SELAMAT UNTUK GARUDA JAYA U-19 YANG MEMBUNGKAM KORSEL 3-2 DALAM LAGA AFC CUP GRUP G

Jumat, 21 Juni 2013

Jelang Pengumuman Kenaikan BBM, Mahasiswa Pacabis Sandera Mobdin


Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Cakanca Bindhara Santri (Pacabis), hari ini  (21/06) melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM di beberapa tempat yakni di DPRD, Pemkab dan SPBU Kolor.

Pendemo menyandera mobil plat merah Nopol M 1881 WP. Aksi mahasiswa memanas ketika membuka mobil plat merah tersebut dan menemukan 2 jirigen kosong berukuran 50 liter, disembunyikan di jok belakang.

Mahasiswa kemudian naik dan menginjak-injak kap atas mobil, berorasi dan berteriak mengecam ditemukannya jirigen di dalam mobil dinas pejabat. Mahasiswa mengambil dan mengacung-acungkan jirigen, sambil berteriak menuding itu sebagai upaya penimbunan.“Kami terpaksa menyandera mobil plat merah itu, karena di duga mobil tersebut akan melakukan penimbunan BBM. Sebab, di dalam mobilnya ditemukan adanya 2 jerigen berukuran 50 liter,” teriak korlap aksi Sadam



Setelah puas di SPBU mereka meneriakkan yel-yel menolak kenaikan BBM di depan DPRD dan Pemkab. Kenaikan BBM rencananya akan dilakukan malam ini oleh pemerintah pusat (mam/lm)

Rabu, 19 Juni 2013

Baru Dipakai Dua Semester, Ruang Kelas SMAN 1 Kalianget Ambruk

Foto : from RRI

Ruang kelas X-1 SMA Negeri 1 Kalianget, Sumenep, Madura, yang baru di gunakan dua semester, mendadak roboh, Senin (17/06/2013). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena terjadi di luar jam sekolah.

Wakil Kepala SMA I Kalianget Sukarman menjelaskan, robohnya ruang kelas tersebut diperkirakan terjadi pada malam hari. Sebab pada Senin pagi, penjaga sekolah sudah menemukan ruang kelas X-I sudah rata dengan tanah. “Bisa jadi karena faktor curah hujan yang sangat tinggi, sehingga ruang kelas ini ambruk,” terang Sukarman.

Sukarman menambahkan, ruang kelas tersebut sebenarnya terhitung bangunan baru, karena baru digunakan dua semester.“Kemarin ruangan ini masih digunakan untuk remidi (kegiatan memperbaiki nilai). Ya tidak ada apa-apa. Ruangan ini baru digunakan untuk dua semester kok,” ujarnya.

Ambruknya ruang kelas tersebut diduga karena bangunan tidak mampu menahan beban air hujan yang sangat deras di atap. Selain itu, juga ada kemungkinan faktor kualitas bangunan yang tidak sesuai besaran teknik (bestek), baik fondasi maupun atapnya.‘Bisa jadi fondasinya memang tidak kuat. Begitu juga dengan atapnya. Jadi begitu diguyur hujan terus-menerus, bangunan itu tidak kuatk yang akhirnya ambruk,” paparnya.

Akibat ambruknya ruang kelas tersebut, siswa kelas X-1 terpaksa dipindahkan ke ruangan lain. “Sekarang memang tidak ada pelajaraan, hanya jadwal remidi. Jadi siswa kelas X-1 untuk sementara dipindah ke ruangan lain,” pungkas Sukarman (from lensaindonesia.com)

Senin, 17 Juni 2013

Meski Menang Telak 3-0 Atas PSPS, P-MU Belum Terorganissi


Bangkalan, Lintas Madura (17/06/2013)- Meskipun berhasil menang telak atas PSPS Pekanbaru 3-0, Persepam Madura United dinilai belum padu dan terorganisasi dalam permainan. Menurut pengamatan Abah Ryan salah seorang pendukung setia PMU, Kemenangan atas PSPS tidak terlepas dari performa PSPS yang menurun sejak putaran ke dua ISL ini. " Sebelumnya mereka PSPS dibekuk tanpa ampun oleh tuan rumah Persela Lamongan 1-9. Seharusnya PMU menang lebih dari tiga gol." tegasnya.

Tampil dengan permainan yang tidak terlalu cepat, PMU membuka gol pada menit ke-2 oleh Rossi setelah tendangannya gagal ditepis penjaga gawang PSPS.  Setelahnya PMU kesulitan untuk mencetak gol, karena penyelesaian akhir yang buruk. Bahkan PSPS beberapa kali juga menciptakan peluang emas. Sampai babak pertama usai skor 1-0 tidak berubah bagi PMU.

Dibabak kedua, PMU menambah golnya pada menit 48 oleh Nkong setelah dapat umpan dan rossi. Sedangkan gol ke tiga dicetak oleh Ali Khadafi pada menit injury time dari titik putih setelah pemain belakang PSPS tertangkap hand ball. Kemenangan 3-0 ini sedikit memperbaiki posisi PMU di klasemen yakni di peringkat ke 11 sama dengan Gresik United dengan torehan 28 poin. (mam/lm)

Minggu, 16 Juni 2013

Komitmen Perjuangkan Keadilan; PMII STKIP Gelar PKD




Sumenep, Lintas Madura (16/06/2013)- Selalu komitmen untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP PGRI Sumenep menggelar kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) bagi puluhan kadernya, di Yayasan Al-Kautsar, Basoka Rubaru 13-15 Juni 2013.

Menurut salah satu aktivis PMII STKIP PGRI Sumenep, M Mahfud, Pelatihan Kader Dasar merupakan acara wajib bidang kaderisasi di komisariat PMII. Selain untuk memperkuat basic kader dari segi keilmuan dan wacana kritis kader juga ditujukan untuk membentuk karakter kader yang berhaluan Islam Ala Ahlussunnah wal Jamaah. “ Aswaja bagi PMII tidak hanya dipahami sebagai doktrin, juga sebagai manhaj fikr, amal, dan harakah, nah inilah yang harus ditanamkan bagi kader PMII’ jelasnya.

Selain keaswajaan, materi lain yang diberikan meliputi, strategi pengorganisasian kampus dan pengembangan organisasi, teologi pembebasan, dan manajemen opini dan aksi. Sedangkan fasilitator pelatihan ini berasal dari para alumni PMII yang ada di Sumenep, Mulyadi, M.Pdi; Mahsun, M.Thi, Imam Suhairi, M,Pd, dan Pusawi,S.Pd

Dapat Dukungan Penuh Warga
Yang meyakinkan kegiatan PKD ini mendapat respon warga sekitar Basoka selama acara berlangsung. Mereka mensuport tidak hanya moral, tetapi juga material berupa logistik selama pelatihan dari warga sekitar. “ Pada malam terakhir, sebagai tanda terima kasih kami pada warga adalah dengan melakukan pendampingan pada anak-anak di sekitar desa ini untuk tampil memeriahkan panggung pentas seni di areal madrasah Al-Kautsar ini, luar biasa sambutannya”, tutur Mahfud.

Kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII STKIP PGRI Sumenep ini diikuti 30 peserta yang merupakan alumni pelatihan dasar sebelumnya yakni Mapaba. Pasca PKD mereka akan mengikuti PKL (Pelatihan Kader Lanjut) dan Pelatihan Kader Nasional (PKN) sebagai rangkaian kaderisasi di PMII (mam/lm)

Sabtu, 15 Juni 2013

Pertandingan Dipindah ke Pamekasan, PMU Muda Ditahan Gresik United 1-1


Pamekasan, Lintas Madura (15/06/2013)- Persepam Muda U-21 sukses lolos ke babak 12 besar Kompetisi Liga Indonesia U-21 meskipun dalam pertandingan terakhirnya kemarin ditahan imbang gresik united U-21 1-1 di Stadion Pamekasan.

Sedianya pertandingan tersebut akan digelar di A Yani Sumenep seperti rencana semula, namun dikarenakan banyak pertimbangan, termasuk kondisi lapangan A Yani Sumenep yang buruk karena terus-menerus diguyur hujan lebat sangat menghambat permainan, seperti saat PMU U-21 vs Persija U-21 tempo hari.

Dengan hasil tersebut PMU U-21 lolos ke putaran final 12 besar ISL U-21 setelah berada di peringkat ke-2 klasemen akhir dibawah Persija Jakarta. PMU Muda mengantongi nilai 10 sedangankan Persija 15 poin. Sementara dua tim lainnya, Arema U-21 dan Gresik United U-21 terjungkal karena hanya merebut poin 6 dan 4. (mam/lm)
                              
       GRUP 3 ISL U21
Pos TeamPldWTLGoalsDiffPts
1PERSIJA U2165017:2515
2Persepam MU U2163126:5110
3Arema Indonesia U2162046:9-36
4Gresik United U2161145:8-34


Jumat, 14 Juni 2013

Persepam MU Kembali Keok di Kandang Sendiri (Kalah dari Persija 0-1)

Suporter PMU yang kecewa karena timnya kalah

Bangkalan, Lintas Madura (14/06/2013)- Persepam Madura United kembali menelahan pil pahit kalah dari tamunya Persija Jakarta 0-1, tim yang dikalahkannya dalam putaran pertama lalu.

Bertading di hadapan ribuan pendukungnya, PMU tampil menyerang sejak menit awal, tetapi sejumlah namun selalu kandas. Petaka bagi PMU terjadi pada menit 45 memasuki injury time gol tercipta, menerima umpat M.Ilham,Rohit chan yang tidak terkawal berhasil menaklukkan penjaga gawang Persepam, sepakan kaki kirinya menggentarkan gawang PMU.

Memasuki babak kedua PMU mengurung pertahan Persija. Namun selalu gagal. Skorpun tidak berubah, 0:1 untuk Persija. Atas kemenagan itu, Persija terus menapaki posisi 9 klasemen. Sedangkan Persepam semakin terus terpuruk di papan bawah mendekati zona degradasi.

Suporter Serukan Linkers dan Pelatih Dipecat
Menanggapi berbagai kekalahan di kandang sendiri yang diderita PMU, pendukungnya kecewa berat dengan menyerukan agar linkers striker anyar yang dikontrak PMU dipecat. Linkers dalam laga ke 6 putaran ke dua, sama sekali tidak menunjukkan performa baik, selalu gagal mencetak gol" bahkan pinalti saja dia gagal, berhadapan dengan penjaga gawang juga gagal", apa itu mau dipertahankan terang salah pendukung PMU di jejaring sosial.

Selain mengkritik striker, pelatih Danil Rukito juga tak luput dari sasaran protes suporter. " om daniel kok tenang ketika PMU kalah, seharusnya berbuat dengan baik, strategi apa yang dipakai" terangnya. (mam/lm)







Kamis, 13 Juni 2013

Diduga Main Sabun, PSSI akan Investigasi Perseba vs Perseta

 

Bangkalan, Lintas Madura (13/06/2013) - PSSI langsung bereaksi pada dugaan "pengaturan skor" yang melibatkan Perseba Super Bangkalan dan Perseta Tulungagung pada partai terakhir grup III Divisi Utama PT Liga Indonesia (11/6).
PSSI berjanji akan segera melakukan investigasi. "Saya sudah perintahkan tim untuk mencari data (kasus tersebut," kata Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla M. Mattalitti kemarin (12/6).

Pada pertandingan tersebut, Perseta mengandaskan tuan rumah Perseba 3-2. Kemenangan tersebut sangat aneh. Ditengarai, Perseba sengaja main sabun alias mengalah. Karena memang sebelum pertandingan, Perseba sudah memastikan lolos ke babak 12 besar.

Pada laga tersebut, wasit Subiantoro asal Samarinda memberikan dua penalti kepada Perseta. Masing-masing pada menit ke-54 dan 88. Sedangkan satu gol lagi yang diciptakan gelandang Perseta Sudarsono berbau offside.

Lawan mendapatkan penalti dan menciptakan gol kontroversial di Stadion Gelora Bangkalan jelas menjadi hal yang mengejutkan. Sebab, dalam enam pertandingan kandang sebelumnya, Laskar Suramadu justru lima kali mendapatkan penalti. Di sisi lain, tidak pernah sekalipun lawan mendapatkan penalti.

Sebelum melawan Perseta, Perseba menang lima kali di Bangkalan. Satu-satunya kekalahan terjadi saat mereka ditekuk pemuncak klasemen Persebaya Surabaya 0-1, 4 Mei lalu.

Hal lain yang mencurigakan adalah laga di Bangkalan molor 10 menit dari jadwal. Ini bisa membuat, Bangkalan bisa memantau pertandingan Deltras melawan Persid Jember serta Persebaya melawan PSBK. Deltras dan PSBK masih berpeluang lolos ke 12 besar. "Kami akan segera melakukan investigasi. Kami tidak mentoleransi hal-hal seperti itu. Kami akan berupaya untuk melakukan penghapusan pengaturan skor," kata Ketua Komisi Disiplin PSSI Hinca Panjaitan.

Kalau bukti-bukti sudah dikumpulkan, PSSI akan menyidang semua yang terlibat dalam pertandingan tersebut pekan depan. "Mungkin hari Rabu (19/6)," imbuh Hinca. Kemenangan itu membuat Perseta lolos ke 12 besar dan menutup peluang Deltras Sidoarjo. Padahal pada hari yang sama Deltras menang telak 4-1 atas Persid Jember di Gelora Delta Sidoarjo. Andai saja laga antara Perseba melawan Perseta berakhir seri, maka Deltras yang melaju. (from JPPN)