warga yang sedang menunjukka E KTP yang telah sering difotokopi
Madura,Lintas Madura (08/05/2013)-Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meskipun dinilai agak terlambat , dikarenakan banyak warga yang telah berulang kali memfotokopi E KTP miliknya untuk berbagai keperluan. Bahkan ada beberapa warga yang sempat membingunkan edaran Mendagri ini sebagai suatu kelucuan. Seorang mahasiswa S2 asal Madura Shodiq di Surabaya misalnya, mengatakan kalau E KTP tidak bisa difotokopi lalu untuk mengurus berbagai keperluan memakai apa. Seharusnya menurut Shodiq program e KTP lebih memudahkan bukan malah menyulitkan" kalau begitu lebih baik KTP lama, difotokopi berulang-ulang tidak masalah" tegasnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Gamawan Fauzi, melalui edarannya
melarang Elektronk Kartu Tanda Penduduk (E-KTP), untuk difoto copy,sebab
akan merusak chip yang tertanam dalam Kartu Tanda Penduduk Berbasis
Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional itu.
Hal itu sesuai dengan surat edaran Mendagri Nomor: 471.13/1826/SJ, yang telah dimuat oleh berbagai media.
Berikut redaksi surat edaran Mendagri itu.
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia
Nomor: No. 471.13/1826/SJ
Sifat: Penting
Lampiran: -
Hal: Pemanfaatan e-KTP dengan Menggunakan Card Reader.
Jakarta, 11 April 2013
Kepada:
1. Para Menteri/Kepala LPNK/Kepala Lembaga lainnya;
2. Kepala Kepolisian RI;
3. Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank;
4. Para Gubernur;
5. Para Bupati/Walikota.
di- SELURUH INDONESIA
SURAT EDARAN
Sesuai
dengan amanat Pasal 63 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006
tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun
2009 tentang Penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk
Kependudukan Secara Nasional (e-KTP), sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2010, Peraturan Presiden Nomor 67
Tahun 2011 dan Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2012, dengan hormat
disampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Kelebihan yang mendasar
dari e-KTP adalah bahwa di dalam e-KTP tersebut dilengkapi dengan chip
yang memuat biodata, pas photo, tanda tangan dan sidik jari penduduk,
sehingga e-KTP dimaksud tidak dimungkinkan lagi dipalsukan/digandakan;
2. Chip yang tersimpan didalam e-KTP hanya bisa dibaca dengan card reader (alat pembaca chip);
3.
Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah, Lembaga Perbankan dan Swasta
wajib menyiapkan kelengkapan teknis yang diperlukan berkaitan dengan
penerapan e-KTP termasuk card reader sebagaimana diamanatkan Pasal 10C
ayat (1) dan (2) Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2011.
Berdasarkan
hal tersebut di atas dan agar e-KTP yang sudah dimiliki oleh penduduk
(masyarakat), dapat dimanfaatkan secara efektif, dengan hormat kami
ingatkan kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non
Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank
Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota untuk
:
1. Memfasilitasi semua unit kerja/badan usaha atau nama lain di
jajaran masing-masing yang memberikan pelayanan kepada masyarakat,
dapat menyediakan card reader dalam waktu yang singkat, dengan
penjelasan sebagai berikut:
a. Penyediaan anggaran dan proses
pengadaannya merupakan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing
Kementerian/Lembaga/Badan Usaha atau Nama Lain sesuai dengan ketentuan
yang berlaku;
b. Semua unit kerja/badan usaha atau nama lain yang
memberikan pelayanan kepada masyarakat, sudah memiliki card reader
paling lambat akhir tahun 2013, dengan alasan KTP non elektronik
terhitung sejak 1 Januari 2014 tidak berlaku lagi;
c. Agar card
reader tersebut dapat digunakan untuk membaca chip e-KTP secara efektif,
maka dalam persiapan pengadaannya, khususnya yang berkaitan dengan
aspek teknis dikoordinasikan dengan Tim Teknis Pemanfaatan e-KTP,
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam
Negeri.
2. Supaya tidak terjadi kesalahan fatal dalam penggunaan
e-KTP, maka diminta kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non
Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank
Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota, agar
semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang
memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahwa e-KTP tidak diperkenankan
difoto copy, distapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP,
sebagai penggantinya dicatat "Nomor Induk Kependudukan (NIK)" dan "Nama
Lengkap"
3. Apabila masih terdapat unit kerja/badan usaha atau
nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, masih memfoto
copy, menstapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, akan
diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
karena sangat merugikan masyarakat, khususnya pemilik e-KTP.
Demikian atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih.
Menteri Dalam Negeri
Gamawan Fauzi.
Tembusan Yth:
1. Bapak Presiden Republik Indonesia (sebagai laporan);
2. Bapak Wakil Presiden Republlk:Indonesia;
3. Menteri Koordinator Bidang Polhukam;
4. Menteri Koordinator Bidang perekonomian;
5. Menteri Koordinator Bidang Kesra;
6. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi;
7. Kepala Lembaga Sandi Negara;
8. Rektor Institut Teknologi Bandung.(mm/berbagai media)
Rabu, 08 Mei 2013
Selasa, 07 Mei 2013
Isu Kenaikan BBM, Mulai Mendapat Reaksi Mahasiswa Sumenep
Sumenep, Lintas Madura (07/05/2013)- Isu kenaikan BBM yang didengung-dengungkan pemerintah mulai awal bulan lalu mulai mendapat reaksi dari kalangan pegiat kampus. Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep jelas menolak rencana pemerintah tersebut dengan menggelar aksi damai di gedung DPRD setempat tadi siang.
Melalui korlap aksi, Zainullah menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bukan solusi untuk menyelamatkan ekonomi rakyat melainkan cara baru untuk memiskinkan rakyat kecil. Pihaknya menilai beberapa program bantuan kepada rakyat yang direalisasikan justru hanya memperkaya koruptor dan itu pun tidak dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang oleh rakyat. Pihaknya menilai program bantuan tersebut hanya lipstik semata untuk menutupi kebobrokan kebijakan kenaikan BBM.
"Apapun alasan pemerintah, kami tetap menolak kenaikan harga BBM, karena akan berdampak negatif bagi rakyat," tegas Zainullah .
Kecewa Pada Anggota Dewan
Aksi yang dilakukan tersebut justru mengecewakan karena sesampainya di gedung dewan, tidak ada anggota dewan yang menemui mereka. .
"Kami sangat kecewa dengan para anggota dewan yang tidak mendengar aspirasi kami dan mereka justru hanya buang-buang uang rakyat dengan kedok kunjungan kerja," kata Zainullah.
Namun akhirnya, para mahasiswa ditemui salah seorang anggota dewan Samsul Ma'arif yang menyatkan dukungan terhadap mahasiswa Sumenep (mam/lm)
Senin, 06 Mei 2013
Kasus Tewasnya Siswa SD di Warnet jadi Pelajaran Berharga
Inilah Barqi net, saat siswa tewas kesetrum
Sumenep, Lintas Madura (06/05/2013)- Kemarin, warga kota Sumenep dikejutkan oleh pemberitaan media tentang siswa SD IT Sumenep yang tewas saat berada di salah satu warnet di Jalan KH Agus Salim, Pangarangan. Warnet tersebut tidak jauh dari sekolah Muhammad Ahlul Birri (siswa kelas 6 yang meninggal) kurang lebih hanya 300 meter.
Menurut saksi mata, yang juga teman sekolahnya, Faris yang juga bersama korban Birri saat di warnet Barqi (Jl KH Agus Salim, barat jalan), dirinya bersama Birri memang sengaja datang ke warnet untuk mencari contoh soal-soal ujian nasional SD yang dilaksanakan serentak hari ini. Korban, Birri didapati tersengat kabel listrik di CPU ketika sedang browsing ia nternet. Birri tidak dapat diselamatkan meskipun pada saat minta tolong, Faris temannya, dan operator warnet langsung mematikan saklar listrik. Birri yang baru umur 12 tahun itu meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Sumenep.
Tentu kasus ini saat ini tengah ditangani pihak kepolisian. Kapolsek Kota Sumenep, AKP Moh. Heri mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Ia juga meminta keterangan dari beberapa orang saksi yang pada saat kejadian sedang berada di TKP.
Jadi Pelajaran bagi Semua
Meskipun kasus ini diluar unsur kesengajaan, namun merupakan salah satu bentuk kelalaian para pemangku kepentingan. Satu pihak mungkin masyarakat umum banyak menyalahkan pengusaha warnet tersebut dikarenakan lalai dalam memberikan keamanan bagi pelanggan/pengguna sehingga mengakibatkan kematian seseorang. Tetapi justru ada yang mengatakan bahwa ini adalah buntut dari keruwetan dunia pendidikan saat ini.
Seperti yang disampaikan Sahwini Faried, dari Lembaga Kajian Madura Society Development mengatakan, bahwa sekolah-sekolah kita saat ini belum memproduksi bentuk layanan yang super bagi siswa, begitu pula dengan lingkungan rumahnya yang sering "cuek" pada problem anak. " kekurangnyamanan di sekolah dalam memberikan layanan yang super, lingkungannya yang kurang connect, ditambah situasi di luar yang kurang menguntungkan dan cenderung materialistis dari semua aspek membuat anak akan mencari "sesuatu' yang lebih nyambung pada kebutuhan dirinya dan teman-temannya", tegasnya.
Wini juga menambahkan, ke depan sekolah-sekolah, apalagi sekolah idaman/favorit idealnya menyediakan kebutuhan siswanya daripada hanya terjebak pada formalistis dan berlomba-lomba memperbanyak siswa mendaftar. Begitupula dengan lingkungan rumah, sedianya menyediakan layanan kesenangan dan kenyamanan bagi anak, bukan malah terjebak pada "egoisme" lingkungan. Sementara para pengusaha layanan internet dan semacamnya harus mulai membuat sistem keamanan bagi pengguna/pelanggannya. Pemerintah seharusnya melakukan kontrol yang sehat dan kontinu bagi keberadaan usaha yang ada. (mam/lm)
Minggu, 05 Mei 2013
ISL U-21 : Laskar Muda P-MU Bungkam Arema 1-0
Pamekasan, Lintas Madura (05/05/2013)--Laskar Muda Persepam Madura United tampil memukau di hadapan ribuan pendukungnya dalam laga ke dua liga Indonesia U-21 di Stadion R Sunarto Pamekasan dengan mengkandaskan ambisi Arema U-21 1-0 (80').
Gol semata wayang tersebut tercipta pada babak kedua setelah pertandingan memasuki menit 80-an. Sebuah tendangan bebas yang dilesakkan pemain gelandang P-MU U-21 mampu menggetarkan jala gawang Arema Malang. Gol tersebut disambut riuh oleh pendukung P-MU dari taretania yang memadati Stadion Pamekasan.
Laga Persepam dan Arema U-21 merupakan laga ke dua mereka setelah dalam laga sebelumnya kalah dari lawan-lawannya. Persepam U-21 kalah dari tuan rumah Persija U-21 0-2 di Jakarta, tanggal 28 April lalu. Sementara Arema sebelumnya diredam Gresik United 2-4. Dengan hasil ini Persepam berada di peringkat ke tiga sama poinnya dengan Gresik United namun kalah dalam selisih gol. Sementara Arema dari dua kali main, belum mengumpulkan poin. Pemegang puncak klasemen sementara Persija dengan poin 6 dari dua kali menang. Pertandingan selanjutnya Persepam Madura U-21 akan bertandang ke Gresik tanggal 11 Mei mendatang. (mam/lm)
Netpreneur Bertahan Ketika Entrepreneur Terjungkal
Madura,Lintas Madura (05/05/2013)-Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak tahun 1998 memaksa para pelaku bisnis untuk memutar otak lebih keras lagi demi mempertahankan usahanya. Banyak bisnis konvensional—kerap disebut sebagai bisnis offline—terkena ancaman gulung tikar karena tidak mampu menyeimbangkan neraca pengeluaran dan pendapatan. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan alternatif untuk membuka bisnis berbasis internet, alias bisnis online. Para pebisnis online yang dikenal dengan sebutan netpreneur muncul tidak semata-mata karena krisis moneter berkepanjangan di Indonesia. Perkembangan teknologi informasi di era digital juga ikut mendorong kemunculan para netpreneur. Media sosial tidak lagi digunakan hanya untuk bersosialisasi, melainkan juga menjadi sarana berkegiatan ekonomi. Apa saja nilai lebih seorang netpreneur yang bergelut di bisnis online dibanding entrepreneur yang berbisnis secara offline?
- Netpreneur = anytime, anywhere Ruang gerak netpreneur tidak terbatas pada gedung atau toko. Bisnis tidak hanya bisa dijalankan dalam ruang tertutup yang menuntut mobilitas antara seller dan buyer. Selama ada koneksi internet, netpreneur bisa menjalankan usahanya dari mana saja dan kapan saja, tidak terbatas ruang atau toko. Netpreneur juga tidak perlu melakukan mobilisasi untuk bertatap muka dengan buyer. Koneksi internet yang bisa diakses kapan saja membuat transaksi antara netpreneur dan buyer cenderung lebih cepat. Dengan kata lain, netpreneur menjalankan bisnis online-nya dengan cara yang lebih praktis, hemat waktu, dan hemat tenaga dibanding entrepreneur.
- Netpreneur = digital era, digital technology Hampir dapat dipastikan, semua netpreneur tidak mungkin “gaptek” atau gagap teknologi. Teknologi internet adalah aset utama bagi netpreneur dalam menjalankan bisnisya. Mau tidak mau, netpreneur harus memahami seluk-beluk teknologi internet, mulai dari perkembangan media sosial hingga penggunaan tools yang memudahkan kegiatan bisnisnya. Tuntutan untuk “melek teknologi” ini merupakan poin keunggulan netpreneur dibanding entrepreneur.
- Netpreneur = simple work, simple problem Kinerja netpreneur yang berbasis teknologi internet dipermudah dengan kehadiran tools-tools penunjang bisnis seperti Google Trends, GoMo, dan Think with Google. Berbagai tools ini membantu netpreneur dalam menjalankan bisnisnya dengan lebih simpel dan sederhana. Permasalahan bisnis yang ditemui netpreneur dapat terbantu lewat penggunaan tools-tools tersebut. Dengan kata lain, mekanisme kerja dan problem solving seorang netpreneur didukung oleh tools yang menjadikan bisnis online lebih praktis untuk dijalankan.
- Netpreneur = world wide web, world-wide transaction Ruang lingkup bisnis netpreneur tidak terbatas pada satu negara saja, melainkan meluas sampai ke seluruh penjuru dunia yang “terjamah” koneksi internet. Di satu sisi, hal ini memunculkan tantangan bagi bisnis netpreneur karena kompetitor bisnis lebih banyak dan berasal dari berbagai belahan dunia. Namun di sisi lain, kondisi ini membuat jangkauan pasar netpreneur menjadi lebih luas. Koneksi internet memungkinkan terjadinya transaksi antara netpreneur dengan para supplier dan bahkan buyer yang berasal dari luar negeri. Jangkauan pasar yang luas ini tidak dimiliki oleh entrepreneur sebab kebanyakan transaksi bisnis offline terbatas pada transaksi tatap muka atau sambungan telepon.
- Netpreneur = no capital, no worries Seorang entrepreneur pasti membutuhkan modal awal untuk menjalankan bisnisnya. Paling tidak, ia harus memiliki uang untuk menyewa toko tempat ia berbisnis. Hal ini tidak berlaku bagi seorang netpreneur . netpreneur sangat mungkin berbinis meskipun ia tidak memiliki modal awal. Ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan netpreneur untuk menjalankan bisnis tanpa modal, misalnya dengan berbisnis dropshipping, yaitu metode penjualan eceran di mana si pengecer tidak perlu memiliki produk secara fisik (disarikan dari berbagai sumber)
CALON DPR RI DAPIL MADURA DIDOMINASI MUKA LAMA (Bag.3-habis)
Madura,Lintas Madura (05/05/2013)-Calon anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) XI Madura kebanyakan didominasi orang-orang lama. Hal itu nampak dari berkas yang didaftarkan pada KPU beberapa waktu lalu. Orang-orang lama yang memang berkecimpung dalam politik sebelumnya kembali “nyalon”. Seperti yang diprediksi mereka para muka lama, juga menempati nomor puncak dalam urutan caleg DPR RI Madura.
Berikut Daftar calon DPR RI yang mendaftar dari 12 parpol
yang akan mengikuti Pemilu 2014
mendatang untuk daerah pemilihan XI
Madura. Berikut daftar calon anggota DPR RI dari Dapil XI Madura untuk
PPP, Hanura,PBB, dan PKPI :
|
PARPOL
|
NOMOR URUT DAN
NAMA CALON
|
|
09
PPP
|
1.Nurman Zein Nahdi,SE
2.H.Mahfud
3. Hafidhah, SE, MAK
4.
Drs. H. RPA Mujahid Ansori, M.Si
5. Fitri Amalia
6. Fanny Safriansyah
7. Cheylfia Andriani
8. Baidowi, S.Sos
|
|
10
Partai Hanura
|
1. Zairina,,S.IP
2. H Muhammad Badarudin
3. DR. Ir. H. Farid Al Fauzy
4. Achmad Syahfii SE
5. Drs. Fadholi Moh. Ruham, M.Si
6. HJ. Nyi Ning Maisaroh, S.Ag
7. H Mohammad Amrozi,SE MM
8.Hj, Siti Fathonah Rachmaniyah,SE
|
|
14
PBB
|
1. KH Abdussalamsyah
2. Didik Hardjanto
3. R. Ay. Diah Purnamawati
4. Hartini
5. Drs.Samaruddin
6. KH Yudi Iskandar
7. Hindun
8. Riza Febrian
|
|
15
PKPI
|
1. KH Imam Huzid
2. Dr. Suhudi M.Pd
3. IR. Dieta Kurnia, SH, MM, MH
|
|
|
|
Duet Bambang DH-Said Abdullah Bisa Menjadi Ancaman Serius KarSa
Madura,Lintas Madura – Duet Bambang DH dan Said Abdullah
pada pemilihan Gubernur dan Wakil gubernur Agustus mendatang bisa menjadi
ancaman serius buat pasangan siapapun, termasuk pasangan incumbent, Pak De
Karwo dan Gus Ipul (KarSa). Hal ini diyakini banyak pihak, dikarenakan duet
dari PDIP ini punya tingkat loyalitas
yang kuat pada partai dan sudah berpengalaman memimpin. Bambang DH tercatat
pernah memimpin Kota Surabaya sebanyak dua kali, sementara bacagub Said Abdullah
putra Madura yang telah banyak berkiprah di masyarakat Madura khususnya, selain
sebagai anggota DPR RI dari Dapil Madura.
Diyakini dalam pilgub nanti, Bambang DH akan menjadi ikon
untuk didukung dan mendulang suara dari wilayah Surabaya dan sekitarnya dan Mataraman. Sementara kehadiran figure Said Abdullah yang telah
akrab dengan masyarakat Madura dan sekitarnya akan mendulang dukungan penuh
dari masyarakat Madura Pantura, dan daerah tapal kuda.
Duet Bambang DH dan Said Abdullah ini secara resmi
diputuskan oleh pleno DPP PDIP kemarin di Jakarta yang dihadiri pimpinan partai
dan seluruh ketua DPC PDIP se Jawa Timur. Duet Bambang DH dan Said Abdullah ini memiliki nama pasangan 'Bangsa". Pasangan "Bangsa" direncanakan dideklarasikan secara resmi oleh Ketua
Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Malang pada 11 Mei
2013. Sementara
pelaksanaan pilgub Jawa Timur akan dilaksanakan pada 29 Agustus mendatang. (mam/lm)
pelaksanaan pilgub Jawa Timur akan dilaksanakan pada 29 Agustus mendatang. (mam/lm)
Langganan:
Postingan (Atom)










