ISL : Persepam Madura Kalah dari Tuan Rumah Persiram 0-2


Madura Lintas Madura (25/07/2013)- Persepam Madura United gagal memetik poin dalam laga tour Papua tadi malam setelah kalah dari tuan rumah Persiram Raja Ampat 0-2. Dua gol Persiram masing-masing dicetak pemain asing asal Korsel Lee Soung Yong pada menit ke-23 dan striker Deltras James Koko Lomell menit ke-41.

Berkat kemenangan ini Persiram berhasil naik satu tingkat ke peringkat ke-7 dengan torehan 41 poin. Sementara Persepam tetap bertahan di posisi ke 10 Klasemen sementara. (mam/lm)

Selasa, 23 Juli 2013

Akibat Ombak Besar, Sejumlah Pagan Nelayan Rusak


Pamekasan, Lintas Madura - Akibat angin kencang hari ini, menimbulkan ombak besar mengamuk dan menghancurkan sejumlah pagan di Pesisir Pantai Talang Siring, Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan.

Hempasan besarnya ombak hingga membuat air laut hingga ke Jalan raya, dan mengenai pengendara jalan yang melintas di pesisir pantai tersebut. Selain itu sejumlah perahu yang diparkir di sekitar pantai tersebut juga ikut terombang-ambing.

Salah satu warga sekitar Yuhyi mengatakan, ombak yang melanda wilayah pesisir Talang Siring tersebut memang sangat besar, bahkan sampai mengenai pengendara jalan dari dan menuju Kabupaten Sumenep yang melintas di pesisir pantai itu.“Pagan-pagan juga banyak yang rusak, saya hawatir omabkany semakin besar dan mengenai perumahan warga mas,” tuturnya kepada mediamadura.com.

Sementara itu salah satu pengendara yang melintas di pesisir pantai tersebut Baihaqi menuturkan, besarnya ombak yang terjadi itu, membuat dirinya takut untuk melintas, sebab selain airnya menerpa jalan raya, juga dibarengi dengan bunyi yang sangat keras.“Cuma saya memberanikan diri, ini saya basah semua mas, ombaknya sangat keras, takutnya pagan-pagan yang hancur itu juga ikut terhempas ke jalan raya, dan mengenai saya,” akunya.(from mediamadura.com)

Senin, 22 Juli 2013

Syaikh Sultonil Aulia Abdul Qodir Jailani Ra : Dunia itu Adalah Pasar


Dunia ini adalah pasar, yang sebentar lagi akan tutup. Karena itu, tutuplah pintu-pintu penglihatan kepada makhluk dan bukalah pintu- pintu penglihatan kepada Allah 'Azza wa Jalla. Tutuplah pintu-pintu usaha dan sebab- sebab keduniawian dalam keadaan hatimu jernih dan batinmu dekat dengan perkara-perkara yang khusus buat kalian, bukan perkara-perkara yang bersifat umum bagi selain kamu. 

Sebab, usahamu itu untuk kepentingan orang lain, manfaatnya untuk orang lain dan penghasilanmu juga untuk
orang lain. Carilah apa-apa yang khusus bagimu dari limpahan anugerah-Nya, dan dudukkan nafsumu bersama dunia, hatimu bersama akhirat, batinmu bersama Allah. Sesungguhnya engkau akan mengetahui apa yang engkau inginkan.

Para wali adalah pengganti para Nabi. Terimalah apa yang mereka perintahkan kepada kalian. Sebab,
mereka itu memerintahkan kalian dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, dan melarang kalian dengan larangan Allah dan Rasul-Nya. Apabila mereka diperintahkan bicara, maka mereka akan bicara. Jika mereka diberi, mereka akan menerimanya. Mereka tidak bergerak satu gerakan pun dengan tabiat dan
nafsu mereka. Mereka tidak mencampuri Allah dalam urusan agama-Nya dengan hawa nafsu mereka. Mereka hanya mengikuti ucapan dan perbuatan Rasulullah SAW. Mereka mendengarkan firman Allah
Azza wa Jalla, "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah ia. Dan apa yang dilarangnya bagimu,
maka tinggalkanlah!" (QS Al-Hasyr: 7).

Maka, ikutilah Rasulullah SAW agar beliau membawamu kepada Zat yang mengutusnya. Mendekatlah kepadanya agar beliau mendekatkanmu kepada Allah Azza wa Jalla. Beliau telah memberikan berbagai gelar dan pakaian kehormatan kepada para wali itu, serta kepemimpinan terhadap seluruh manusia."

Minggu, 21 Juli 2013

Sekdaprov Jatim : PNS Harus Netral dalam Pilgub


Terkait makin dekatnya waktu pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur pada 29 Agustus 2013, Pemprov Jatim mengimbau para pegawai negeri sipil (PNS) tidak berpolitik praktis.
“Sebagai anggota KORPRI, PNS punya hak suara dalam pesta demokrasi. Tapi jangan sampai berpolitik praktis dan tetap menjaga netralitas sebagai abdi negara, abdi masyarakat, dan abdi pemerintah,” kata Sekda Prov Jatim, Rasiyo, saat dikonfirmasi.
 
Alasan Rasiyo mengingatkan hal ini karena kondisi tahun 2013 ini kental dengan unsur politis yang sangat kuat. Karena itulah dia mengimbau para PNS tidak terpengaruh dan tetap menjalankan tugasnya dengan baik. “Bersikap netral saja. Tidak perlu ikut ikutan mendukung pasangan calon tertentu,” tegasnya.
Rasiyo menambahkan pengertian netral adalah tidak memihak pada salah satu partai politik. Tapi menggunakan hak memilih dalam pemilihan umum (from lensaindonesia.com)


Musik Patrol Ramadan, Masih Ada di Sumenep


Sumenep, Lintas Madura (21/07/2013) Hampir semua daerah di Indonesia memiliki Tradisi Patrol untuk membangunkan warga jelang sahur. Tetapi Patrol yang menggunakan musik tradisional Saronen hanya ada di Sumenep.

Musik tradisional ini juga tergolong unik karena tidak setiap saat dimainkan, hanya moment tertentu saja. Seronen adalah musik pengiring kerapan sapi atau sapi sono (hias) saat memasuki arena pertandingan.
Selain pada acara tersebut, di sumenep  musik Seronen hanya di bisa dinikmati saat Bulan Puasa. Itu pun hanya menjelang sahur. Itu pun tidak merata di seluruh Sumenep.

Tradisi itu bisa ditemukan di Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan. Tiap malam bisa dipastikan akan ada sekelompok pemuda berkeliling kampung dengan memainkan musik Saronen untuk membangunkan warga.
Ali Mufi (29), pemuda desa setempat yang biasa ikut patrol mengatakan, mereka ini adalah pemuda yang masih peduli terhadap kelestarian musik tradisional, warisan leluhurnya. Karena banyak pemuda sudah tidak mau memainkan aset kekayaan budaya tersebut. Padahal tradisi ini harus dijaga.
“Kebanyakan pemuda sekarang seperti apatis. Mereka tidak peduli musik tradisional ini akan punah apa tidak,”  ujarnya, Sabtu (20/7/2013). Anehnya, imbuhnya, banyak pemuda yang justru terbius dengan keberaan musik modern.

Karena itu, menurut pemuda yang baru menamatkan S1 di salah satu PTS Sumenep ini menganggap, momentum bulan puasa ini menjadi media untuk mengajak pemuda lain, peduli pada keberadaan musik khas daerahnya ini.

Masih menurut Ali, musik patrol Saronen juga sudah biasa dilakukan oleh para pemuda pendahulunya, yang kini sudah memasuki usia lanjut. para pemuda tinggal melanjutkan, agar tidak mengalami kepunahan.
“Jika pemuda tidak peduli pada kekayaan budaya sendiri, saya yakin musik tersebut ke depan akan punah,” pungkasnya (from lensaindonesia.com)

Kamis, 18 Juli 2013

Ada 28 Sekolah di Sumenep yang Terapkan Kurikulum 2013



Sumenep,18/7- sebanyak 28 sekolah di Kabupaten Sumenep akan menerapkan kurikulum pendidikan tahun 2013, baik tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Kurikulum tersebut sudah diberlakukan sejak tanggal 15 Juli 2013.
kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, A Shadik mengatakan, ke 28 sekolah yang telah ditunjuk oleh pihaknya untuk menerapkan kurikulum 2013 itu terdiri dari sekolah SD, sebanyak 15 sekolah, tingkat SMP sebanyak 6 sekolah dan untuk tingkat SMA sebanyak 7 sekolah.
“Kurikulum itu sudah diterapkan dimasing-masing sekolah sejak tahun pelajaran baru tanggal 15 Juli kemarten. dan itu merata, baik di Kepulauan maupun daratan,”tuturnya.

Ia juga menjelaskan, disemua sekolah yang menerapkan kurikulum tersebut tidak semua kelas, tetapi tingkat SD adalah kelas 1 dan kelas 4, untuk SMP kelas 7 dan untuk tingkat SMA kelas 10. dan semua kepala sekolah, sebelumnya sudah dilatih untuk kesiapan penerapan kurikulum tersebut.
Kurikulum ini memang sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya, kalau sebelumnya itu materi pelajaran, tapi kalau yang sekarang itu, tematik integrafik. Itu yang menjadi perbedaan pada kurikulum ini", terangnya.

Berikut nama sekolah yang ditunjuk untuk menerapkan kurikulum pendidikan di wilayah itu, antara lain. SDN Ambunten timur 1, SDN Tambaagung tegah 2, SDK Santimur, SDN Saronggi 1, SDN Rubaru 1, SDI Al-Qadiri,SDN Pamolokan 2, SDN Pangarangan 3, SDN Pakandangan 1, SDN SDN batang-batang Daya 1, SDN Karduluk 1,SDN SDN Kalianget barat 1, SDN Manding Laok 1, SDN Bataal barat 1, dan SDN Lenteng Timur 1.

sedangkan untuktingkat SMP antara lain. SMPN 1 Sumenep, SMPN 2 Sumenep, SMPN 1 Kalianget, SMPN 1 Talango, SMPN 4 Sumenep,dan SMPN 1 Saronggi. Dan untuk SMA antara lain, SMAN 1 Sumenep, SMPN 2 Sumenep, SMAN 1 Lenteng, SMAN 1 Gapura, SMAN 1 Ambunten, SMAN 1 Arjasa, SMKN 1 Sumenep dan SMAN 1 Kalianget. (mediamadura.com)

Mahasiswa Pamekasan Demo Bank BTN Tuntut Transparansi Dana Tunjangan Guru Kemenag


Pamekasan,18/7 (mediamadura.com)- sejumlah aktivis mahasiswa yang mengatas namakan Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Arak) Pamekasan, menggelar unjuk rasa didepan kantor Bank Tabungan Negara (BTN) wilayah itu, menuntut transparansi serta pertanggung jawaban BTN sebagai penyalur bantuan sertifikasi guru kouta tahun 2012.

Dalam aksi tersebut puluhan massa itu membentangkan poster bertuliskan kecaman terhadap BTN yang diduga telah melakukan kongkalikong antara pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dengan BTN Pamekasan.

Dalam orasinya, korlap aksi tersebut Hasan Basri meminta transparansi dari pihak BTN serta memberikan penjelasan atas pencairan dana sertifikasi dan fungsional tahun 2013.
“BTN harus menjelaskan kepada kami terkait pencairan dana fungsional tahun 2012, kami menduga BTN telah main mata dengan kemenag,” teriaknya.

Dalam aksi itu, mass Arak meminta Kepala Kamenag Pamekasan yang baru yaitu Muarif Tanthowi untuk tidak lagi bekerjasama dengan BTN. selain itu, Arak juga meminta BTN untuk memberikan data penerima fungsional 2012.
Kepala BTN Pamekasan, Farah Werdimansyah dihadapan para peserta aksi mengatakan, pihaknya menolak permintaan peserta aksi itu, karena data nasabah itu termasuk privasi yang harus dirahasiakan oleh pihak bank.
“Kami wajib merahasiakan data setiap nasabah kami, dan data yang di Kamenag itu sama dengan data yang ada disini,”tuturnya.

Ia juga menuturkan, pihaknya tidak bisa memberikan nama-nama nas
abahnya kepada siapapun, termasuk kepada pengunjuk rasa saat itu sebab ada aturan yang berlaku untuk itu.
“Data nasabah itu dilindungi oleh undang-undang, sehingga kami tidak mungkin membeberkan data-data tersebut,” tegas Farah.

Dijelaskan pula, proses pencairan dana fungsional yang dilakukan BTN sebelumnya, Farah menjelaskan, pihaknya hanya menerima data dari Kemenag dan selanjutnya dan memberikan lagi pada Kemenag untuk.
“Kita tetap lakukan proses pencairan sesuai dengan prosedur yang ada, dan data itu diberikan oleh kemenag kepada kita, setelah itu kita lakukan proses, untuk pencairan kepada penerima,” urainya.

Data penerima reture yang telah dicairkan oleh BTN, yaitu sebanyak 789 orang. Sedangkan calon data penerima fungsional di Bank tersebut, sebanyak 8.826 orang.(mediamadura.com)