SELAMAT UNTUK GARUDA JAYA U-19 YANG MEMBUNGKAM KORSEL 3-2 DALAM LAGA AFC CUP GRUP G

Senin, 10 Juni 2013

Meski Pro Kontra; Perda Bacalis Al-Quran Tetap Disahkan


Sumenep, Lintas Madura- Meskipun penuh dengan pro dan kontra dari berbagai kalangan, Perda Baca Tulis Al-Quran di Sumenep hari ini tetap disahkan DPRD setempat. Dalam perda tersebut disebutkan kewajiban bagi anak SD untuk bisa baca Al-Quran. Selain itu sebagai konsekuensi dari penerapan Perda nanti Pemkab harus mengalokasikan anggaran bagi honor para guru ngaji di Sumenep lebih baik.

Menurut Ketua DPRD Sumenep, KH Imam Hasyim kepada beberapa media perumusan Perda bebas buta aksara Al Qur'an ini karena keprihatinan terhadap beberapa siswa di kota Sumenep yang membaca Al Qur'an. Untuk itu menurutnya, nanti siswa SD di tes baca Al-Quran, kalau belum bisa maka dapat dibina dan akan diberikan semacam sertifikat.Dengan 'melek' baca tulis Al Qur'an mulai usia pendidikan dasar, diharapkan apabila masuk ke sekolah menengah dan sekolah lanjutan, sudah menguasai baca Al Qur'an.

Namun Perda ini tidak bisa langsung bisa diterapkan, karena masih menunggu Peraturan Bupati yang mengatur lebih operasional. Kemungkinan masih bisa dilakukan pada tahun ajaran 2014/2015 nanti.

Sebelumnya perumusan Perda ini mendapat penolakan dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa yang tergabung dalam PMII Sumenep. Menurut aktivis PMII Sumenep, Khoirul Anwar perda ini memicu konflik sosial dan kecemburuan keberagamaan " Sumenep kan bukan hanya milik umat Islam, apalagi di kalangan umat ini masih terjadi pro kontra", tegasnya

Justru ia berharap DRPD lebih elegan kalau memikirkan kebutuhan riel masyarakat kecil daripada sibuk ngurusi hal yang tidak jelas dan parsial. Banyak hal yang perlu diperhatikan seperti praktik prostitusi terselubung yang ada di sejumlah rumah kos dan hotel yang tersebar di sejumlah titik kota Sumenep. “Nah kalau ini kan kepentingan bersama. Semua agama pasti tidak mengajarkan umatnya membuka praktik prostitusi,”tegasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan “Jika mereka peduli, mestinya sudah lama menerbitkan peraturan tentang maraknya pembangunan pasar modern, karena pasar tradisional akan mati. Padalah itu sudah sering disuarakan,” ungkapnya.

Sementara itu DPKS melalui salah satu anggotanya dalam media sosial mengatakan akan segera menggelar FGD (Focus Group Discussion) yang khusus membahas disahkan Perda tersebut, padahal belum maksimalnya uji publik terkait perda tersebut. (tim/lm)

Minggu, 09 Juni 2013

Mengagetkan Warga; Gas Elpiji Tembus Rp.20.000,00


Sumenep, Lintas Madura (09/06/2013)- Menjelang kenaikan harga BBM yang akan segera dipatok pemerintah pertengahan bulan ini, ternyata didahului kenaikan harga gas jenis melon (3 kg) sejak seminggu terakhir. Kenaikan harga di tingkat pengecer naik dahsyat dan mengagetkan warga.

Kenaikan di tingkat pengecer pertengahan dan akhir bulan lalu mencapai 15 sampai 16 ribu rupiah ukuran 3 kg. Sementara awal bulan ini telah merangkak naik menjadi 18-20 ribu di tingkat pengecer. Kenaikan yang tidak disangka ini menimbulkan pertanyaan di tingkat warga, apakah nanti harga gas terus akan naik seiring dengan isu kenaikan harga BBM bersubsidi.

Salah seorang pemilik toko (pengecer) di Jalan Agus Salim Sumenep,Lina mengatakan kenaikan ini karena gas memang agak langka dan berkurang, sementara permintaan dari pelanggan seperti biasanya. Selain itu menurutnya dari agen gas juga harganya naik, jadi otomatis juga dinaikkan." gimana lagi kalau memang harga naik, sementara barangnya agak berkurang", jelasnya

Bahkan menurut informasi di kepulauan saat ini banyak warga yang telah beralih ke kayu bakar akibat dari langkanya dan tingginya harga Gas Elpiji 3 kg. Harga Gas di kepulauan sampai mencapai 27.000 -30.000/ 3kg (mam/lm)

Sabtu, 08 Juni 2013

Laga Indonesia vs Belanda; Jalanan di Sumenep Agak Sepi


Sumenep,Lintas Madura (08/06/2013)- Laga persahabatan internasional antara tim nasional Indonesia vs Belanda, Jumat Malam (07/06/2013) di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta serta ditayangkan langsung RCTI itu ternyata menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Nampak di jalan raya dan jalan-jalan utama di Sumenep sepi dari lalu lintas mulai pukul 20.00 sampai jelang 22.30. Hal ini dimungkinkan masyarakat tersedot menyaksikan laga penuh bintang tersebut.

Laga Indonesia versus Belanda menarik untuk disaksikan masyarakat, dikarenakan selain memang ingin menyaksikan penampilan bintang-bintang sepak bola dunia semacam Van Persie, Rubben yang telah tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia, juga ketertarikan karena Belanda adalah negara yang lekat dengan sejarah bangsa Indonesia.

Menurut salah seorang pedagang makanan kecil yang sering nongkrong di taman adipura Sumenep, Agus menuturkan bahwa tadi malam jam 8 (delapan) malam dagangannya ditutup sementara untuk menyaksikan Indonesia vs Belanda di televisi. "rombong" saya tinggal dulu nyari tv yang dekat untuk lihat bola. Iya ingin lihat penampilan timnas dan Belanda yang dulu menjajah kita", cetusnya. (mam/lm)


Jumat, 07 Juni 2013

Jungkal Tuan Rumah Arema U-21 1-2; Persepam U-21 Hampir Pasti Lolos 12 Besar


Kanjuruhan,Lintas Madura (07/06/2013)- Tren positif melanda laskar "sape kerap ngoda" Persepam U-21 setelah kemarin menjungkal Arema U-21 di Stadion Kanjuruhan Malang dengan skor tipis 2-1. Bermain di kandang singo edan muda, PMU muda tidak gentar sedikitpun dengan terus melancarkan serangan dan menguasai permainan selama separuh permainan. Begitu pula di babak ke dua, gol yang tercipta bagi PMU Muda hasil kerjasama yang apik dari sektor tengah.

Hasil lain di Cijantung Jakarta, tuan rumah Persija U-21 menang tipis 1-0 atas tamunya Gresik United U-21. Dengan hasil ini Persepam MU muda semakin hampir pasti lolos ke babak berikutnya yakni 12 besar, karena saat ini telah mengantongi nilai 9 sedangkan pesaingnya Arema u-21 baru mengumpulkan nilai 6. Apalagi dalam pertandingan terakhirnya, Persepam Mu Muda akan berhadapan dengan Gresik United yang pernah dikalahkannya dalam putaran pertama lalu, disamping juga bertanding di kandang sendiri.

Laga berikutnya Persepam MU muda akan melakukan derby Jatim menghadapi Gresik United, tanggal 14 Juni depan di Stadion A Yani Pangligur Sumenep.

KLASEMEN GRUP 3 ISL U-21

Pos Team Pld W T L Goals Diff Pts
1 PERSIJA U21 5 4 0 1 6:2 4 12
2 Persepam MU U21 5 3 0 2 5:4 1 9
3 Arema Indonesia U21 5 2 0 3 6:8 -2 6
4 Gresik United U21 5 1 0 4 4:7 -3 3

Statemen Presiden PKS Anis Matta Dinilai Melukai Ormas Islam

Sampang, Lintas Madura (07/06/2013)- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta membantah bahwa partainya beraliran Wahabi, seperti anggapan sebagian umat Islam, termasuk warga Sampang, Madura, Jawa Timur.Wahabi sendiri merupakan aliran dalam Islam yang bergerak dalam bidang pembaharuan dan pemurnian Islam yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman at-Tamimi (1115-1206 H/1703-1792 M) dari Semenanjung Arabia.

Aliran ini dianggap sebagian umat Islam sebagai salah satu aliran Islam garis keras dan dinilai menyimpang, bahkan sebagian ada yang menganggap sesat, karena perbedaan pahan dan pemikiran.
foto suara-muslim

"PKS tidak menganut aliran tertentu. PKS partai dakwah dan merupakan wadah perjuangan umat Islam yang terdiri dari berbagai ormas Islam, seperti Muhammadiyah, NU, dan Persis," kata Anis Matta di Sampang, awal pekan ini, sebagaimana dilaporkan Antara. Anis mengemukakan hal ini, menanggapi unjuk rasa sebagian warga Sampang yang menolak kedatangan Presiden PKS itu kota Bahari tersebut.

Sebelumnya pada Senin (3/6) pagi sekelompok warga yang mengatasnamakan diri Forum Rakyat Sampang Antiantek Wahabi berunjuk rasa di monumen kota itu. Mereka menolak kedatangan Presiden PKS di Sampang dengan berbakai alasan.

Ada tiga tuntutan yang disampaikan pengunjuk rasa ketika itu. Yakni menolak kehadiran tokoh partai terlibat kasus dugaan korupsi di Kabupaten Sampang, karena menurut mereka, korupsi merupakan bentuk perbuatan yang menyengsarakan rakyat.

Para pengunjuk rasa itu juga meminta pemerintah daerah tidak memfasilitasi berkembangnya ajaran Wahabi di Kabupaten Sampang secara khusus dan Madura pada umumnya, karena dikhawatirkan akan meresahkan masyarakat. Sedangkan PKS menurut para pengunjuk rasa itu merupakan partai politik berkedok agama dan beraliran Wahabi.
"Saya kira tuduhan itu untuk kepentingan politik. Jadi tidak benar jika PKS berpaham Wahabi," kata Anis Matta menambahkan. (dari beberapa media)

Anis Matta Lukai Ormas Islam
Pernyataan Anis yang mengatakan bahwa PKS bukan wahabi dan merupakan wadah dakwah dari ormas NU, Muhammadiyah dan Persis dinilai pernyataan yang ngawur dan melukai Ormas Islam. " itu pernyataan ngawur dari seorang pimpinan parpol yang kebingungan cari sensasi dan simpati di tengah pusaran parpolnya yang diterpa korupsi dan kini diujung tanduk dengan koalisi" ujar salah satu pengguna jejaring sosial Facebook.

Ormas Islam NU, Muhammadiyah dan Persis itu tidak pernah menginduk dan mewadah dalam berdakwah pada PKS. " coba lihat sejarah, NU, Muhammadiyah, Persis itu ormas yang telah lama lahir seiring dengan perebutan kemerdekaan ini, kalau PKS kan baru muncul kemarin. Pernyataan itu sangat ngawur dan melukai ormas Islam" tandasnya.

Seperti diberitakan Anis Matta minggu-minggu ini rajin sowan politik ke Jawa Timur terutama ke kantong-kantong NU di tengah-tengah parpolnya diterpa berbagai persoalan hukum dan politik. (tim/lm)

Kamis, 06 Juni 2013

Peringatan Isro' Mi'roj Nabi di Masjid Jamik Sumenep : Pengajian Bukan Tontotan


Sumenep, Lintas Madura (06/06/2013)-"Pengajian sekarang dimana-mana, namun mengapa efeknya tidak ada. Pulang dari pengajian moral tambah parah. Pengajian sekarang tidak lagi tempat untuk mencerahkan hati dan pikiran, bukan lagi tempat untuk menimba ilmu pengetahuan, namun hanya sebagai tontotan. Sifat tontonan ya bubar kalau sudah bubar, tidak ada efeknya." Demikian satu hal yang terungkap dalam pengajian umum Peringatan Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Sumenep tadi malam (05/06/2013).

Agar kita tidak menjadikan pengajian-pengajian sebagai tontonan saja, umat Islam harus mengubah pola pikirnya dan perilakunya yang selaras dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Dengan mengikuti Nabi maka umat akan ditolong Allah SWT dari segala bentuk bencana lahir dan batin.

Pengajian umum yang dihadiri seribuan jamaah itu berlangsung gayeng tapi penuh khidmat dengan mendatangkan penceramah KH. Musleh Adnan,S.Ag dari Pamekasan. Peringatan Isro' Mi'roj diawali dengan pembacaan Ayat suci Al-Quran, kemudian Salawat Nabi, dan Sambutan dari Takmir Masjid Jamik Sumenep, Husein Satriawan. Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Musleh Adnan. (mam/lm)

Rabu, 05 Juni 2013

Ditengarai Banyak Permainan; Bantuan Beasiswa Mahasiswa Sangat Dibutuhkan


Sumenep, Lintas Madura (05/06/2013)- Memang sulit menginterpretasi setiap kali anggaran yang diimplementasikan disebabkan banyak sekali sudut pandang yang bisa dilihat. Hal tersebut juga terjadi pada kebijakan pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Bappeda Sumenep yang telah berjalan tahunan itu. Kemarin salah satu anggota dewan Sumenep menilai penyaluran beasiswa mahasiswa di Bappeda banyak permainan. Artinya mahasiswa yang dapat bantuan tersebut ditengarai titipan orang-orang dalam (tim seleksi). Tengara semacam ini bukan hanya satu kali dalam setiap kali kebijakan yang ditelorkan.

Motivasi kebijakan bantuan beasiswa bagi mahasiswa lokal dan interloka sumenep itu sebenarnya sangat strategis, yakni ikut membantu mahasiswa untuk membiayai sebagian kuliahnya. Ini pun juga dapat membantu daerah ini dalam penyediaan sumber daya manusia pembangunan yang berkualitas.

Dalam teknis penyalurannya Bappeda Sumenep menurut Kepala Bappeda Moh Idris telah membentuk tim seleksi dan telah mewanti-wanti untuk melakukan seleksi dengan ketat, yakni siswa yang tidak mampu, nilai indeks 2.75 bagi mahasiswa PTN dan 3.00 minimal bagi mahasiswa PTS. Namun, nyatanya semua pengusul memang tidak mendapatkan karena sangat banyaknya pengusul, sementara jatah tidak sebanding dengan pengusul, itu yang kerap menimbulkan kecemburuan sosial.

Dalam waktu dekat Komisi C DPRD Sumenep melalui anggotanya M Husein akan memanggil tim terkait untuk dimintai keterangan terkait banyaknya pengaduan dan laporan dari masyarakat yang tidak puas itu. Bahkan pihaknya mewarning akan mengevaluasi program bantuan yang telah bertahun-tahun dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa Sumenep yang dapat tersebut.

Salah satu Alumni mahasiswa STKIP PGRI Sumenep, Wini Farid meminta agar semua pihak yang terkait dapat bantuan ini dapat bijak menilai persoalannya. Karena menurutnya bantuan semacam ini sangat dibutuhkan mahasiswa yang miskin tapi mau kuliah, kalau dihapus kan sangat sayang. " ya benahi saja sistemnya dengan baik. Perlu sharing antar pihak, Bappeda, DPRD, dan Perguruan Tinggi serta organ mahasiswa" tegas alumni mahasiswa yang juga mengaku pernah dapat bantuan ini (mam.lm)