SELAMAT UNTUK GARUDA JAYA U-19 YANG MEMBUNGKAM KORSEL 3-2 DALAM LAGA AFC CUP GRUP G

Kamis, 13 Juni 2013

Diduga Main Sabun, PSSI akan Investigasi Perseba vs Perseta

 

Bangkalan, Lintas Madura (13/06/2013) - PSSI langsung bereaksi pada dugaan "pengaturan skor" yang melibatkan Perseba Super Bangkalan dan Perseta Tulungagung pada partai terakhir grup III Divisi Utama PT Liga Indonesia (11/6).
PSSI berjanji akan segera melakukan investigasi. "Saya sudah perintahkan tim untuk mencari data (kasus tersebut," kata Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla M. Mattalitti kemarin (12/6).

Pada pertandingan tersebut, Perseta mengandaskan tuan rumah Perseba 3-2. Kemenangan tersebut sangat aneh. Ditengarai, Perseba sengaja main sabun alias mengalah. Karena memang sebelum pertandingan, Perseba sudah memastikan lolos ke babak 12 besar.

Pada laga tersebut, wasit Subiantoro asal Samarinda memberikan dua penalti kepada Perseta. Masing-masing pada menit ke-54 dan 88. Sedangkan satu gol lagi yang diciptakan gelandang Perseta Sudarsono berbau offside.

Lawan mendapatkan penalti dan menciptakan gol kontroversial di Stadion Gelora Bangkalan jelas menjadi hal yang mengejutkan. Sebab, dalam enam pertandingan kandang sebelumnya, Laskar Suramadu justru lima kali mendapatkan penalti. Di sisi lain, tidak pernah sekalipun lawan mendapatkan penalti.

Sebelum melawan Perseta, Perseba menang lima kali di Bangkalan. Satu-satunya kekalahan terjadi saat mereka ditekuk pemuncak klasemen Persebaya Surabaya 0-1, 4 Mei lalu.

Hal lain yang mencurigakan adalah laga di Bangkalan molor 10 menit dari jadwal. Ini bisa membuat, Bangkalan bisa memantau pertandingan Deltras melawan Persid Jember serta Persebaya melawan PSBK. Deltras dan PSBK masih berpeluang lolos ke 12 besar. "Kami akan segera melakukan investigasi. Kami tidak mentoleransi hal-hal seperti itu. Kami akan berupaya untuk melakukan penghapusan pengaturan skor," kata Ketua Komisi Disiplin PSSI Hinca Panjaitan.

Kalau bukti-bukti sudah dikumpulkan, PSSI akan menyidang semua yang terlibat dalam pertandingan tersebut pekan depan. "Mungkin hari Rabu (19/6)," imbuh Hinca. Kemenangan itu membuat Perseta lolos ke 12 besar dan menutup peluang Deltras Sidoarjo. Padahal pada hari yang sama Deltras menang telak 4-1 atas Persid Jember di Gelora Delta Sidoarjo. Andai saja laga antara Perseba melawan Perseta berakhir seri, maka Deltras yang melaju. (from JPPN)

Rabu, 12 Juni 2013

Meskipun Kalah Perseba Melenggang Ke 12 Besar Divisi Utama

Pemain Perseba rayakan keberhasilan lolos 12 besar

Bangkalan, Lintas Madura (12/06/2013) - Meskipun didera kekalahan di kandang sendiri, Perseba Super Bangkalan tetap mantap melenggang ke 12 besar Divisi Utama Liga Indonesia. Hal ini dikarenakan Perseba sukses berada di peringkat 2 dengan 22 poin.

Sementara Perseta Tulungagung juga lolos ke 12 besar dengan poin 22 namun kalah selisih gol dengan Perseba Bangkalan. Lolosnya Perseta ini menghanguskan ambisi Deltras Sidoarjo yang menang besar atas Persid Jember kemarin sore 4-1. Namun tetap gagal lolos karena hanya mengoleksi 21 poin.

Perseta sukses lolos setelah dalam pertandingan terakhsirnya di Grup III kemarin sore menang atas Perseba Bangkalan 3-2 di SGB. Di pertandingan 12 besar nanti Perseba bakal berada di Grup C bersama Perseru Serui, PSIS/PSCS, dan Rheza MP.  Juara grup dan peringkat ke-2 terbaik akan lolos ke semifinal yang juga berpeluang promosi ke ISL tahun depan. (mam/lm)

Pamekasan Banjir, Sekolah Diliburkan

Luapan air di SD Jungcangcang _sumber foto: metronews.com

Pamekasan, Lintas Madura (12/06/2013) Banjir yang melanda Kota Pamekasan kemarin membuat sebagian aktivitas masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tercatat beberapa sekolah terpaksa diliburkan di Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan.

Banjir kali ini melanda dua kecamatan di Kabupaten Pamekasan Selasa, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Senin. Kecamatan yang dilanda banjir itu masing-masing Kecamatan Kota Pamekasan dan Kecamatan Pademawu.

Banjir ini diakibatkan Sungai Kalisemajid meluap.  Ketinggian air mencapai hampir dua meter. Sampai tadi malam hujan terus mengguyur Pamekasan dan Madura umumnya. Sampai siang kemarin belum ada tanda-tanda banjir akan surut, bahkan genangan air cenderung makin tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan melakukan pendataan setidaknya terdapat lebih 1.600 kepala keluarga di dua kecamatan tersebut menjadi korban banjir. Ketinggian air diperkirakan mencapai 30-40 cm. (tim)

Selasa, 11 Juni 2013

TKW Bangkalan Meninggal dalam Rusuh KJRI Jedah, Arab Saudi

Sumber foto : kompas.com

Bangkalan,Lintas Madura (11/06/2013)- Rusuh massa dan aksi pembakaran di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi,Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kemarin memakan korban TKW asal Bangkalan Madura yakni Marwah binti Hasan (55 tahun). Menurut keterangan dari Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Departemen Luar Negeri (Deplu) Tatang Razak kepada media nasional, korban tewas setelah terdesak saat kericuhan terjadi.

Saat ini jenazahnya sedang dalam proses pemulangan ke tanah air. Pihak KJRI telah berkoordinasi dengan putri korban, namun mereka masih harus memastikan nama dan identitas korban.
“Berdasarkan keterangan dari putrinya, korban masuk ke Arab Saudi melalui umroh pada 2005. Sejak itulah, beliau tidak memiliki dokumen,” ujar Tatang.

Aksi kerusuhan itu berawal dari TKI yang memaksa masuk gedung KJRI. Bahkan beberapa orang nekat berusaha memanjat pagar kawat KJRI. Namun, petugas KJRI berhasil bertahan dan menghalau massa yang terus berusaha untuk masuk ke gedung KJRI. Puncaknya saat kemarin massa yang kepanasan dengan suhu 45 derajat ngantre mulai pagi.

Hal ini terjadi saat Pemerintah Arab Saudi memberikan kebijakan amnesti terhadap seluruh warga negara asing yang overstay. KBRI dan KJRI Jeddah memberikan pelayanan dengan memfasilitasi dan melakukan pendataan bagi WNI yang overstay. KJRI membantu memberikan dokumen keimigrasian. Massa yang datang  mencapai puncaknya sampai lebih dari 12 ribu orang kemarin.

Migrant Care:Buruknya Pelayanan KJRI
Direktur Eksekutif Migrant CARE, Anis Hidayah menegaskan insiden kemarahan buruh migran Indonesia di KJRI Jeddah merupakan puncak akumulasi kemarahan terhadap bobroknya pelayanan selama masa amnesty (pengampunan). Belum lagi, ribuan buruh migran Indonesia setiap hari terpaksa berjemur dalam terik matahari bersuhu rata-rata diatas 40 derajat celcius selama mengantri di luar gedung KJRI Jeddah tanpa ada tenda, air minum serta pelayanan medis.

Sementara itu KJRI telah mengklaim menambah petugas loket dan petugas serta mengklaim telah memproses dokumen 49.000 lebih orang. Diperkirakan sekitar 100.000 lebih WNI yang akan mengurus paspor di KJRI  (tim/lm dari beberapa media)

Senin, 10 Juni 2013

Meski Pro Kontra; Perda Bacalis Al-Quran Tetap Disahkan


Sumenep, Lintas Madura- Meskipun penuh dengan pro dan kontra dari berbagai kalangan, Perda Baca Tulis Al-Quran di Sumenep hari ini tetap disahkan DPRD setempat. Dalam perda tersebut disebutkan kewajiban bagi anak SD untuk bisa baca Al-Quran. Selain itu sebagai konsekuensi dari penerapan Perda nanti Pemkab harus mengalokasikan anggaran bagi honor para guru ngaji di Sumenep lebih baik.

Menurut Ketua DPRD Sumenep, KH Imam Hasyim kepada beberapa media perumusan Perda bebas buta aksara Al Qur'an ini karena keprihatinan terhadap beberapa siswa di kota Sumenep yang membaca Al Qur'an. Untuk itu menurutnya, nanti siswa SD di tes baca Al-Quran, kalau belum bisa maka dapat dibina dan akan diberikan semacam sertifikat.Dengan 'melek' baca tulis Al Qur'an mulai usia pendidikan dasar, diharapkan apabila masuk ke sekolah menengah dan sekolah lanjutan, sudah menguasai baca Al Qur'an.

Namun Perda ini tidak bisa langsung bisa diterapkan, karena masih menunggu Peraturan Bupati yang mengatur lebih operasional. Kemungkinan masih bisa dilakukan pada tahun ajaran 2014/2015 nanti.

Sebelumnya perumusan Perda ini mendapat penolakan dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa yang tergabung dalam PMII Sumenep. Menurut aktivis PMII Sumenep, Khoirul Anwar perda ini memicu konflik sosial dan kecemburuan keberagamaan " Sumenep kan bukan hanya milik umat Islam, apalagi di kalangan umat ini masih terjadi pro kontra", tegasnya

Justru ia berharap DRPD lebih elegan kalau memikirkan kebutuhan riel masyarakat kecil daripada sibuk ngurusi hal yang tidak jelas dan parsial. Banyak hal yang perlu diperhatikan seperti praktik prostitusi terselubung yang ada di sejumlah rumah kos dan hotel yang tersebar di sejumlah titik kota Sumenep. “Nah kalau ini kan kepentingan bersama. Semua agama pasti tidak mengajarkan umatnya membuka praktik prostitusi,”tegasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan “Jika mereka peduli, mestinya sudah lama menerbitkan peraturan tentang maraknya pembangunan pasar modern, karena pasar tradisional akan mati. Padalah itu sudah sering disuarakan,” ungkapnya.

Sementara itu DPKS melalui salah satu anggotanya dalam media sosial mengatakan akan segera menggelar FGD (Focus Group Discussion) yang khusus membahas disahkan Perda tersebut, padahal belum maksimalnya uji publik terkait perda tersebut. (tim/lm)

Minggu, 09 Juni 2013

Mengagetkan Warga; Gas Elpiji Tembus Rp.20.000,00


Sumenep, Lintas Madura (09/06/2013)- Menjelang kenaikan harga BBM yang akan segera dipatok pemerintah pertengahan bulan ini, ternyata didahului kenaikan harga gas jenis melon (3 kg) sejak seminggu terakhir. Kenaikan harga di tingkat pengecer naik dahsyat dan mengagetkan warga.

Kenaikan di tingkat pengecer pertengahan dan akhir bulan lalu mencapai 15 sampai 16 ribu rupiah ukuran 3 kg. Sementara awal bulan ini telah merangkak naik menjadi 18-20 ribu di tingkat pengecer. Kenaikan yang tidak disangka ini menimbulkan pertanyaan di tingkat warga, apakah nanti harga gas terus akan naik seiring dengan isu kenaikan harga BBM bersubsidi.

Salah seorang pemilik toko (pengecer) di Jalan Agus Salim Sumenep,Lina mengatakan kenaikan ini karena gas memang agak langka dan berkurang, sementara permintaan dari pelanggan seperti biasanya. Selain itu menurutnya dari agen gas juga harganya naik, jadi otomatis juga dinaikkan." gimana lagi kalau memang harga naik, sementara barangnya agak berkurang", jelasnya

Bahkan menurut informasi di kepulauan saat ini banyak warga yang telah beralih ke kayu bakar akibat dari langkanya dan tingginya harga Gas Elpiji 3 kg. Harga Gas di kepulauan sampai mencapai 27.000 -30.000/ 3kg (mam/lm)

Sabtu, 08 Juni 2013

Laga Indonesia vs Belanda; Jalanan di Sumenep Agak Sepi


Sumenep,Lintas Madura (08/06/2013)- Laga persahabatan internasional antara tim nasional Indonesia vs Belanda, Jumat Malam (07/06/2013) di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta serta ditayangkan langsung RCTI itu ternyata menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Nampak di jalan raya dan jalan-jalan utama di Sumenep sepi dari lalu lintas mulai pukul 20.00 sampai jelang 22.30. Hal ini dimungkinkan masyarakat tersedot menyaksikan laga penuh bintang tersebut.

Laga Indonesia versus Belanda menarik untuk disaksikan masyarakat, dikarenakan selain memang ingin menyaksikan penampilan bintang-bintang sepak bola dunia semacam Van Persie, Rubben yang telah tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia, juga ketertarikan karena Belanda adalah negara yang lekat dengan sejarah bangsa Indonesia.

Menurut salah seorang pedagang makanan kecil yang sering nongkrong di taman adipura Sumenep, Agus menuturkan bahwa tadi malam jam 8 (delapan) malam dagangannya ditutup sementara untuk menyaksikan Indonesia vs Belanda di televisi. "rombong" saya tinggal dulu nyari tv yang dekat untuk lihat bola. Iya ingin lihat penampilan timnas dan Belanda yang dulu menjajah kita", cetusnya. (mam/lm)