SELAMAT UNTUK GARUDA JAYA U-19 YANG MEMBUNGKAM KORSEL 3-2 DALAM LAGA AFC CUP GRUP G

Senin, 20 Mei 2013

Minta Madura Dibangun Cepat, KH Fuad Amin Masih Istikharah Pilgub

KH Fuad Amin Imron dalam suatu acara

Tokoh kharismatik Madura asal Bangkalan yang juga mantan Bupati Bangkalan, KH Fuad Amin Imron minta pada calon Gubernur Jawa timur yang akan bertarung di Pilgub Agustus mendatang untuk melakukan percepatan pembangunan Madura pasca Suramadu. "ya saya cuma titip pesan untuk calon gubernur yang akan ikut pilgub, agar Madura dibenahi secepatnya, kalau perlu dibentuk lembaga baru seperti Badan Pembangunan Madura, dan bubarkan BPWS, kan tidak ada gunanya lagi," pintanya di hadapan beberapa media.

Ditanya soal dukungannya pada Pilgub mendatang, KH Fuad menjelaskan akan melakukan istikharah dulu. Menurut KH Fuad Amin, yang akan bertarung di Pilgub rata-rata orang NU dan temannya sendiri. Khofifah ketua Muslimat yang punya kemampuan, Saifullah Yusuf juga NU, Said Abdullah adalah asli Madura yang juga NU.

Ditanya soal statemen sebelumnya yang pernah mengatakan akan mendukung penuh Khofifah,KH Fuad mengatakan "Seandainya Khofifah dengan Hasan Aminuddin atau Abdul Halim Iskandar (Ketua DPW PKB), saya dukung penuh. Tapi ternyata gandengan dengan Herman, saya putuskan saat ini netral dulu dan menunggu istikharah," tegasnya. Namun pihaknya memuji mantan Kapolda Herman Suryadi Sumawiredja yang merupakan sosok polisi yang tegas, berwibawa, dan jujur.

Pilgub Jatim akan digelar 29 Agustus mendatang secara serentak di Jawa Timur. Sampai saat ini ada tiga pasangan calon dari Parpol yang akan bertarung, yakni Khoir (Khofifah-Herman), Bangsa (Bambang DH-Said Abdullah), dan Karsa (Soekarwo-Saifullah Yusuf). Sedangkan pasangan dari perseorangan adalah Eggy Sudjana-M. Sihat. (mam/lm)

Minggu, 19 Mei 2013

Tampil Memukau, Persepam MU Masih Belum Beruntung


Madura, Lintas Madura (19/05/2013)- Tampil memukau dengan sokongan pemain asing seperti Linkers, Christoper Gomes, dan Konte, Persepam MU belum beruntung mencapai target mencuri poin di Stadion Jalak Harupat Bandung setelah kalah dari tuan rumah Persib Bandung 1-2 hari ini. Tampil dibawah tekanan 40 ribu pendukung bobotoh, PMU bermain tenang pada awal babak pertama.

Aksi pemain anyar Linkers memukau dengan terus melakukan akselarasi merepotkan pertahanan Persib Bandung. Namun, Linkers kurang didukung oleh Konte yang masih dinilai kurang padu, sehingga Linkers kebanyakan bekerja sendiri.

Sebaliknya melalui serangan yang apik, pada menit ke -7 Persib membuka gol lewat tendangan keras M Ridwan setelah dapat umpan dari Supardi melewati kawalan Abubakar Sillah. Gol ini disambut gemuruh ribuan the Viking yang memadati stadion.

Persib menggandakan keunggulan lewat striker mereka Sergio van dik, akibat bola terpental dari tangkapan penjaga gawang PMU, A Kevlan. Kedudukan ini berakhir sampai turun minum.

Di babak kedua, PMU memasukkan Issac Jober menggantikan Amandou Konte yang dinilai lamban dan kurang greget. PMU mulai menemukan bentuk permainan. Berkali-kali serangan mengancam gawang I Made Wirawan. Melalui skema serangan yang apik, Christoper Gomes membobol gawang Persib pada menit 58 setelah mendapat soloran bola dari Zainal Arif.

Hampir saja PMU membobol gawang Persib lewat tandukan Zainal Arif, umpan dari Linkers namun masih ditepis penjaga gawang Persib I Made Wirawan. Kembali pada menit ke 78 Zainal Arif menyundul bola umpan dari Gomes namun masih menyamping.

Pertandingan sempat terhenti, karena ulah suporter Persib yang menyalakan kembang api sehingga asapnya menutupi pandangan pemain. Sampai akhir pertandingan berakhir dengan 2-1 untuk Persib Bandung.(mam/lm)


Minggu Pagi di Taman Kota Sumenep; Alternatif Rekreasi Mingguan


                                                            Suasana taman bunga adipura Sumenep
 
Minggu pagi di seputar taman kota Sumenep selalu dijadikan ajang bersantai ria bagi masyarakat Sumenep dan sekitarnya. Hal ini nampak dari banyaknya masyarakat yang menjadikan taman kota atau akrab dengan istilah Taman Adipura itu sebagai tempat rekreasi mingguan. Di taman adipura kota Sumenep tiap hari minggu pagi memang lain dari biasanya. Selain dapat menikmati segarnya udara di dalam taman kota itu di tengah lingkungan tempat tinggal kita yang telah banyak polusi, juga dapat menjadi hiburan bagi anak-anak kita. Puluhan layanan odong-odong, skuter anak, dan berbagai bentuk permainan anak tersedia.

Selain itu, kita dapat dengan santai menikmati berbagai macam kuliner yang dijajakan di taman ini. Bahkan, mulai beberapa bulan terakhir lalu, seratus meter ke timur taman adipura, menuju "labeng mesem" keraton Sumenep, pengunjung tiap minggu pagi akan dimanjakan dengan tenda-tenda yang menyediakan berbagai kuliner ala Madura dan Sumenep, aneka asesoris, dan produk-produk asli lokal Sumenep.

Salah  satu pengunjung taman Adipura Sumenep asal Kota Malang, Ibu Novita yang  sering ke Sumenep karena mengunjungi saudaranya yang bertugas di Sumenep sudah tiga kali berkunjung saat Minggu pagi, merasa terhibur dengan aneka makanan tradisional yang dijajakan di pasar minggu depan GNI Sumenep itu. " iya ini saya mesti cari makanan kayak urap itu, terus ada sambelnya, wah enak sih!", tuturnya pada media ini. Ia juga sering membawa pulang ke Malang jajanan asal Sumenep seperti kripik singkong, kripik gayam dan lainnya.

                                                            Pasar minggu dekat taman adipura Sumenep
Sementara itu pengunjung lainnya, Saleh yang merupakan warga Kota Sumenep menilai, keberadaan taman kota dan pasar minggu di minggu pagi cukup menghibur bagi masyarakat, namun yang perlu dapat perhatian adalah penataan parkir yang masih semrawut dan keberadaan odong-odong yang kadang mengganggu jalur lalu lintas. " yang perlu diatur itu odong-odong yang sering menutup jalan. Saya kira perlu diatur jalurnya itu", tegas saleh yang berprofesi sebagai seniman itu. (mam/lm)

Sabtu, 18 Mei 2013

Diminta Tambah Pelayanan, Buku Perpustakaan Pemkab Banyak yang Raib

                                                             Kantor Perpustakaan dan Arsip Sumenep            
Keberadaan perpustakaan milik Pemkab Sumenep diminta untuk menambah pelayanan pada masyarakat. Pelayanan yang dimaksud adalah dengan menambah waktu pelayanan, yang biasanya seperti jam dinas Pemkab agar bisa buka sampai malam hari. Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan pada masyarakat utamanya anak didik dan elemen masyarakat lainnya untuk bisa mengunjungi perpustakaan saat  malam hari, karena kalau hanya siang hari banyak masyarakat seperti pelajar dan lainnya tidak sempat atau tidak bisa mengunjungi perpustakaan karena jam sekolah dan jam dinas. Hal ini disampaikan Dewan Pendidikan Sumenep (DPS), melalui salah satu anggotanya A Firdaus.

Menurut Firdaus,  perpus yang dikelola Pemkab Sumenep maksimal ditutup pada pukul 23.00 Wib.Ia juga mengharapkan perpustakaan dapat menambah koleksi buku guna memenuhi kebutuhan masyarakat pembaca.

Sementara di pihak lain, salah seorang praktisi pendidikan Sumenep, Imam, mendesak pengelola perpus untuk ke depan tidak hanya berkutat pada buku sebagai sumber referensi. "Perpustakaan di era teknologi informasi seperti sekarang idealnya menjadi pusat referensi manual maupun online bagi masyarakat, artinya kalau masyarakat butuh referensi maka perpustakaan menjadi sumber yang bisa menyediakan dengan cepat", tegasnya.

Menurut Imam, perpustakaan pemkab punya peluang dan potensi untuk maju dan berkembang sesuai dengan tuntutan teknologi. " dulu ada layanan internet murah di perpustakaan, tapi sekarang tinggal menyediakan buku. Itu pun untuk buku-buku terbitan baru sangat terbatas. Saya kira pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi sudah saatnya dipikirkan" lanjut Wakil Ketua PGNU ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Sumenep, Agus Putra menegaskan, belum dapat memenuhi permintaan untuk menambah jam buka Perpustakaan Daerah hingga larut malam. Jam buka Perpus hanya berlangsung hingga pukul 16.00 Wib sama dengan jam kerja PNS. Untuk memenuhi kebutuhan masyatakat diluar itu, dioptimalkan perpustakaan keliling ke beberapa wilayah Kecamatan sesuai permintaan masyarakat.

Banyak Buku Hilang 
Yang paling naif di tengah desakan peningkatan pelayanan, justru  banyak koleksi buku di perpustakaan milik pemkab itu yang raib karena tidak dikembalikan oleh peminjam. Menurut kabar dari beberapa media, setidaknya terdapat kurang dari 300 judul buku yang belum dikembalikan oleh peminjamnya. Peminjam buku yang tidak mengembalikan itu beragam status dan dari berbagai wilayah, sehingga menyulitkan untuk dihubungi.

Untuk meminjam buku di perpustakaan milik Pemkab Sumenep itu hanya diperuntukkan pada anggota yang telah mempunyai kartu anggota dan menunjukkan identitas lain pada saat meminjam buku. Menurut aturan tata tertib yang ada, waktu meminjam buku perpustakaan satu buku dibatasi hanya 3 hari saja. Peminjam akan dikenai denda kalau telat mengembalikan. Kebanyakan pengunjung perpustakaan dari kalangan mahaiswa, pelajar dan umum untuk mencari referensi bagi kepentingannya (tim/lm)

Jumat, 17 Mei 2013

Siswa SMAN 1 Lenteng, Faridatul Jannah Pelajar Berprestasi Karate di Jawa Timur



                                             Faridatul Jannah (kanan) pada seleksi O2SN Sumenep


Sumenep, Lintas Madura (17/05/2013)- Salah seorang siswi SMAN 1 Lenteng Sumenep, Faridatul Jannah menorehkan prestasi spektakuler buat daerahnya (Sumenep), karena berhasil merebut medali perak cabang karate kelas 51 kg putri pada O2SN tingkat Jawa Timur beberapa waktu lalu. Di final Faridatul Jannah kalah dari karateka Surabaya. Prestasi ini membuat siswi yang duduk di kelas XI IPA ini akan mewakili daerah ini dalam Pekan Olah Raga Provinsi Jawa Timur (Porprov) di Madiun tahun 2013 ini.

Melihat penampilan anak didiknya, pembina olah raga SMAN 1 Lenteng, Nurul Ependi optimis anak didiknya tersebut  akan merebut medali pada ajang porprov mendatang. " saya yakin Rida akan berbuat banyak pada porprov Jatim mendatang untuk mengharumkan nama Sumenep", tandas.

 Untuk itu pihaknya sejak awal terus memberikan motivasi pada anak didiknya giat berlatih agar meraih prestasi lebih baik. " ya tiap saat terutama pada waktu pelajaran olah raga saya selalu memberikan motivasi dan saya telah memberikan penghargaan nilai yang tinggi karena dia berprestasi" tegas Nurul.

Sementara itu sebagai pelecut bagi siswa yang lain, SMAN 1 Lenteng telah memberikan penghargaan pada Faridatul Jannah berupa piagam dan uang saku. Penghargaan  tersebut langsung diberikan pada saat peringatan hari Pendidikan Nasional tempo hari. "Meskipun penghargaan dari sekolah tidak seberapa, minimal ini jadi penanda bagi siswa yang berprestasi di bidang apapun, sekaligus sebagai penambah motivasi bagiya untuk lebih maju", tegas Wakasek Kesiswaan SMA Lenteng, Abd. Shamad,S.Pd (mam/lm)



Kamis, 16 Mei 2013

Khofifah Indar Parawansa-Herman Sumawiredja (Khoir) Akan Dapatkan Hak Politiknya di Pilgub 2013

                                                      pasangan KHOIR yang akan bertarung dalam Pilgub 2013 mendatang

Madura, Lintas Madura (16/05/2013)- Orang yang ditunggu-tunggu masyarakat Jawa Timur untuk mendampingi Khofifah Indar Parawansa dan Pilgub 2013 ini terkuak, setelah Kemarin daftar di KPU Jawa Timur. Cagub yang akan mendampingi Khofifah adalah mantan Kapolda Jatim Irjen (Purn) Herman Sumawiredja.

Dengan menggunakan jilbab warna merah dan kombinasi batik begitu pula Herman Sumawiredja waktu datang ke KPU Jatim, mereka mengistilahkan dengan pasangan Khoir.

Khofifah yang diantar oleh sejumlah pengurus parpol pendukung, memohon doa dan restu pada pendukungnya yang berjumlah ratusan orang yang memadati KPU, serta seluruh masyarakat Jawa Timur.

Sementara itu, Herman Sumawiredja menjelaskan menerima pinangan Khofifah unuk memperbesar peluang pasangan ini agar meningkatkan kesejahteraan rakyat Jawa Timur.

                                          pasangan Khofifah dan Herman yang mendaftar ke KPU Jatim

Saat ini Komisioner KPU Jatim sedang melakukan pemeriksaan sejumlah berkas dukungan dari Partai Politik.Persyaratan sebagai bakal calon harus memiliki 15 persen suara maka ditambah dengan sejumlah partai non parlemen. Pasangan Khoir didukung oleh PKB yang memiliki suara 12,26 persen, PKPB (1,48 persen), PKPI (0,87 persen), PK (0,50 persen) dan PMB (0,20 persen).  Kemudian PPNUI sebanyak 0,24 persen. Total dukungan mencapai 15, 55 persen.

Khofifah Indar Parawansa bersama barisan ulama, ormas, dan elemen lain meyakini akan mendapatkan hak politiknya yang terempas 2008 lalu sebagai Gubernur Jawa Timur. Hal ini tidak mustahil, dikarenakan pasangan Khoir (Khofifah dan Herman) mendapat dukungan basis massa riel yakni kaum perempuan Jatim, ormas NU, Muslimat dan Fatayat NU dan elemen ormas yang sevisi dengan NU. Sementara Herman adalah mantan Kapolda Jatim pada saat Pilgub 2008 lalu. Bahkan komentar beberapa pihak mengatakan bahwa mantan Kapolda itu tahu betul proses pilgub 5 tahun lalu beserta kecurangannya, jadi antisipasi untuk itu pasti dilakukan.

Pilgub Jatim rencananya akan dilaksanakan tanggal 29 Agustus 2013 mendatang. Sampai saat ini ada tiga calon cagub yang mengemuka diusung sejumlah parpol, yakni Bambang DH- Said Abdullah (BangSaid), Khofifah Indar Parawansa-Herman Sumawiredja (Khoir), dan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa jilid II). Sementara untuk calon perorangan, sampai saat ini belum ada yang mendaftar (tim/lm)

Rabu, 15 Mei 2013

Manakar Problem Petani Rumput Laut di Madura yang Sering Rugi

                                                                          petani rumput laut yang sedang memanen tanamannya


Lintas Madura, 15/05/2013-Rumput laut atau ‘bulung’ (Madura) merupakan salah satu primadona produk unggulan di Madura terutama di masyarakat pesisir. Sejak dibudidayakannya rumput laut di kalangan petani, masyarakat yang semula hanya  sebagai nelayan biasa atau buruh di kampung pesisir nelayan, banyak beralih profesi menjadi petani, penjual, atau sekedar buruh di komoditi ini.
Sebuah prospek yang luar biasa ada di rumput laut, karena merupakan bahan ekspor ke luar negeri.  Lahan pertanian rumput laut menyebar dan membudidaya di beberapa tempat di Madura bahkan sampai kepualauan. Saking berpeluangnya, di Sumenep dibangun gedung megah untuk pengolahan rumput laut meskipun sampai saat ini belum beroperasi.
Namun, terakhir ini, petani rumput laut agak merugi disebabkan cuaca yang kurang mendukung. Persoalan petani memang klasik, mulai dari pemodalan, tanaman rusak karena cuaca, dan harga yang ajlok pasca panen. Seperti yang diutarakan petani asal Bluto, Pandi  yang sering merugi karena cuaca ekstrim saat ini. Ia pun harus beralih profesi sejenak ke peladang. “ iya kan cuaca kurang baik, jadi ke kebun dulu “, katanya dengan logat Madura kental.
Ia pun berharap berbagai pihak agar ke depan petani rumput laut dapat lebih sejahtera dengan bantuan dan pemberdayaan dari instansi terkait. (mam/lm)