SELAMAT UNTUK GARUDA JAYA U-19 YANG MEMBUNGKAM KORSEL 3-2 DALAM LAGA AFC CUP GRUP G

Minggu, 16 Juni 2013

Komitmen Perjuangkan Keadilan; PMII STKIP Gelar PKD




Sumenep, Lintas Madura (16/06/2013)- Selalu komitmen untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP PGRI Sumenep menggelar kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) bagi puluhan kadernya, di Yayasan Al-Kautsar, Basoka Rubaru 13-15 Juni 2013.

Menurut salah satu aktivis PMII STKIP PGRI Sumenep, M Mahfud, Pelatihan Kader Dasar merupakan acara wajib bidang kaderisasi di komisariat PMII. Selain untuk memperkuat basic kader dari segi keilmuan dan wacana kritis kader juga ditujukan untuk membentuk karakter kader yang berhaluan Islam Ala Ahlussunnah wal Jamaah. “ Aswaja bagi PMII tidak hanya dipahami sebagai doktrin, juga sebagai manhaj fikr, amal, dan harakah, nah inilah yang harus ditanamkan bagi kader PMII’ jelasnya.

Selain keaswajaan, materi lain yang diberikan meliputi, strategi pengorganisasian kampus dan pengembangan organisasi, teologi pembebasan, dan manajemen opini dan aksi. Sedangkan fasilitator pelatihan ini berasal dari para alumni PMII yang ada di Sumenep, Mulyadi, M.Pdi; Mahsun, M.Thi, Imam Suhairi, M,Pd, dan Pusawi,S.Pd

Dapat Dukungan Penuh Warga
Yang meyakinkan kegiatan PKD ini mendapat respon warga sekitar Basoka selama acara berlangsung. Mereka mensuport tidak hanya moral, tetapi juga material berupa logistik selama pelatihan dari warga sekitar. “ Pada malam terakhir, sebagai tanda terima kasih kami pada warga adalah dengan melakukan pendampingan pada anak-anak di sekitar desa ini untuk tampil memeriahkan panggung pentas seni di areal madrasah Al-Kautsar ini, luar biasa sambutannya”, tutur Mahfud.

Kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII STKIP PGRI Sumenep ini diikuti 30 peserta yang merupakan alumni pelatihan dasar sebelumnya yakni Mapaba. Pasca PKD mereka akan mengikuti PKL (Pelatihan Kader Lanjut) dan Pelatihan Kader Nasional (PKN) sebagai rangkaian kaderisasi di PMII (mam/lm)

Sabtu, 15 Juni 2013

Pertandingan Dipindah ke Pamekasan, PMU Muda Ditahan Gresik United 1-1


Pamekasan, Lintas Madura (15/06/2013)- Persepam Muda U-21 sukses lolos ke babak 12 besar Kompetisi Liga Indonesia U-21 meskipun dalam pertandingan terakhirnya kemarin ditahan imbang gresik united U-21 1-1 di Stadion Pamekasan.

Sedianya pertandingan tersebut akan digelar di A Yani Sumenep seperti rencana semula, namun dikarenakan banyak pertimbangan, termasuk kondisi lapangan A Yani Sumenep yang buruk karena terus-menerus diguyur hujan lebat sangat menghambat permainan, seperti saat PMU U-21 vs Persija U-21 tempo hari.

Dengan hasil tersebut PMU U-21 lolos ke putaran final 12 besar ISL U-21 setelah berada di peringkat ke-2 klasemen akhir dibawah Persija Jakarta. PMU Muda mengantongi nilai 10 sedangankan Persija 15 poin. Sementara dua tim lainnya, Arema U-21 dan Gresik United U-21 terjungkal karena hanya merebut poin 6 dan 4. (mam/lm)
                              
       GRUP 3 ISL U21
Pos TeamPldWTLGoalsDiffPts
1PERSIJA U2165017:2515
2Persepam MU U2163126:5110
3Arema Indonesia U2162046:9-36
4Gresik United U2161145:8-34


Jumat, 14 Juni 2013

Persepam MU Kembali Keok di Kandang Sendiri (Kalah dari Persija 0-1)

Suporter PMU yang kecewa karena timnya kalah

Bangkalan, Lintas Madura (14/06/2013)- Persepam Madura United kembali menelahan pil pahit kalah dari tamunya Persija Jakarta 0-1, tim yang dikalahkannya dalam putaran pertama lalu.

Bertading di hadapan ribuan pendukungnya, PMU tampil menyerang sejak menit awal, tetapi sejumlah namun selalu kandas. Petaka bagi PMU terjadi pada menit 45 memasuki injury time gol tercipta, menerima umpat M.Ilham,Rohit chan yang tidak terkawal berhasil menaklukkan penjaga gawang Persepam, sepakan kaki kirinya menggentarkan gawang PMU.

Memasuki babak kedua PMU mengurung pertahan Persija. Namun selalu gagal. Skorpun tidak berubah, 0:1 untuk Persija. Atas kemenagan itu, Persija terus menapaki posisi 9 klasemen. Sedangkan Persepam semakin terus terpuruk di papan bawah mendekati zona degradasi.

Suporter Serukan Linkers dan Pelatih Dipecat
Menanggapi berbagai kekalahan di kandang sendiri yang diderita PMU, pendukungnya kecewa berat dengan menyerukan agar linkers striker anyar yang dikontrak PMU dipecat. Linkers dalam laga ke 6 putaran ke dua, sama sekali tidak menunjukkan performa baik, selalu gagal mencetak gol" bahkan pinalti saja dia gagal, berhadapan dengan penjaga gawang juga gagal", apa itu mau dipertahankan terang salah pendukung PMU di jejaring sosial.

Selain mengkritik striker, pelatih Danil Rukito juga tak luput dari sasaran protes suporter. " om daniel kok tenang ketika PMU kalah, seharusnya berbuat dengan baik, strategi apa yang dipakai" terangnya. (mam/lm)







Kamis, 13 Juni 2013

Diduga Main Sabun, PSSI akan Investigasi Perseba vs Perseta

 

Bangkalan, Lintas Madura (13/06/2013) - PSSI langsung bereaksi pada dugaan "pengaturan skor" yang melibatkan Perseba Super Bangkalan dan Perseta Tulungagung pada partai terakhir grup III Divisi Utama PT Liga Indonesia (11/6).
PSSI berjanji akan segera melakukan investigasi. "Saya sudah perintahkan tim untuk mencari data (kasus tersebut," kata Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla M. Mattalitti kemarin (12/6).

Pada pertandingan tersebut, Perseta mengandaskan tuan rumah Perseba 3-2. Kemenangan tersebut sangat aneh. Ditengarai, Perseba sengaja main sabun alias mengalah. Karena memang sebelum pertandingan, Perseba sudah memastikan lolos ke babak 12 besar.

Pada laga tersebut, wasit Subiantoro asal Samarinda memberikan dua penalti kepada Perseta. Masing-masing pada menit ke-54 dan 88. Sedangkan satu gol lagi yang diciptakan gelandang Perseta Sudarsono berbau offside.

Lawan mendapatkan penalti dan menciptakan gol kontroversial di Stadion Gelora Bangkalan jelas menjadi hal yang mengejutkan. Sebab, dalam enam pertandingan kandang sebelumnya, Laskar Suramadu justru lima kali mendapatkan penalti. Di sisi lain, tidak pernah sekalipun lawan mendapatkan penalti.

Sebelum melawan Perseta, Perseba menang lima kali di Bangkalan. Satu-satunya kekalahan terjadi saat mereka ditekuk pemuncak klasemen Persebaya Surabaya 0-1, 4 Mei lalu.

Hal lain yang mencurigakan adalah laga di Bangkalan molor 10 menit dari jadwal. Ini bisa membuat, Bangkalan bisa memantau pertandingan Deltras melawan Persid Jember serta Persebaya melawan PSBK. Deltras dan PSBK masih berpeluang lolos ke 12 besar. "Kami akan segera melakukan investigasi. Kami tidak mentoleransi hal-hal seperti itu. Kami akan berupaya untuk melakukan penghapusan pengaturan skor," kata Ketua Komisi Disiplin PSSI Hinca Panjaitan.

Kalau bukti-bukti sudah dikumpulkan, PSSI akan menyidang semua yang terlibat dalam pertandingan tersebut pekan depan. "Mungkin hari Rabu (19/6)," imbuh Hinca. Kemenangan itu membuat Perseta lolos ke 12 besar dan menutup peluang Deltras Sidoarjo. Padahal pada hari yang sama Deltras menang telak 4-1 atas Persid Jember di Gelora Delta Sidoarjo. Andai saja laga antara Perseba melawan Perseta berakhir seri, maka Deltras yang melaju. (from JPPN)

Rabu, 12 Juni 2013

Meskipun Kalah Perseba Melenggang Ke 12 Besar Divisi Utama

Pemain Perseba rayakan keberhasilan lolos 12 besar

Bangkalan, Lintas Madura (12/06/2013) - Meskipun didera kekalahan di kandang sendiri, Perseba Super Bangkalan tetap mantap melenggang ke 12 besar Divisi Utama Liga Indonesia. Hal ini dikarenakan Perseba sukses berada di peringkat 2 dengan 22 poin.

Sementara Perseta Tulungagung juga lolos ke 12 besar dengan poin 22 namun kalah selisih gol dengan Perseba Bangkalan. Lolosnya Perseta ini menghanguskan ambisi Deltras Sidoarjo yang menang besar atas Persid Jember kemarin sore 4-1. Namun tetap gagal lolos karena hanya mengoleksi 21 poin.

Perseta sukses lolos setelah dalam pertandingan terakhsirnya di Grup III kemarin sore menang atas Perseba Bangkalan 3-2 di SGB. Di pertandingan 12 besar nanti Perseba bakal berada di Grup C bersama Perseru Serui, PSIS/PSCS, dan Rheza MP.  Juara grup dan peringkat ke-2 terbaik akan lolos ke semifinal yang juga berpeluang promosi ke ISL tahun depan. (mam/lm)

Pamekasan Banjir, Sekolah Diliburkan

Luapan air di SD Jungcangcang _sumber foto: metronews.com

Pamekasan, Lintas Madura (12/06/2013) Banjir yang melanda Kota Pamekasan kemarin membuat sebagian aktivitas masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tercatat beberapa sekolah terpaksa diliburkan di Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan.

Banjir kali ini melanda dua kecamatan di Kabupaten Pamekasan Selasa, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Senin. Kecamatan yang dilanda banjir itu masing-masing Kecamatan Kota Pamekasan dan Kecamatan Pademawu.

Banjir ini diakibatkan Sungai Kalisemajid meluap.  Ketinggian air mencapai hampir dua meter. Sampai tadi malam hujan terus mengguyur Pamekasan dan Madura umumnya. Sampai siang kemarin belum ada tanda-tanda banjir akan surut, bahkan genangan air cenderung makin tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan melakukan pendataan setidaknya terdapat lebih 1.600 kepala keluarga di dua kecamatan tersebut menjadi korban banjir. Ketinggian air diperkirakan mencapai 30-40 cm. (tim)

Selasa, 11 Juni 2013

TKW Bangkalan Meninggal dalam Rusuh KJRI Jedah, Arab Saudi

Sumber foto : kompas.com

Bangkalan,Lintas Madura (11/06/2013)- Rusuh massa dan aksi pembakaran di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi,Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kemarin memakan korban TKW asal Bangkalan Madura yakni Marwah binti Hasan (55 tahun). Menurut keterangan dari Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Departemen Luar Negeri (Deplu) Tatang Razak kepada media nasional, korban tewas setelah terdesak saat kericuhan terjadi.

Saat ini jenazahnya sedang dalam proses pemulangan ke tanah air. Pihak KJRI telah berkoordinasi dengan putri korban, namun mereka masih harus memastikan nama dan identitas korban.
“Berdasarkan keterangan dari putrinya, korban masuk ke Arab Saudi melalui umroh pada 2005. Sejak itulah, beliau tidak memiliki dokumen,” ujar Tatang.

Aksi kerusuhan itu berawal dari TKI yang memaksa masuk gedung KJRI. Bahkan beberapa orang nekat berusaha memanjat pagar kawat KJRI. Namun, petugas KJRI berhasil bertahan dan menghalau massa yang terus berusaha untuk masuk ke gedung KJRI. Puncaknya saat kemarin massa yang kepanasan dengan suhu 45 derajat ngantre mulai pagi.

Hal ini terjadi saat Pemerintah Arab Saudi memberikan kebijakan amnesti terhadap seluruh warga negara asing yang overstay. KBRI dan KJRI Jeddah memberikan pelayanan dengan memfasilitasi dan melakukan pendataan bagi WNI yang overstay. KJRI membantu memberikan dokumen keimigrasian. Massa yang datang  mencapai puncaknya sampai lebih dari 12 ribu orang kemarin.

Migrant Care:Buruknya Pelayanan KJRI
Direktur Eksekutif Migrant CARE, Anis Hidayah menegaskan insiden kemarahan buruh migran Indonesia di KJRI Jeddah merupakan puncak akumulasi kemarahan terhadap bobroknya pelayanan selama masa amnesty (pengampunan). Belum lagi, ribuan buruh migran Indonesia setiap hari terpaksa berjemur dalam terik matahari bersuhu rata-rata diatas 40 derajat celcius selama mengantri di luar gedung KJRI Jeddah tanpa ada tenda, air minum serta pelayanan medis.

Sementara itu KJRI telah mengklaim menambah petugas loket dan petugas serta mengklaim telah memproses dokumen 49.000 lebih orang. Diperkirakan sekitar 100.000 lebih WNI yang akan mengurus paspor di KJRI  (tim/lm dari beberapa media)