"Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapat sesuatu selain lapar dan dahaga?"
Sesungguhnya ada tiga tingkatan puasa: biasa, khusus dan sangat khusus.
Puasa biasa, maksudnya adalah menahan diri terhadap makan, minum dan hubungan biologis antara suami istri dalam jangka waktu tertentu.
Puasa khusus, maksudnya adalah menjaga telinga, mata, lidah, tangan serta kaki dan juga anggota badan lainnya dari berbuat dosa.
Sedang puasa yang sangat khusus,
maksudnya adalah puasa hati dengan mencegahnya dari memikirkan perkara
perkara yang hina dan duniawi, yang ada hanyalah mengingat Allah swt.
dan akhirat. Jenis puasa demikian dianggap batal bila sampai mengingat
perkara perkara duniawi selain Allah dan tidak untuk akhirat. Puasa yang
dilakukan dengan mengingat perkara perkara duniawi adalah batal,
kecuali mendorong ke arah pemahaman agama, karena ini merupakan tanda
ingat pada akhirat, dan tidak termasuk pada yang bersifat duniawi.
Mereka
yang masuk ke dalam tingkatan puasa sangat khusus akan merasa berdosa
bila hari-harinya hanya terisi dengan hal hal yang dapat membatalkan
puasa. Rasa berdosa ini bermula dari rasa takyakin terhadap karunia
sertajanji Allah swt. untuk mencukupkan (dengan) rezeki Nya.
Untuk
tingkatan ketiga ini adalah milik atau hanya dapat dicapai oleh para
Rasul, para wali Allah dan mereka yang selalu berupaya mendekatkan diri
kepada Nya. Tidaklah cukup dilukiskan dengan kata-kata, karena hal
tersebut telah menjadi nyata dalam tindakan (aksi). Tujuan mereka
hanyalah semata mata mengabdi (berdedikasi) kepada Allah swt,
mengabaikan segala sesuatu selain Dia. Terkait dengan makna firman Allah
swt, "Katakanlah, Allah! Kemudian biarkanlah mereka bermain main dalam
kesesatannya.” (Q s. 6: 91).
Syarat-syarat Batin
Puasa khusus
adalah jenis ibadah yang diamalkan sebagaimana oleh orang orang saleh.
Puasa ini bermakna menjaga seluruh organ tubuh manusia agar tidak
melakukan dosa dan harus pula memenuhi keenam syaratnya :
1. Tidak Melihat Apa yang Dibenci Allah Swt.
Suatu
hal yang suci, menahan diri dari melihat sesuatu yang dicela (makruh),
atau yang dapat membimbangkan dan melalaikan hati dari mengingat Allah
swt. Nabi Muhammad saw. bersabda, "pandangan adalah salah satu dari
panah-panah beracun milik setan, yang telah dikutuk Allah. Barangsiapa
menjaga pandangannya, semata mata karena takut kepada Nya, niscaya Allah
swt. akan memberinya keimanan, sebagaimana rasa manis yang diperolehnya
dari dalam hati. " (H.r. al Hakim, hadis shahih). Jabir meriwayatkan
dari Anas, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Ada lima hal yang
dapat membatalkan puasa seseorang: berdusta, mengurnpat, menyebar isu
(fitnah), bersumpah palsu dan memandang dengan penuh nafsu."
2. Menjaga Ucapan
Menjaga
lidah (lisan) dari perkataan sia-sia, berdusta, mengumpat, menyebarkan
fitnah, berkata keji dan kasar, melontarkan kata kata permusuhan
(pertentangan dan kontroversi); dengan lebih banyak berdiam diri,
memperbanyak dzikir dan membaca [mengkaji] al-Qur'an. Inilah puasa
lisan. Said Sufyan berkata, "Sesungguhnya mengumpat akan merusak puasa!
Laits mengutip Mujahid yang berkata, 'Ada dua hal yang merusak puasa,
yaitu mengumpat dan berbohong."
Rasulullah saw. bersabda, "Puasa
adalah perisai. Maka barangsiapa di antaramu sedang berpuasa janganlah
berkata keji dan jahil, jika ada orang yang menyerang atau memakimu,
katakanlah, Aku sedang berpuasa! Aku sedang berpuasa'!" (H.r. Bukhari
Muslim).
3. Menjaga Pendengaran
Menjaga
pendengaran dari segala sesuatu yang tercela; karena setiap sesuatu yang
dilarang untuk diucapkan juga dilarang untuk didengarkan. Itulah
mengapa Allah swt. tidak membedakan antara orang yang suka mendengar
(yang haram) dengan mereka yang suka memakan (yang haram). Dalam al
Qur'an Allah swt. berfirman, "Mereka gemar mendengar kebohongan dan
memakan yang tiada halal." (Q.s. 5: 42).
Demikian juga dalam ayat
lain, Allah swt. berfirman, "Mengapa para rabbi dan pendeta di kalangan
mereka tidak melarang mereka dari berucap dosa dan memakan barang
terlarang?" (Q.s. 5: 63).
Oleh karena itu, sebaiknya berdiam diri dan
menjauhi pengumpat. Allah swt. berfirman dalam wahyu Nya, 'Jika engkau
(tetap duduk bersama mereka), sungguh, engkaupun seperti mereka ..."
(Q.s. 4: 140). Itulah mengapa Rasulullah saw. mengatakan, "Yang
mengumpat dan pendengarnya, berserikat dalam dosa." (H.r. at Tirmidzi).
4. Menjaga Sikap Perilaku
Menjaga
semua anggota badan lainnya dari dosa: kaki dan tangan dijauhkan dari
perbuatan yang makruh, dan menjaga perut dari makanan yang diragukan
kehalalannya (syubhat) ketika berbuka puasa. Puasa tidak punya arti apa
apa bila dilakukan dengan menahan diri dari memakan yang halal dan hanya
berbuka dengan makanan haram. Barangsiapa berpuasa seperti demikian,
bagaikan orang membangun istana, tetapi merobohkan kota. Makanan yang
halal juga akan menimbulkan kemudharatan, bukan karena mutunya tetapi
karena jumlahnya. Maka puasa dimaksudkan untuk mengatasi hal tersebut.
Karena didera kekhawatiran, atau karena sakit yang berkepanjangan,
seseorang dapat memakan obat secara berlebihan.
Tetapi jelas
tidak masuk akal jika kemudian ada yang menukar obat dengan racun.
Makanan haram adalah racun berbahaya bagi kehidupan beragama; sedang
makanan halal ibarat obat, yang akan memberikan kemanfaatan apabila
dimakan dalam jumlah cukup, tidak demikian halnya dalam jumlah
berlebihan. Memang, tujuan puasa adalah mendorong lahirnya sikap
pertengahan.
Bersabda Rasulullah saw, "Betapa banyak orang
berpuasa yang tidak mendapatkan sesuatu, kecuali lapar dan dahaga saja!"
(H.r. an Nasa'i, Ibnu Majah). Ini ada yang mengartikan pada orang yang
berpuasa namun berbuka dengan makanan haram. Tetapi ada pula yang
menafsirkan dengan orang yang berpuasa, yang menahan diri dari makanan
halal tetapi berbuka dengan daging dan darah manusia, dikarenakan mereka
telah merusak puasanya dengan mengumpat orang lain. Lainnya lagi
menafsirkan bahwa mereka ini berpuasa tetapi tidak menjaga anggota
tubuhnya dari berbuat dosa.
5. Menghindari Makan Berlebihan
Berbuka
puasa dengan makan yang tidak berlebihan, sehingga rongga dadanya
menjadi sesak. Tidak ada kantung yang lebih tidak disukai Allah swt.
selain perut yang penuh (berlebihan) dengan makanan halal. Dapatkah
puasa bermanfaat sebagai cara mengalahkan musuh Allah swt. dan
mengendalikan hawa nafsu, bila kita berbuka menyesaki perut dengan apa
yang biasa kita makan siang hari? Terlebih lagi, biasanya di bulan puasa
masih disediakan makanan tambahan, yang justru di hari-hari biasa tidak
tersedia.
Sesungguhnya hakikat puasa adalah melemahkan tenaga
yang biasa dipergunakan setan untuk mengajak kita ke arah kejahatan.
Oleh sebab itu, lebih penting (esensial) bila mampu mengurangi porsi
makan malam dalam bulan Ramadhan dibanding malam malam di luar bulan
Ramadhan, saat tidak berpuasa. Karenanya, tidak akan mendapatkan manfaat
di saat berpuasa bila tetap makan dengan porsi makanan yang biasa
dimakan pada hari hari biasa. Bahkan dianjurkan mengurangi tidur di
siang hari, dengan harapan dapat merasakan semakin melemahnya kekuatan
jasmani, yang akan mengantarkannya pada penyucian jiwa.
Oleh
karena itu, barangsiapa telah "meletakkan" kantung makanan di antara
hati dan dadanya, tentu akan buta terhadap karunia tersebut. Meskipun
perutnya kosong, belum tentu terangkat hijab (tabir) yang terbentang
antara dirinya dengan Allah, kecuali telah mampu mengosongkan pikiran
dan mengisinya dengan mengingat kepada Allah swt. semata. Demikian
adalah puncak segalanya, dan titik mula dari semuanya itu adalah
mengosongkan perut dari makanan.
6. Menuju kepada Allah Swt. dengan Rasa Takut dan Pengharapan
Setelah
berbuka puasa, selayaknya hati terayun ayun antara takut (khauf) dan
harap [raja']. Karena siapa pun tidak mengetahui, apakah puasanya
diterima sehingga dirinya termasuk orang yang mendapat karunia Nya
sekaligus orang yang dekat dengan Nya, ataukah puasanya tidak diterima,
sehingga dirinya menjadi orang yang dicela oleh Nya. Pemikiran seperti
inilah yang seharusnya ada pada setiap orang yang telah selesai
melaksanakan suatu ibadah.
Dari al Hasan bin Abil Hasan al
Bashri, bahwa suatu ketika melintaslah sekelompok orang sambil tertawa
terbahak bahak. Hasan al Bashri lalu berkata, 'Allah swt. telah
menjadikan Ramadan sebagai bulan perlombaan. Di saat mana Para hamba
Nya saling berlomba dalam beribadah. Beberapa di antara mereka sampai ke
titik final lebih dahulu dan menang, sementara yang lain tertinggal dan
kalah. Sungguh menakjubkan mendapati orang yang masih dapat tertawa
terbahak bahak dan bermain di antara (keadaan) ketika mereka yang
beruntung memperoleh kemenangan, dan mereka yang merugi memperoleh
kesia-siaan. Demi Allah, apabila hijab tertutup, mereka yang berbuat
baik akan dipenuhi (pahala) perbuatan baiknya, dan mereka yang berbuat
cela juga dipenuhi oleh kejahatan yang diperbuatnya." Dengan kata lain,
manusia yang puasanya diterima akan bersuka ria, sementara orang yang
ditolak akan tertutup baginya gelak tawa.
Dari al Ahnaf bin Qais,
bahwa suatu ketika seseorang berkata kepadanya, "Engkau telah tua;
berpuasa akan dapat melemahkanmu." Tetapi al Ahnaf bahkan menjawab,
"Dengan berpuasa, sebenarnya aku sedang mempersiapkan diri untuk
perjalanan panjang. Bersabar dalam menaati Allah swt. tentu akan lebih
mudah daripada menanggung siksa Nya.."
Demikianlah, semua itu adalah makna signifikan puasa.
Pentingnya Memenuhi Aspek aspek (Syarat) Batin
Sekarang
Anda mungkin mengatakan, "Dengan menahan makan, minum dan nafsu
seksual, tanpa harus memperhatikan syarat batin itu sudah sah. Menurut
pendapat para ahli fiqih juga demikian, bahwa puasa yang bersangkutan
sudah dapat dikatakan memenuhi syarat, sudah sah. Lalu mengapa kita
harus repot repot?"
Anda harus menyadari bahwa para ulama fiqih
telah menetapkan syarat-syarat lahiriah puasa dengan dalil-dalil yang
lebih lemah dibanding dalil dalil yang menopang perlunya ditepati syarat
syarat batiniah. Misalnya saja tentang mengumpat dan yang sejenis.
Bagaimanapun perlu diingat, bahwa para ulama fiqih memandang batas
kewajiban puasa dengan hanya mempertimbangkan pada kapasitas orang awam
yang sering lalai, mudah terperangkap dalam urusan duniawi.
Sedangkan
bagi mereka yang memiliki pengetahuan tentang hari Akhir, akan
memperhatikan sungguh-sungguh dan memenuhi dengan syarat batin, sehingga
ibadahnya sah dan diterima.
Hal demikian itu mereka capai dengan
melaksanakan syarat-syarat yang akan mengantarkannya pada tujuan.
Menurut pemahaman mereka, berpuasa adalah salah satu cara untuk
menghayati salah satu akhlak Allah Swt, yaitu tempat meminta
(shamadiyyah), sebagaimana juga contoh dari para malaikat, dengan
sedapat mungkin menghindari godaan nafsu, karena malaikat adalah makhluk
yang terbebas dari dorongan serupa.
Sedang manusia mempunyai
derajat di atas hewan, karena dengan tuntunan akal yang dimilikinya akan
selalu sanggup mengendalikan nafsunya; namun ia inferior (sedikit lebih
rendah) dari malaikat, karena masih dikuasai oleh hawa nafsu, maka ia
pun harus mencoba untuk mengatasi godaan hawa nafsunya.
Kapan pun
manusia dikuasai oleh hawa nafsunya, maka ia akan terjatuh dalam
tingkatan yang terendah, sehingga tidak ada tempat lagi selain bersama
hewan. Kapan pun ia mampu mengatasinya, maka ia akan terangkat ke
tingkatan para malaikat. Malaikat adalah makhluk yang paling dekat
dengan Allah swt, karenanya malaikat pun menjadi contoh bagi makhluk
yang ingin dekat dengan Allah. Tentu dengan segala ibadah akan
menjadikan diri semakin dekat dengan Nya. Hanya saja bukan dalam
pengertian dekat dalam dimensi ruang, tetapi lebih pada kedekatan sifat.
Jika
demikian itu adalah rahasia puasa bagi mereka yang memiliki kedalaman
pemahaman spiritual, apakah manfaat menggabungkan dua (porsi) makan pada
waktu berbuka, seraya memuaskan nafsu lain yang tertahan ketika siang
hari. Dan kalaulah demikian, lalu apa makna Hadis Nabi saw. yang
berbunyi, "Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapat sesuatu
selain lapar dan dahaga?" (sufiroad)
Jumat, 12 Juli 2013
Pengusaha Bagikan Zakat Mal, Warga Miskin Rela Saling Dorong
seorang nenek yang dievakuasi polisi saat pembagian zakat(foto:selongangsal.com)
Sumenep,Lintas Madura(11/07/2013) - Salah seorang pengusaha asal Sumenep, H. HAsbullah hari ini (siang) membagikan zakat mal (kekayaannya) pada ribuan warga miskin di Sumenep yang ditempatkan di sebuah lapang, Jalan Diponegoro, Sumenep.
Tak ayal, karena pembagiannya seperti model BLSM/BLT warga yang hadir mencapai ribuan tersebut harus rela saling desakan dan saling dorong untuk berebut zakat. Nampak dari pagi, warga mulai berdatangan dan memadati jalan Diponegoro. Salah seorang warga Amsiatun, yang mengaku datang dari Rubaru mengatakan bahwa dirinya bersama beberapa tetangga datang mulai pagi pukul 07/00 untuk mengantre zakat dari pengusaha itu."sejak pagi saya datang ke sini, ya karena tahu ada pembagian zakat dari orang kaya, kan enak langsung dapat meskipun antre lama, tidak seperti bantuan dari pemerintah itu, yang banyak syaratnya," ujarnya dengan logat Madura kental.
Dari penuturan beberapa warga yang telah antre mendapatkan zakat, jumlah mereka mendapatkan berbeda ada yang Rp 50.000, 100.000, dan ada yang Rp 150.000. Bagi yang 150 ribu khusus untuk para anak yatim. Sementara menurut petugas atau panitia yang ikut membagikan pembagian zakat ini tahun diperkirakan mencapai Rp 1 miliar lebih untuk dibagikan pada lebih 10 ribu orang tidak mampu ekonominya. (mam/lm)
Rabu, 10 Juli 2013
Pojok Sufi Ramadan (1) : Puasa dan Zikir Alat Penyapi Nafsu
Seorang Ibu menyapi anak, salah satunya agar ia bisa mandiri dalam berbagai hal, begitu pula dengan dzikir adalah sebagai alat agar tidak bergantung dari nafsu sehingga Ruhaninya bisa mandiri tanpa ketergantungan dari nafsu kita.
Dengan demikian Ruhani tidak selalu bergantung kepada nafsu, sebab ia telah didik untuk bisa mandiri.
Kita ini ibarat anak kecil yang tidak mau berpisah dengan Ibunya, Ia inginya selalu dekat dengan Ibunya. Sebentar saja sang Ibu tidak ada didepan anak tersebut, maka ia akan menangis.
Dengan berdzikir kita dibelajari, dikenalkan, dan diberi pemahaman agar Ruhani mengerti Asal-usul serta Pengasuhnya ( Mursyid )
Dengan berdzikir kita yang terbiasa digandeng oleh nafsu sebagai Inang ( Pengasuhnya ) diambil alih pengasuhnya oleh seorang Mursyid.
Sehingga kita selalu dijaga, diayomi, diasuh, disuapi, dibelajari, dididik dann lain-lainya. Dan suatu saat Pengasuh ( Mursyid ) akan menyapimu...
Pasar Takjil Semarakkan Ramadan di Madura
Madura, Lintas Madura (10/07/2013)- Untuk menyemarakkan bulan puasa, di Madura secara serentak di empat kabupaten digelar pasar takjil Ramadan. Acara rutin tahunan ini mampu menampung masyarakat yang akan berjualan aneka makanan untuk buka puasa selama bulan Ramadan.
Warga terlihat sangat antusias terhadap kegiatan ini. Tidak hanya penjual yang akan menjajakan hasil masakan dan produknya, juga warga masyarakat yang memadati lokasi pasar takjil Ramadan di empat Kabupaten di Madura.
Di
Sumenep, Bazar Takjil Ramadan menempati depan Kodim 0827 Sumenep dan
Taman Adipura. Terdapat sepuluhan stand milik Pemkab Setempat yang
dipasang di jalanan dan di trotoar taman sisi selatan. Sementara di
Kabupaten Pamekasan, Bazar Takjil Ramadan ditempatkan di
Monumen Arek Lancor. Kegiatan ini mendapat antusiasme warga Pamekasan di
areal monumen arek lancor.
Begitu
pula di Sampang, Pasar Takjil
Ramadan digelar di Jalan Trunojoyo. Sementara di Bangkalan, lokasi
dipusatkan di sisi timur Alun- Alun Bangkalan. Ratusan penjual yang
menempati stand yang telah disiapkan panitia melayani warga Bangkalan
dan sekitarnya.
Pasar Takjil ini akan berlangsung sebulan penuh selama bulan Ramadan. Pada hari pertama hari ini (sore) nampak warga
memadati lokasi pasar takjil yang digelar Pemkab bekerjasama dengan
salah satu media harian cetak di Madura ini. Dengan adanya kegiatan ini,
Ramadan di Madura seakan semarak, seperti yang dituturkan Ani Warga
Bangkalan Kota kepada media ini ", ya enak, bisa cari makanan untuk buka
puasa dan kelihatan bulan puasa itu ramai dan menyenangkan terutama
kalau sore hari," jelasnya (tim/lm)
Selasa, 09 Juli 2013
Jelang Puasa Besok, Pusat Perbelanjaan dan Pasar Diserbu Pembeli
Sumenep, Lintas Madura (09/07/2013)- Jelang puasa Ramadan besok (Rabu,10/07/2013) pusat perbelanjaan dan pasar-pasar di Sumenep diserbu pembeli. Pusat pertokoan di Jalan Trunojoyo Sumenep terlihat lebih ramai dari hari-hari biasanya. Mereka membeli kebutuhan selama puasa dan lebaran nanti, seperti baju koko, mukenah, sajadah dan kebutuhan sandang lainnya.
Terlihat pula jalan menuju pasar Anom Baru Sumenep yang ramai dengan lalu lalang kendaraan dan orang. Untuk menuju akses dalam pasar dikarenakan cukup padat, pengunjung harus memarkir kendaraannya di pelataran pembangunan pasar Anom yang mangkrak. Kini tempat tersebut dijadikan lahan parkir pengunjung pasar Anom." ya kami atur disini, jadi semua pengendara yang masuk ke pasar dikenai retribusi kemudian langsung belok kiri untuk memarkir kendaraannya. Disamping untuk meminimalisir kemacetan di dalam pasar oleh kendaraan pribadi, juga agar pengunjung enak dan aman untuk berbelanja", tutur salah satu petugas parkir pasar anom.
pasar Lenteng Sumenep
Menurutnya, animo masyarakat menjelang sehari sebelum puasa memang lebih banyak dari hari biasa. Hal ini dimungkinkan untuk persiapan puasa selama sebulan penuh dipersiapkan sekaligus. " memang lebih banyak dari hari sebelumnya pengunjung, ini kan untuk persiapan puasa, pasaran menjelang puasalah", jelasnya.
Puasa Ramadan 1434 H secara resmi diumumkan pemerintah hari Rabu(10/07/2013) besok melalui menteri Agama RI Suryadharma Ali di Gedung Kemenag tadi malam. Dengan diumumkannya besok puasa, masyarakat masih punya kesempatan hari ini (09/07) untuk berbelanja menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhannya selama bulan puasa. (mam/lm)
Senin, 08 Juli 2013
Penetapan Awal Puasa Ramadan Menunggu Hasil Rukyah dan Sidang Isbat Petang Ini
Madura, Lintas Madura (08/07/2013) - Penetapan awal Ramadan 1434 H tahun ini akan dilaksanakan pada petang ini melalui sidang isbat kementerian Agama RI, setelah sebelumnya sejak sore hari akan dilaksanakan proses melihat bulan (rukyatul hilal) di beberapa tempat di Indonesia. Untuk itu masyarakat Muslim diminta untuk menunggu hasil sidang isbat dari Kemenag malam ini.
Ketua Lajnah Falakiyah
PBNU KH A, Ghazalie Masroeri mengatakan, hari ini pihaknya akan
mengkoordinir pelaksanaan rukyat di sedikitnya 90 titik rukyat yang
tersebar di beberapa titik strategis seluruh Indonesia, seperti di
pantai, bukit, atau menara masjid.
“Untuk menentukan secara pasti awal Ramadhan, NU akan menyelenggarakan pengamatan hilal di seluruh Indonesia yakni di 90 titik strategis dengan menugaskan 110 pelaksana rukyat bersertifikat nasional yang akan melakukan rukyat bersama para alim ulama, ahli hisab, ahli astronomi, ahli fikih dan warga nahdliyin setempat,” kata Kiai Ghazali di NU Online
Rukyat akan diselenggarakan sore ini, tepatnya sesaat setelah matahari terbenam di titik rukyat masing-masing.
Data hisab Lajnah Falakiyah PBNU untuk awal Ramadhan 1434 H di markas Jakarta sebagaimana dimuat dalam almanak PBNU tahun 2013 menyebutkan, ijtima’ atau konjungsi akan terjadi hari ini pukul 14:15:13 WIB, tinggi hilal saat dilakukan pengamatan 0o21’45” dengan posisi miring ke selatan, hilal akan berada di ufuk selama 3 menit 16 detik.
Hasil rukyat dari berbagai daerah akan dilaporkan pada posko Lajnah Falakiyah di kantor PBNU Lt 4, Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, dan kemudian akan disampaikan di sidang itsbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama pada Senin malam.
Setelah Sidang Itsbat di Kementerian Agama menetapkan awal bulan, barulah kemudian NU melakukan Ikhbar atau pengumuman resmi mengenai awal Ramadhan 1434 H.
Menurut Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama, H. Ahmad Izzudin, sidang itsbat yang dihadiri perwakilan ormas, MUI, pakar astronomi, dan perwakilan duta besar negara-negara muslim sudah akan selesai pada sekitar pukul 19.45 WIB.
“Untuk menentukan secara pasti awal Ramadhan, NU akan menyelenggarakan pengamatan hilal di seluruh Indonesia yakni di 90 titik strategis dengan menugaskan 110 pelaksana rukyat bersertifikat nasional yang akan melakukan rukyat bersama para alim ulama, ahli hisab, ahli astronomi, ahli fikih dan warga nahdliyin setempat,” kata Kiai Ghazali di NU Online
Rukyat akan diselenggarakan sore ini, tepatnya sesaat setelah matahari terbenam di titik rukyat masing-masing.
Data hisab Lajnah Falakiyah PBNU untuk awal Ramadhan 1434 H di markas Jakarta sebagaimana dimuat dalam almanak PBNU tahun 2013 menyebutkan, ijtima’ atau konjungsi akan terjadi hari ini pukul 14:15:13 WIB, tinggi hilal saat dilakukan pengamatan 0o21’45” dengan posisi miring ke selatan, hilal akan berada di ufuk selama 3 menit 16 detik.
Hasil rukyat dari berbagai daerah akan dilaporkan pada posko Lajnah Falakiyah di kantor PBNU Lt 4, Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, dan kemudian akan disampaikan di sidang itsbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama pada Senin malam.
Setelah Sidang Itsbat di Kementerian Agama menetapkan awal bulan, barulah kemudian NU melakukan Ikhbar atau pengumuman resmi mengenai awal Ramadhan 1434 H.
Menurut Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama, H. Ahmad Izzudin, sidang itsbat yang dihadiri perwakilan ormas, MUI, pakar astronomi, dan perwakilan duta besar negara-negara muslim sudah akan selesai pada sekitar pukul 19.45 WIB.
Sementara itu menurut Mustasyar PBNU KH Sya'roni mengatakan penentuan awal puasa harus menunggu Pemerintah, karena pemerintah yang berhak untuk itu. “Tidak ada yang berhak menetapkan awal puasa kecuali pemerintah, karena
pemerintah yang mempunyai kewenangan. Organisasi seperti NU sendiri
tidak boleh menetapkan awal maupun akhir Ramadhan,” ujar KH Sya’roni
Bahkan Jam'iyyah Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah (TQN) yang berpusat di Suryalaya melalui releasnya di tqnnews.com meminta jamaahnya untuk mengikuti ikbar awal puasa Ramadan dari Pemerintah. Hal ini dikarenakan pemerintah telah memiliki kewenangan melalui Badan Hisab dan Rukyah serta meneguhkan Tanbih dari Wali Mursyid TQN yang salah satunya agar taat kepada ulil amri yakni pemerintah.
Sementara itu Menurut KH Taufikurrahman, Wakil Rois Syuriah PCNU Sumenep di Jejaring Sosialnya mengatakan data astronomis pada Senin, 08 Juli 2013 M sebagai berikut: Waktu Ijtimak:
14:15. Matahari Terbenam: 17:51:26. Azimut: 292* 28’ 5,4”. Bulan
Terbenam: 17:54:24. Azimut: 287* 51’ 8,7”. Saat Matahari Terbenam, umur
Bulan: 3,51 Jam. Fase Pencahayaan: 0,18%. Tinggi Dari Horizon: 0* 20’
32,7”. Azimut: 287* 56’ 5,9”. BrightLimb: 347* 21’ 50,3”. Elongasi: 4*
47’ 50,5”.
Sedangkan data astronomis pada Selasa, 09 Juli 2013 M, sebagai berikut : Matahari Terbenam: 17:51:39. Azimut: 292* 20’ 53,3”. BulanTerbenam: 18:41:45. Azimut: 285* 22’ 13,1”.
Saat Matahari Terbenam, umur bulan: 27,62 Jam. Fase Pencahayaan: 1,39%. Tinggi Dari Horizon: 10* 52’ 8,1”. Azimut: 287* 7’ 1,8”. Bright Limb: 302* 42’ 52,1". Elongasi: 13* 30’ 45,5”.
Sedangkan data astronomis pada Selasa, 09 Juli 2013 M, sebagai berikut : Matahari Terbenam: 17:51:39. Azimut: 292* 20’ 53,3”. BulanTerbenam: 18:41:45. Azimut: 285* 22’ 13,1”.
Saat Matahari Terbenam, umur bulan: 27,62 Jam. Fase Pencahayaan: 1,39%. Tinggi Dari Horizon: 10* 52’ 8,1”. Azimut: 287* 7’ 1,8”. Bright Limb: 302* 42’ 52,1". Elongasi: 13* 30’ 45,5”.
Dengan data ini menurut Kyai Pimpinan PP Matlabul Ulum Lenteng ini, agar bulan terlihat (berhasil dirukyah) kriterianya adalah umurnya harus 8 jam ke atas, sedangkan Senin baru 4 jam lebih sedikit, jadi kemungkinan dirukyah sulit. Namun tetap akan dilakukan rukyah sesuai dengan perintah Nabi Muhammad SAW. " Senin, 8 Juli 2013, bulan sudah wujud, tapi belum imkanurrukyah.
Umur bulan baru sekitar 4 jam. Matas minimal imkanurrukyah adalah umur 8
jam. Ini menurut hisab. Maka kita tunggu hasil rukyah pada
Senin, 8 Juli hari ini. Kalau ternyata terlihat bulan, maka Selasa, 9 Juli
2013, awal Ramadan. Tapi kalau ga terlihat bulan, maka awal Ramadhan
pada Rabu, 10 Juli 2013. Sedang Muhammadiyah, yang penting
bulan sudah wujud, mau bisa dirukyat atau tidak, maka awal Ramadan. Karena
itu, Muhammadiyah mengabaikan rukyah dan awal Ramadan, Selasa, 9 Juli
2013, Idul Fitri 8 Agustus 2013" tegas mantan Anggota DPRD Jatim 1999-2004 ini. (mam/lm)
Rossi Kembali Selamatkan Muka Madura: PMU Menang Tipis 3-2 Atas Persiba Balikpapan
Rossi Naprihanis (PMU) yang selamatkan muka PMU
Pertandingan yang berlangsung cepat tidak menciutkan nyali Persiba sebagai tim tamu untuk tampil menekan di sepanjang babak pertama.Usaha Persiba untuk mencetak gol ke gawang Persepam akhirnya terwujud di menit ke 7 melalui Ahmad Maulana Putra. Memanfaatkan umpan silang tendangan bebas yang dilepaskan Patrice Nzkeou, sundulan Ahmad sukses merobek jala alfons yang sebelumnya justru Persiba yang banyak ditekan.
Tertinggal 0-1, anak asuh Daniel Roekito semakin berani keluar untuk menyerang. Upaya Persepam membuat skor imbang baru terwujud melalui Rossy Noprihanis di menit ke 21.Memanfaatkan bola liar di kotak penalti, Rossy langsung menyambar dengan melepaskan tembakan diagonal yang gagal dihalau Wawan Hendrawan.
Kedudukan imbang tak bertahan lama, setelah Patrice Nzekou berhasil merubah skor menjadi 2-1.
Memanfaatkan umpan datar dari sisi samping lapangan, Nzekou menempatkan bola ke tiang jauh yang gagal di bendung Alfonsius Kelvan. Hingga 45 menit dan tambahan waktu berakhir, skor 2-1 untuk keunggulan Persepam menutup pertandingan di babak pertama.
Memasuki babak kedua Persepam sukses menguasai jalannya pertandingan. Puncaknya saat tuan rumah mendapat hadiah penalti dimenit ke 63. Pinalti sendiri diberikan setelah bek Persiba, Yus Arfandi dianggap melakukan pelanggaran di kotak terlarang.Namun sontak pinalty ini diprotes keras oleh pemain Persiba karena dianggap bukan pelanggaran. Emiel Linkers dan Yus Arfandi dianggap dalam posisi fifty-fifty dan mereka sama-sama jatuh. Rossi Noprihanis yang maju sebagai algojo, berhasil mencetak gol ke gawang Persiba sekaligus membuat skor imbang 2-2.
Publik Madura sebenarnya harus banyak berterima kasih pada sosok Rossi karena mencatatkan hattrik di menit ke 84, sekaligus menutup skor pertandingan menjadi 3-2.
Striker Asing PMU Makin Mandul
Sementara itu, pemain asing PMU yang dikontrak pada paruh musim ke dua ini, sama sekali belum maksimal dan mandul. Striker emeil Linkers sama sekali belum mencetak gol untuk PMU. Linkers dinilai tidak punya kecepatan dan naluri mencetak gol seperti Rossi atau sekelas Zainal Arif. Begitu Alain Kong dan Christoper Gomes yang baru satu gol yang ia ciptakan untuk PMU. Permainan mereka belum padu dan sering salah umpan, salah stop bola dan salah menempatkan posisi.
Menurut Abah Ryan, salah satu pendukung PMU menyayangkan penampilan pemain asing yang dimiliki PMU yang sama sekali belum menguntungkan buat tim Madura." tentu PMU rugi mengontra mereka, meskipun tidak mungkin lagi diganti, kita cuma berharap mereka bisa lebih berbuat lebih baik lagi dalam sisa pertandingan mendatang" tandasnya.
Kemenangan PMU atas Persiba menempatkan PMU naik ke posisi ke 10 klasemen sementara dengan 34 poin dibawah Gresik United yang mendapat 37 poin dari 28 kali bertanding. Sementara Persiba melorot ke posisi 14 dengan 29 poin. (mam/lm)
Susunan Pemain
- Persepam Madura United: Alfonsius Kelvan, Michael Orah, Abubakar Silla, Fachrudin, Denny Rumba, Gomes, Khoirul Mashuda, Ali Khadafi, Rossi Noprihanis, Emile Linkers, Zainal Arif (Alain Nkong).
- Persiba Balikpapan: Wawan Hendrawan, Rendi Siregar, Yudi Khoerudin, Ahmad Maulana Putra, Yus Arfandi, Alexander Robinson, Muhammad Bahtiar (Absor Fauzi), Ade Suhendra, Frengky Turnando (Rudy Widodo), Patrice Nzekou, Moustapha El Kasa
Langganan:
Postingan (Atom)






