SELAMAT UNTUK GARUDA JAYA U-19 YANG MEMBUNGKAM KORSEL 3-2 DALAM LAGA AFC CUP GRUP G

Selasa, 25 Juni 2013

Kadisdik Sumenep Larang Pungutan Saat Penerimaan Siswa Baru


Memasuki masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tanggal 1 -6 Juli mendatang, Kepada Dinas Pendidikan Sumenep melarang keras bagi sekolah SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Sumenep, melakukan pungutan atau biaya apapun pada calon siswa baru. Sebab, dana untuk kegiatan PSB sudah masuk dan includ dalam Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang merupakan bantuan dari pemerintah pada sekolah.

“Kita sudah sosialisasikan pada seluruh sekolah melalui pertemuan dengan kepala sekolah dan UPT. Pendidikan terkait ini.Pelaksanaan penerimaan siswa baru itu sudah ada dalam BOS dan tidak boleh membebankan biaya apapun kepada calon siswa sepeserpun,”tegasnya kepada beberapa media.

Pihaknya juga menekankan pada sekolah-sekolah untuk tidak melakukan pungutan dengan dalih apapun. Terkait dengan seragam sekolah dan kebutuhan siswa yang lainnya, jangan dimasukkan pada anggaran PPDB, tapi harus dimusyawarahkan dengan wali siswa baru. Hal ini menurut Kadis Pendidikan A. Sadik untuk menhindari kesan pungutan apapun dalam penerimaan siswa baru tahun ini.

Pihaknya juga meminta pada sekolah-sekolah agar melaksanakannya sesuai prosedur yang telah ditentukan sebelumnya. Jangan sampai ada indikasi permainan dan manipulasi data saat penentuan siswa yang diterima, tetapi harus benar-benar objektif dan selektif terutama sekolah-sekolah yang dianggap masyarakat sebagai sekolah favorit. (mam/lm)

Senin, 24 Juni 2013

Warga Padati Kompleks Tempat Ziarah di Malam Syabanan

makam Batu Ampar yang dipenuhi warga di malam Syaban

Madura, Lintas Madura (24/06/2013)- Beberapa kompleks makam yang dianggap wali di Madura dipadati para peziarah sejak siang hingga subuh menandai malam nisfu Sya'ban. Masyarakat Madura biasanya setelah dari surau dan masjid serta songkeman dengan para tetua mereka, akan mengunjungi tempat-tempat ziarah untuk zikir tahlil, berdoa demi keselamatan diri, keluarga, dan umat. Tak ayal tempat-tempat ziarah di Madura dipadati peziarah pada malam hari sampai subuh dari berbagai daerah.
makam Syekh Kholi di Bangkalan-Foto Seru.com


Menurut penuturan salah satu peziarah di Bangkalan, Hairul, Asta Kyai Kholil telah ramai dikunjungi peziarah sejak pagi sampai malam (tadi malam) dari berbagai daerah di Jawa Timur. Sementara menurut salah satu warga Propo Pamekasan, Badrus Soleh, ketika dihubungi media ini menuturkan bahwa peziarah tumplek blek di makam Batu Ampar sejak sore hari sampai pagi subuh. " kelihatan jalan-jalan menuju kompleks makam selalu ramai dengan kendaraan meskipun dini hari", terangnya.

Lain lagi dengan Asta Brambang (K.M Ali) yang dipadati peziarah setelah Isya dari berbagai daerah di Madura. Mereka bahkan ada yang menginap di kompleks makam. Menurut pantauan media ini di tiga tempat ziarah, rata-rata mereka singgah di beberapa makam sekaligus dalam satu malam, seperti yang dialami Ustaz Amzah warga Kebunan Sumenep.yang memulai ritual ziarahnya dari Asta Katandur, karena dianggap sesepuh semua wali di Sumenep. " ya saya dan teman-teman mulai dari Asta Katandur, lalu ke Kyai Khotib Parangggan ke utara Asta Katandur yang merupakan anak dari Asta Katandur, lalu ke Kyai Khotib Paddusan, terus ke Kyai Ali Brambang, sebenarnya di Barambang ada asta Sayyid Munfar yang merupakan adik Asta Katandur, lalu setelah itu ke Asta Pangeran Letnan di Asta Tinggi termasuk ke Sultan Abdurrahman dan Bindoro Saud, terakhir menjelang subuh ziarah ke makam Kyai Asmuni di Pandian" jelasnya.
makam Sayyid Yusuf Talago yang dipadati warga

Tradisi berziarah ke makam para wali ini sangat kental di masyarakat Madura. Hal ini menurut pegiatn Lembaga Kajian Agama dan Demokrasi (LeKAD) Madura, Imam Suhair sebagai penanda penghargaan pada leluhur dengan mendoakan, silaturruh, dan lebih luas lagi pada hablumninal'alam. Selanjutnya Substansi sya’banan berpotensi bagi pribumisasi Islam di masa depan yang diyakini bakal berhadapan dengan gerakan Islam global termasuk Islam puritan yang terus menginvasi Madura. " Dengan tradisi sya’banan ini identitas lokal tereksistensi untuk melawan dan menghadang gerakan luar yang cenderung tidak menghargai tradisi, kita selanjutnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri." tuturnya. (tim/lm)

Masyarakat Madura Gelar Ritual Tradisi Syabanan


Madura,Lintas Madura (24/06/2013)- Saat Magrib tiba, masyarakat Madura tumpah ruah di masjid, musala, dan surau untuk berdoa di malam nisfu Syaban. Malam nisfu syaban diyakini umat Islam sebagai malam penanda akan datangnya bulan Ramadan dan malam ditutupnya buku amal manusia selama setahun.

Untuk itulah, malam nisfu syaban diisi dengan acara agar hidup selalu dapat petunjuk dan pertolongan dari Allah. Ritual tradisi syabanan ini diawali dengan salat Magrib berjamaah dan salat sunat 2 rakaat, kemudian membaca surah Yasin sebanyak tiga kali berjamaah. Biasanya setelah membaca surah Yasin dilanjutkan dengan zikir dan pengajian/tauziah dari sang Kyai. Setelah itu dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah dan silaturrahmi antar warga dan kerabat untuk saling memaafkan. Tradisi saling memaafkan atau songkeman ini sangat semarak dengan hadirnya anak-anak yang berkunjung ke rumah-rumah untuk songkeman.

Bagi masyarakat tertentu ritual tradisi ini akan berlanjut sampai menjelang Subuh, yakni dengan melakukan ziarah ke makam orang-orang yang dianggap Wali. Tak ayal, sejak setelah Isya' ribuan orang peziarah memadati beberapa kompleks makam. Di Madura termasuk daerah tujuan ziarah banyak sekali makam yang diziarahi diantaranya Makam Syaich Kholil, Asta Rato Ebo (Bangkalan), Asta Batu Ampar (Pamekasan), Asta tinggi , Sayyid Yusuf, Asta Katandur, Asta Brambang (Sumenep).

Tradisi Syabanan di Madura menurut pengamatan Syarif Hidayat (penulis muda Madura di bloggernya) bukannnya mulus tidak ada hambatan. Kini, tradisi sya’banan ini menghadapi dua tantangan sekaligus. Pertama, puritanisme Islam yang menghantam langsung sendi tradisi dengan tudingan bid’ah dolalah. Kedua, arus modernisasi perkotaaan yang disimbolkan pola pikir individualistis plus pola pemukiman perumahan. " sejatinya tradisi bagus ini harus terus dikembangkan dengan fasilitasi pihak terkait", terangnya. (mam/lm)

Rumah yang Diduga Maling Dibakar Massa


Sebuah rumah milik Fauzan (30) di Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Sabtu (22/6/13/2013) dibakar puluhan orang.

Aksi massa itu akibat dari kekesalan mereka atas maraknya hewan ternak yang kerap hilang akhir-akhir ini. Kekesalan memuncak saat di rumah Fauzan, ditemukan dua ekor sapi yang diduga adalah hasil curian.
Menurut Misdin, warga setempat mengatakan, pada Jumat malam kemarin, dua ekor sapi milik warga hilang. Sejak Sabtu pagi warga terus mencari. Warga kemudian menaruh curiga bahwa sapi tersebut berada di rumah Fauzan. Sebab Fauzan selama ini diduga oleh warga sebagai spesialis pencuri hewan.
“Setelah digeledah, di belakang rumah Fauzan ditemukan dua ekor sapi yang hilang Jumat malam,” kata Misdin.

Setelah berhasil memastikan dua ekor sapi tersebut adalah hewan curian, warga kemudian membawa keluar dua ekor sapi tersebut. Tidak puas, warga kemudian melempari rumah tersebut dengan batu.
Beruntung pemilik rumah sedang pergi. Setelah puas melempari rumah tersebut dengan batu, warga kemudian membakarnya. “Beruntung pemilik rumahnya tidak ada. Andaikan ada sudah jadi bulan-bulanan massa,” imbuh Misdin.

Sementara itu, Kepala Polsek Manding, Ajun Komisari Bambang Adi Wicaksono tidak banyak memberikan keterangan panjang soal aksi pembakaran rumah yang diduga tersangka pencurian hewan ternak.
Namun dia melakukan penyelidikan di dalam rumah yang sudah hangus bagian atapnya itu. Di dalam rumah ditemukan sebuah alat musik keyboard. Alat tersebut diduga milik SDN Manding Timur yang dilaporkan hilang beberapa waktu lalu.
“Alat musik dan dua ekor sapi sementara kita amankan. Kami juga sudah perintahkan anggota untuk mengejar Fauzan untuk dimintai keterangan,” kata Adi Wicaksono, menjelaskan. (dari mediamadura.com)

Minggu, 23 Juni 2013

Kiper Sering Buat Blunder, Persepam MU Kalah Dramatis


Tenggarong, Lintas Madura (23/06/2013) _ Kiper Persepam MU sering membuat blunder tim sejak awal babak pertama dengan sering maju ke depan merebut bola. Akibat kecerobohannya, kiper Firmansyah mendapat kartu kuning pada menit ke 32 setelah berebut bola dengan penyerang depan Mitra Kukar Paso, namun beruntung berada di luar kotak pinalty. Namun, puncaknya Firmansyah lagi-lagi maju ke depan saat Hesteban Herera berebut bola dengan Fahrudin, langkah Firmansyah malah tidak mengenai bola tapi menerkam kepala Herera dan wasit langsung menunjuk titik putih serta kartu merah bagi Persepam saat injury time babak pertama.

Ini awal malapetaka Persepam MU, karena sebelumnya PMU lebih agresif dalam menyerang. Tercatat dua peluang emas dari Alnkong dan Zainal Arif namun masih gagal dikonversi menjadi gol. Tendangan pinalti Zulkifli Sukur sukses menembus jala gawang PMU yang kipernya telah digantikan A. Kevlan.

Bermain sepuluh pemain bagi PMU tidak membuat surut untuk menyamakan kedudukan, justru PMU tampil semakin agresif dengan menekan pertahanan Mitra Kukar yang dalam pertandingan ini tidak diperkuat beberapa pemain pilarnya seperti A Bustomi dan Jajang Hermawan. Pada menit 64 Ali Kadhafi sukses menjebol Mitra Kukar setelah mendapat umpan Rossy dari titik pelanggaran.

Gol ini disambut gegap gempita oleh pendukung PMU yang hadir di Stadion Aji Imbut Tenggarong. Selanjutnya PMU terus menekan mitra kukar. PMU benar-benar di atas angin. Sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol. Justru setelah memasuki injury time melalu serangan balik Mitra Kukar berhasil melesakkan bola ke gawang PMU melalui paso setelah terjadi kemelut di depan gawang PMU. Kedudukan 1-2 ini berakhir untuk kemenangan tuan rumah.

Melihat penampilan PMU, pendukung PMU di Madura memberi acungan jempol terutama dengan semangat juang pemain. Menurut salah satu pendukung PMU asal Sumenep, Yayan pihaknya di awal pertandingan dan pertengahan pertandingan merasa PMU akan menang di Tenggarong, namun ternodai oleh penampilan kiper PMU Firmansyah yang sering ceroboh " seandainya kipernya tampil normal., saya yakin PMU akan merebut poin di Tenggarong" jelasnya.  Ia juga meminta pelatih untuk menghukum Firmansyah karena sering blunder dalam tim dan sering merugikan tim (mam/lm)

BBM Naik, Harga-Harga Barang Pun Mulai Merangkak

 Madura, Lintas Madura-  Setelah  harga BBM resmi naik, harga-harga barang pun mulai merangkak naik.  Kenaikan harga-harga barang ini menyesuaikan dengan harga BBM, dikarenakan BBM adalah bahan vital bagi segi kehidupan yang lain. BBM selalu terkait dengan transportasi yang akan selalu mempengaruhi semua aspek kehidupan.
Menurut salah satu alumni Fakultas Ekonomi Trunojoyo University, Hairullah mengatakan bahwa BBM sebagai sumber kehidupan yang menentukan bagi aspek kehidupan lainnya. " seakan memang ada teori kalau BBM naik, maka semua harga naik, termasuk harga sandal," selorohnya.
Ketika ditanya tentang konsep pemerintah yang menyodorkan BLSM bagi masyarakat miskin sebagai kompensasi kenaikan BBM, mantan aktivis mahasiswa ini mengatakan bahwa itu hanya apologi kosong pemerintahan SBY-Boediono. " Tak akan ada efek yang siginifikan dengan kebijakan itu, hanya omong doang, Rp. 150.000,00 hanya sementara untuk 2 atau 3 hari, 26 harinya makan apa? jadi BLSM dan penaikan harga BBM itu bukan malah menyejahterakan rakyat miskin, tapi justru akan menambah jumlah masyarakat miskin", tegasnya.
Sementara itu salah seorang ibu rumah tangga asal Sumenep, Siti Tarwiyah mnjelaskan bahwa semua barang mulai naik, misalnya harga gas elpiji kini sudah menembus harga 20 ribu untuk 3 kg, termasuk harga sayuran yang naik." kalau beli kangkung seutas itu seribu rupiah, cukup banyak, sekarang naik jadi 1500, itu pun agak berkurang jumlahnya," jelasnya.
Pemerintan resmi menaikkan harga BBM terhitung 22 Juni 2013 melalui pengumuman resmi Menteri Jero Wacik. Sampai saat ini kenaikan harga BBM terus terjadi tiap kali berganti presiden. Deretan Daftar Harga BBM Dari Tahun ke Tahun :
Pada masa Soeharto :
1991: Rp 150 naik jadi Rp 550
1993: Rp 550 naik jadi Rp 700

BJ Habibie :
1998: Rp 700 naik jadi Rp 1.200

Abdurrahman Wahid :
1998: Rp 1.200 turun ke Rp 1.000
1999: Rp 1.000 turun jadi Rp 600
2000: Rp 600 naik ke Rp 1.150

Megawati Soekarnoputri :
2001: Rp 1.150 naik ke Rp 1.450
2002: Rp 1.450 naik jadi Rp 1.550

Pak SBY :
2004: Rp 1.500 naik jadi Rp 1.810
2005: Rp 1.810 naik jadi Rp 2.400
2005: Rp 2.400 naik jadi Rp 4.500
2008: Rp 4.500 naik jadi Rp 6.000
2008: Rp 6.000 turun ke Rp 5.500
2008: Rp 5.500 turun ke Rp 5.000
2009: Rp 5.000 turun ke Rp 4.500
2013: Rp 4.500 naik jadi Rp 6.500
Pemerintah mengurangi subsidi BBM untuk jenis solar dan premium yang sering dikonsumi masyarakat Indonesia (tim/LM)

Jumat, 21 Juni 2013

Jelang Pengumuman Kenaikan BBM, Mahasiswa Pacabis Sandera Mobdin


Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Cakanca Bindhara Santri (Pacabis), hari ini  (21/06) melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM di beberapa tempat yakni di DPRD, Pemkab dan SPBU Kolor.

Pendemo menyandera mobil plat merah Nopol M 1881 WP. Aksi mahasiswa memanas ketika membuka mobil plat merah tersebut dan menemukan 2 jirigen kosong berukuran 50 liter, disembunyikan di jok belakang.

Mahasiswa kemudian naik dan menginjak-injak kap atas mobil, berorasi dan berteriak mengecam ditemukannya jirigen di dalam mobil dinas pejabat. Mahasiswa mengambil dan mengacung-acungkan jirigen, sambil berteriak menuding itu sebagai upaya penimbunan.“Kami terpaksa menyandera mobil plat merah itu, karena di duga mobil tersebut akan melakukan penimbunan BBM. Sebab, di dalam mobilnya ditemukan adanya 2 jerigen berukuran 50 liter,” teriak korlap aksi Sadam



Setelah puas di SPBU mereka meneriakkan yel-yel menolak kenaikan BBM di depan DPRD dan Pemkab. Kenaikan BBM rencananya akan dilakukan malam ini oleh pemerintah pusat (mam/lm)