Senin, 13 Mei 2013
Divisi Utama Liga Indonesia: Perseba Super Bungkam Deltras 4-1
Tampil di hada pan ribuan K-conk mania yang memadati tribun SGB, Perseba Super Bangkalan yang diperkuat oleh tiga pemain asing, Danilo, Ferry Somah, dan Victor, langsung menggebrak pertahanan Deltras Sidoarjo. Serangan-serangan Perseba merepotkan kiper Deltras Afriyanto.
Serangan Perseba baru dikonversi menjadi gol di menit akhir babak I. Melalui pemain depan Fandi Ahmad pada menit ke-43 yang lepas dari kawalan Doumbia, tendangan lambung Fandi membobol gawang Deltras.
Perseba kembali membobol gawang Deltras pada menit ke-55. Umpan Danilo dari tendangan sudut, Ferry Somah berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Gol ketiga Perseba kembali diciptakan Ferry Somah setelah berhasil mengelabui kiper Deltras. Namun tidak bertahan lama, tepatnya pada menit ke-64, Deltras berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3.
Perseba menambah pundi-pundi golnya lewat titik putih pinalti setelah terjadi pelanggaran di kotak pinalty Deltras. Danilo dengan mudah membobol gawang Deltras. Hasil ini membuat Perseba naik ke posisi dua klasemen sementara dengan nilai 18. Pertandingan berikutnya Deltras akan ditantang Persid Jember di Jember (mam/lm)
Skuad Persepam MU Terbentuk, Besok akan Hadang Tuan Rumah Persita
Skuad Persepam Madura United yang akan melakoni laga ISL putaran ke dua terbentuk sudah. Bermaterikan pemain muka lama, tetapi ada 6 pemain muka baru yang akan memperkuat PMU selama putaran ke dua nanti. Kuota lima pemain asing, baik Asia maupun non Asia sudah terpenuhi. Pemain baru yang dikontrak adalah Amadou Konte asal Mali atau Emile Emanuel Linkers dari Belanda (striker), Christoper Gomes (gelandang pengganti Adelmund), Ali Khadafi (Togo) dan Abubakar Silah (posisi belakang asal Australia).
Sementara untuk kuota pemain lokal nasional, yang sudah tanda tangan kontrak adalah Aditya Putra Dewa (PSM Makasar) dan Slamet Riyadi, bekas pemain PSPS Kampar Riau.
Dengan tambahan pemain baru, Pelatih PMU, Daniel Rukito menargetkan hasil maksimal di paruh kedua ISL dan bersaing di 10 besar klasemen akhir. "Semula target kita tidak muluk-muluk, cukup tidak terdegradasi. Namun sekarang target kami lain, yakni bertahan di 10 besar," tandasnya.
Besok akan Hadang Persita
Kemampuan skuad baru Persepam MU akan diuji di hadapan publik besok sore (14/05) menghadapi tuan rumah Persita Tangerang di Kuningan. " Tentu ini sebagai uji perdana kemampuan sesungguhnya pemain-pemain baru yang dikontrak, yang jelas publik Madura akan melihat proses dan hasilnya nanti " ujar Pengamat Bola asal Lenteng Sumenep, Abah Ryan.
Menghadapi Persita yang pada putaran pertama PMU kurang bermain bagus, harus jeli dan penuh semangat untuk merebut poin, kalau perlu poin penuh. " Dua hari ini, tim-tim Jawa Timur kandas oleh lawan-lawannya, Persela takluk dari Persib 1-3, dan Arema dibekuk Persipura di kandang sendiri 1-2, maka kesempatan bagi PMU untuk unjuk kekuatan baru menghadang tuan rumah Persita", lanjut Abah Ryan yang juga pendukung berat Laskar Sape Kerap ini. (mam/lm)
Minggu, 12 Mei 2013
Persepam Muda Taklukan Tuan Rumah Gresik United; Persebo Kandaskan Persid 1-0
(Foto : fb persepam)
Madura, Lintas Madura (12/05/2013)- Persepam Madura United U-21 berhasil menaklukkan tuan rumah Gresik United 2-0 di laga ISL U-21 kemarin. Bermain taktis PMU Muda berhasil merepotkan pertahanan Gresik United sejak babak awal. Kedua gol Persepam MU dicetak Tamo menit ke 1 dan Raka Prasetyo menit ke 43. Dengan kemenangan meyakinkan ini, PMU Muda beranjak ke posisi ke dua klasemen sementara dibawah Persija U-21.
Sementara di tempat terpisah, laskar Persebo Sumekar yang tertatih-tatih di papan bawah klasemen Divisi Utama, kemarin berhasil menang atas tamunya Persid Jember 1-0. Dengan kemenangan ini Persebo naik ke posisi 7, sementara Persid terjungkal di juru kunci. (mam/lm)
Madura, Lintas Madura (12/05/2013)- Persepam Madura United U-21 berhasil menaklukkan tuan rumah Gresik United 2-0 di laga ISL U-21 kemarin. Bermain taktis PMU Muda berhasil merepotkan pertahanan Gresik United sejak babak awal. Kedua gol Persepam MU dicetak Tamo menit ke 1 dan Raka Prasetyo menit ke 43. Dengan kemenangan meyakinkan ini, PMU Muda beranjak ke posisi ke dua klasemen sementara dibawah Persija U-21.
Sementara di tempat terpisah, laskar Persebo Sumekar yang tertatih-tatih di papan bawah klasemen Divisi Utama, kemarin berhasil menang atas tamunya Persid Jember 1-0. Dengan kemenangan ini Persebo naik ke posisi 7, sementara Persid terjungkal di juru kunci. (mam/lm)
Kasus Kepala Kemenag Pamekasan :Belum Ada Reformasi Birokrasi di Kemenag?
Ribuan warga yang tuntut Kepala Kemenag Pamekasan dipecat (foto:detiknews)
Pamekasan, Lintas Madura (12/05/2013)- Tuntutan ribuan guru
yang bernaung di Kementerian Agama Pamekasan
agar Kepala Kemenag Pamekasan mundur dan dipecat dari jabatannya seharusnya jadi bahan evaluasi
bagi menteri dalam mengangkat pejabat kemenag. Karena selama ini kantor
kementerian agama yang mempunyai motto “ ikhlas beramal” itu kerap mendapat
protes dari warga dan dari internal kemenag sendiri.
Tuntutan dan protes dari warga seperti yang terjadi kemarin
di Pamekasan, bukan hanya isapan jempol, tidak ada makna, tetapi disebabkan
perilaku oknum pejabat khususnya di kemenag yang kerap melakukan tindakan yang
tidak mengenakkan. Catat saja misalnya, pemotongan gaji pegawai sebesar Rp. 100.000,00 dengan dalih untuk
membiayai Hari Amal Bakti (HAB) akhir tahun lalu dan awal tahun ini.
Kasus ini kemudian berujung pada aksi kekerasan pada seorang
wartawan di Pamekasan atas pemberitaan yang dianggap tidak mengenakkan bagi
Kepala Kemenag Pamekasan. Masalah ini
pun sampai ke meja hijau.
Isu yang santer beberapa hari terakhir, adalah pemotongan
gaji pegawai dengan dalih iuran koperasi baru di kantor kemenag, padahal di
kemenag sudah ada koperasinya.
Kemenag Harus Evaluasi Massal Nasional
Perilaku tidak terpuji yang ditunjukkan oknum pejabat di
kemenag menunjukkan kemenag belum maksimal melakukan reformasi birokrasi. Seperti
yang disampaikan pegiat Lembaga Kajian Agama dan Demokrasi (LeKAD) Madura, Imam
mengatakan bahwa opini yang selama ini
muncul di masyarakat bahwa kemenag adalah lembaga yang mengurusi urusan surga,
tapi banyak penyamun di dalamnya bisa jadi betul, karena belum secara nyata
melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. “ ya itu kebiasaan lama di
kalangan pejabat kita kan masih kuat, mau melayani kalau ada duit, kalau
ternyata bisa dimudahkan kenapa harus sulit, tapi yang harus ngerti “,
selorohnya.
Imam menambahkan kasus-kasus pungutan di luar prosedur yang kerap
menimpa kantor kemenag di beberapa daerah. Seperti masalah haji, lambatnya pemberian tunjangan
profesi pada guru yang telah sertifikasi , yang sedianya diberikan tiap 3 bulanan,
bisa molor sampai satu tahunan atau dua tahun plus potongan-potongan yang
kurang beralasan ketika ada kunjungan pejabat ke daerah sangat mengemuka.
Untuk itu tindakan-tindakan seperti ini seharusnya jadi
bahan evaluasi diri secara massal yang bersifat nasional oleh menteri. “ jangan
hanya didiamkan, perilaku oknum pejabat yang sering begitu sangat menciderai
institusi dan reformasi. Menteri harus respek dan cepat mengambil keputusan,
artinya pejabat yang nakal dan a-reformis harus dihentikan”, tambahnya.
Ia meminta menteri dan pejabat di tingkat Kanwil untuk
benar-benar melakukan seleksi objektif dan menyeluruh menyangkut prestasinya,
track recordnya, dan kalau perlu ada berita acara untuk tidak korup waktu dia
menjabat saat mau mengangkat pejabat di lingkungan kerjanya. (tim/lm)
Jumat, 10 Mei 2013
Kehadiran Minimarket di Kampung : Menguntungkan atau Mematikan?
(Banner warga yang menolak kehadiran minimarket di kampungnya.Sumber Foto : Radar Bogor)
Madura,Lintas Madura (10/05/2013)-Kehadiran bentuk pasar modern di kalangan masyarakat tradisional (kampung) di Madura masih menimbulkan pro kontra. Di satu sisi masyarakat kampung bisa dimanjakan dengan kemudahan dalam memperoleh bahan-bahan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari lainnya dalam satu tempat dengan cepat. Namun di sisi lain, maraknya pasar modern seperti minimarket dan swalayan di perkampungan atau pasar tradisional dapat mematikan aktivitas ekonomi pedagang kecil yang jelas kalah bersaing.
Minimarket atau swalayan punya kekuatan yang lebih
dibandingkan dengan pedagang kecil semacam PKL dan warung kecil. Menurut
pengamat ekonomi, Ahmad Winarto,SE,
munculnya swalayan dan minimarket di pasar-pasar tradisional secara tidak
langsung dan lambat laun akan memunahkan pedagang mikro, seperti asongan, PKL,
dan toko-toko kecil. “ itu yang berbahaya, maka
saya kira harus ada regulasi yang strategis dari instansi terkait untuk
mengatur kehadiran minimarket transnasional yang telah punya jaringan kuat di
seluruh dunia atau tanah air. Dimana dan kapan mereka bisa mendirikan usahanya
di kampung. Jangan seperti sekarang,
yang ada kecenderungan pemerintah begitu mudah dalam soal perizinan”, tuturnya
kepada media ini.
Winarto mensinyalir, kalau terjadi pembiaran, maka pasar
kita akan dimonopoli kelompok itu-itu saja. “ lihat saja sekarang, di
pasar-pasar tradisional, pasti marak muncul minimarket atau swalayan-swalayan
baru yang siap menghegemoni pasar di situ”, lanjutnya.
Untuk itu pemerintah harus tanggap serius dalam hal ini.
Pemerintah harus bisa melindungi pasar tradisional dari kepunahan akibat
kehadiran kaum pemodal. “ saya yakin, kalau pemerintah cerdas dan punya good
will untuk melindungi pedagang tradisional ya harus segera mengambil
langkah-langkah strategis dengan adanya regulasi khusus itu tadi dan sekaligus
mulai memberdayakan pedagang kecil dalam satu komunitas tertentu sekaligus
diberi pembinaan dengan intens”, kata Winarto
Tentu kita tidak ingin terjadi “chaos” di masyarakat karena
lahan ekonomi mereka merasa dicaplok
orang luar. Kasus-kasus penolakan warga terhadap kehadiran minimarket di
beberapa tempat di Madura, seperti di Marengan, pasar Ganding, dan Pamekasan
seharusnya menjadi bahan instrospeksi bagi pihak terkait. “ jangan malah pemerintah menanggapi fenomena
ini dengan hanya soal perizinan, tetapi lebih dari itu bagaimana memikirkan
dampak sosial ekonomi dan budaya bagi masyarakat tradisional yang telah tertata
dengan baik”, pungkasnya. (mam/lm)
Kamis, 09 Mei 2013
Lestarikan Budaya, SMAN 1 Lenteng Gelar Pentas Seni 2013
(Tari muang sangkal yang diperagakan siswa SMAN 1 Lenteng: Foto LM)
Sumenep, Lintas Madura (09/05/2013)- Sebagai upaya melestarikan budaya Sumenep dan sekaligus guna menumbuhkan kreativitas di kalangan siswa, OSIS SMAN 1 Lenteng menggelar Pentas Seni 2013 yang dihelat di pelataran panggung budaya SMAN 1 Lenteng Sumenep, kemarin (08/05/2013). Pentas seni dan budaya tersebut menampilkan berbagai atraksi seni dari siswa tiap kelas yang ada di SMA Lenteng.
Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari osis, guru, pengelola, dan masyarakat (wali siswa). Acara pun dikemas dalam bentuk panggung terbuka dan ditata dengan apik. Pada pentas seni kali ini ditampilkan berbagai jenis seni, mulai dari seni tari, musik, teater, dan fashion. Sebagai pembuka acara, ditampilkan tari "muang sangkal" (tari tolak balak) yang mendapat apresiasi dari penonton.
Foto Lintas Madura : Iwan Wahyudi,S.Pd (peci tinggi) dan Asistennya
Menurut salah satu pembina siswa SMA Lenteng, Iwan Wahyudi,S.Pd, kegiatan seperti ini sangat mendapat antusiasme yang luar biasa dari siswa, guru, dan TU. " makanya ini akan dijadikan agenda rutin yang tidak hanya pentas seni, tetapi bisa saja yang lain, seperti pameran kreatif siswa, kirap budaya siswa dan lainnya", tutur guru yang hoby olahraga futsal dan menembak ini.
Pihaknya berencana akan menjadikan SMA Lenteng menjadi ikon seni dan budaya di kalangan pelajar. " saya berkeyakinan dengan niat yang tulus dan anggaran yang memadai, kita bisa memulai serta menjadikan sekolah ini unggul di bidang seni budaya dan olah raga", tegasnya.
Acara pentas seni budaya tahun ini sekaligus dirangkai dengan kegiatan "lepas pisah" siswa kelas XII yang sebentar lagi akan lulus dari SMA Lenteng. (mam/lm)
Pilkades Sumenep 2013 : Calon Kades Banyak yang Tidak Punya Visi?
salah satu kegiatan diskusi ala lesehan
Sumenep,Lintas Madura (09/05/2013)- Pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak per wilayah di Kabupaten Sumenep sampai pertengahan bulan ini dinilai sukses dan kondusif dari aspek pelaksanaannya. Hal ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak yang terlibat mulai dari panitia, pemdes, dan aparat keamanan yang terdiri dari Polres Sumenep, Kodim 0827 Sumenep, dan Satpol PP. Pelaksanaan Pilkades paruh berikutnya diperkirakan akan berjalan mulus tidak ada hambatan yang berarti.
Namun, hingar bingar pelaksanaan pilkades serentak tersebut dinilai baru menyentuh pada tataran prosedural, belum menyentuh pada substansial demokrasi. Setiap pelaksanaan pemilihan sejatinya melingkupi dua aspek sekaligus, sukses proseduralnya, juga sukses aspek subtansinya. Hal ini terungkap pada diskusi terbatas yang diikuti kalangan mahasiswa dan pemuda di Sumenep yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Sumenep (KoMPaS), kemarin malam di Pelataran Depan Stadion Giling Sumenep.
Menurut salah seorang peserta diskusi, Imam, mencermati pelaksanaan pilkades yang miskin kreativitas dan visi dari calon berlangsung terus-menerus tanpa perubahan. Para calon kades belum maksimal menggarap arah masa depan desanya yang bakal ia pimpin, tetapi pendekatan politik yang dilakukan lebih bersifat ketokohan, kedekatan keluarga, dan kekuatan uang. " lihat saja, calon yang ada sama sekali tidak menyentuh visi dan misi yang jelas, tapi yang aneh masyarakat justru terlena dengan hal ini, mereka terjebak pada calon mana yang didukung oleh modal material yang banyak", jelasnya pada media ini.
Imam mencermati, kalau ini terus dibiarkan maka secara otomatis akan merusak tatanan demokrasi ideal yang telah lama perjuangkan. Untuk itu pihaknya berharap kepada instansi terkait tidak hanya sibuk dan justru ikut-ikutan terjebak pada aspek ceremonial belaka, tetapi hanya melahirkan pemimpin-pemimpin yang miskin kreativitas, tidak visioner, dan pada akhirnya melahirkan pemimpin yang korup di tingkat desa. " kami berharap Pemdes melakukan kajian intens, tidak ikut-ikutan terpesona oleh fenomena pilkades yang tidak berkualitas substantif. Ke depan pemdes harus memberdayakan cakades sebelum ia jadi calon kepala desa, bagaimana merumuskan visi misi, strategi planning, penyusunan anggaran yang benar, dan standar pelayanan maksimal pada masyarakat yang harus dilakukan ",tegasnya.
Sumber : pemdes-sumenep.com
Sementara menurut pengamatan Lembaga Kajian MaSDev, melalui sekretarisnya, Hayaturrahman mengatakan bahwa calon kades yang ada kebanyakan hanya memampangkan banner foto cakades di tempat-tempat strategis di desanya untuk memilih dirinya, hampir tidak terlihat foto calon yang disertai dengan uraian visi dan misi dan program unggulan ketika dia terpilih yang sekaligus hal ini sebagai penarik dukungan warga. " belum ada atau bahkan tidak ada, saya hanya melihat di daerah-daerah tertentu, seperti di salah satu calon di Bangkal, Kota Sumenep dan beberapa desa di pinggiran kota. Sementara yang lain belum ada. Yang ada hanya berbunyi "pilih saya maka akan maju dan sejahtera", pertanyaannya, maju dan sejahtera lewat gimana, itu kan tidak jelas", tandas hayat.
Pihaknya menilai, ketidakjelasan dalam perumusan visi dan misi calon dalam pilkades ini, dikarenakan banyak hal, terutama faktor sumber daya calon." mereka kebanyakan kan nyalon hanya bermodalkan desakan warga sekitar dan modal uang, belum bisa merumuskan strategic planning yang baik untuk memimpin desanya, nah ini perlu pemberdayaan dan pendampinganmemang, bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga LSM dan ORMAS serta lembaga-lembaga yang ada di desa itu", ujarnya.
Pelaksanaan pilkades di Sumenep dihelat secara serentak bertahap perwilayah mulai awal Mei ini sampai akhir bulan. Calon kades harus menanggung sendiri biaya pelaksanaan melalui panitia pilkades di tingkat desa. (mam/lm)
Sumenep,Lintas Madura (09/05/2013)- Pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak per wilayah di Kabupaten Sumenep sampai pertengahan bulan ini dinilai sukses dan kondusif dari aspek pelaksanaannya. Hal ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak yang terlibat mulai dari panitia, pemdes, dan aparat keamanan yang terdiri dari Polres Sumenep, Kodim 0827 Sumenep, dan Satpol PP. Pelaksanaan Pilkades paruh berikutnya diperkirakan akan berjalan mulus tidak ada hambatan yang berarti.
Namun, hingar bingar pelaksanaan pilkades serentak tersebut dinilai baru menyentuh pada tataran prosedural, belum menyentuh pada substansial demokrasi. Setiap pelaksanaan pemilihan sejatinya melingkupi dua aspek sekaligus, sukses proseduralnya, juga sukses aspek subtansinya. Hal ini terungkap pada diskusi terbatas yang diikuti kalangan mahasiswa dan pemuda di Sumenep yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Sumenep (KoMPaS), kemarin malam di Pelataran Depan Stadion Giling Sumenep.
Menurut salah seorang peserta diskusi, Imam, mencermati pelaksanaan pilkades yang miskin kreativitas dan visi dari calon berlangsung terus-menerus tanpa perubahan. Para calon kades belum maksimal menggarap arah masa depan desanya yang bakal ia pimpin, tetapi pendekatan politik yang dilakukan lebih bersifat ketokohan, kedekatan keluarga, dan kekuatan uang. " lihat saja, calon yang ada sama sekali tidak menyentuh visi dan misi yang jelas, tapi yang aneh masyarakat justru terlena dengan hal ini, mereka terjebak pada calon mana yang didukung oleh modal material yang banyak", jelasnya pada media ini.
Imam mencermati, kalau ini terus dibiarkan maka secara otomatis akan merusak tatanan demokrasi ideal yang telah lama perjuangkan. Untuk itu pihaknya berharap kepada instansi terkait tidak hanya sibuk dan justru ikut-ikutan terjebak pada aspek ceremonial belaka, tetapi hanya melahirkan pemimpin-pemimpin yang miskin kreativitas, tidak visioner, dan pada akhirnya melahirkan pemimpin yang korup di tingkat desa. " kami berharap Pemdes melakukan kajian intens, tidak ikut-ikutan terpesona oleh fenomena pilkades yang tidak berkualitas substantif. Ke depan pemdes harus memberdayakan cakades sebelum ia jadi calon kepala desa, bagaimana merumuskan visi misi, strategi planning, penyusunan anggaran yang benar, dan standar pelayanan maksimal pada masyarakat yang harus dilakukan ",tegasnya.
Sumber : pemdes-sumenep.com
Sementara menurut pengamatan Lembaga Kajian MaSDev, melalui sekretarisnya, Hayaturrahman mengatakan bahwa calon kades yang ada kebanyakan hanya memampangkan banner foto cakades di tempat-tempat strategis di desanya untuk memilih dirinya, hampir tidak terlihat foto calon yang disertai dengan uraian visi dan misi dan program unggulan ketika dia terpilih yang sekaligus hal ini sebagai penarik dukungan warga. " belum ada atau bahkan tidak ada, saya hanya melihat di daerah-daerah tertentu, seperti di salah satu calon di Bangkal, Kota Sumenep dan beberapa desa di pinggiran kota. Sementara yang lain belum ada. Yang ada hanya berbunyi "pilih saya maka akan maju dan sejahtera", pertanyaannya, maju dan sejahtera lewat gimana, itu kan tidak jelas", tandas hayat.
Pihaknya menilai, ketidakjelasan dalam perumusan visi dan misi calon dalam pilkades ini, dikarenakan banyak hal, terutama faktor sumber daya calon." mereka kebanyakan kan nyalon hanya bermodalkan desakan warga sekitar dan modal uang, belum bisa merumuskan strategic planning yang baik untuk memimpin desanya, nah ini perlu pemberdayaan dan pendampinganmemang, bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga LSM dan ORMAS serta lembaga-lembaga yang ada di desa itu", ujarnya.
Pelaksanaan pilkades di Sumenep dihelat secara serentak bertahap perwilayah mulai awal Mei ini sampai akhir bulan. Calon kades harus menanggung sendiri biaya pelaksanaan melalui panitia pilkades di tingkat desa. (mam/lm)
Langganan:
Postingan (Atom)









