Minggu, 02 Juni 2013
19 Siswa SMP di Madura yang Tidak Lulus UN Bisa Ikut UJian Paket
Madura, Lintas Madura (02/06/2013)- Pengumuman kelulusan tingkat SMP, MTS sederajat kemarin dilakukan serentak di empat Kabupaten di Madura melalui sekolahnya masing-masing. Informasi yang dihimpun dari beberapa tempat terdapat 19 siswa SMP sederajat di Madura tidak lulus UN 2013.
Rinciannya dari 19 siswa tersebut, berasal dari 3 Kabupaten di Madura yakni Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Sementara untuk Bangkalah dipastikan lulus 100% sama dengan tingkat kelulusan SMA minggu lalu. Dari 19 siswa tersebut, 2 orang dari Sumenep, 8 orang dari Sampang, dan 9 orang dari Pamekasan.
Menurut Kadis Pendidikan Sumenep kepada beberapa media, bahwa siswa yang tidak lulus UN 2013 supaya tidak berkecil hati, karena bisa mengikuti Ujian Paket B yang akan diselenggarakan awal bulan Juli mendatang di beberapa penyelenggara. (tim/lm)
Persepam Muda Kalah, Persepam Senior Sukses Rebut Poin Penuh
sumber foto antara
Madura,Lintas Madura (02/06/2013)- Laskar sape kerap muda secara tidak terduga gagal menahan gempuran pasukan macan kebayoran, Persija u-21dengan skor tipis 0-1 di Stadion A Yani Sumenep kemarin.(01/06/2013). Gol semata wayang tersebut tercipta 15 menit sebelum pertandingan usai, setelah terjadi kemelut di depan gawang P-MU Muda.
Gol tersebut memang mengejutkan tuan rumah P-MU karena sejak babak pertama, P-MU tampil menekan dan menguasai jalannya pertandingan. Pertandingan yang berlangsung kurang berkembang dengan baik, dikarenakan kondisi lapangan A Yani yang buruk, becek, dan penuh lumpur hampir separuh lapangan karena diguyur hujan beberapa hari ini.
Pertandingan ini pun banyak diwarnai protes dari official dan penonton atas beberapa keputusan wasit yang sering merugikan tuan rumah P-MU muda.Tak dapat dihindarkan akibat keputusan wasit yang sering merugikan tersebut, setelah wasit meniupkan peluitnya tanda pertandingan berakhir, official tim P-Mu langsung masuk lapangan dan mengejar wasit. Untung saja aparat keamanan sigap mengamankan wasit yang dikeroyok oficcial dan beberapa penonton.
Dengan hasil ini PMU muda berada sejajar dengan Arema Indonesia dengan nilai 6, setelah kemarin juga sukses menggulung Gresik United 1-0. Tentu PMU muda harus berjuang ekstra keras dalam laga berikutnya melawan tuan rumah Arema U-21 dan Gresik U-21 di laga kandang.
P-MU Senior Pesta Kemenangan di Kandang
Berbeda dengan yuniornya, PMU senior yang berlaga di ISL berhasil mempermalukan tuan rumah Pelita Bandung Raya 1-0 di Stadion Siliwangi Bandung, tadi Malam. Bermain tanpa gelandangnya Christoper Gomes dan Fahrudin karena akumulasi kartu kuning, P-MU langsung memberi inisiatif serangan sejak menit awal, namun beberapa peluang belum berhasil menjadi gol.
Begitu pula tuan rumah Pelita Bandung Raya (PBR) yang tercatat beberapa kali hampir membuat gol melalui tendangan Camara dan Gaston, namun masih gagal. Gol P-MU tercipta melalui serangan dari sayap kanan, bola lambung dari Busari tepat di striker Zainal Arif dan tendangan keras lambung tidak bisa dijangkau kiper PBR. Dengan hasil ini P-MU merangkak ke posisi 11 klasemen dengan 25 poin, dibawah Persija Jakarta. Sementara PBR terpuruk di peringkat 15 menggantikan posisi P-Mu sebelumnya.
Susunan Pemain
Pelita Bandung Raya: Tema Mursadat, Munadi, Nova Arianto, Mijo Dadic, Leonard Tupamahu, Erik Setiawan (M. Solechudin 67'), Rizky Pellu, Iman Faturohman, Rendi Saputra (Marwan Sayedeh 46'), Gaston Castano, Sekou Camara
Persepam MU: Galih Firmansyah, Denny Rumba, Sillah Abu Bakar, Achmad Rifai, Michael Orah, Busari, Ali Khaddafi, N'Kong, Aditya Putra (Isaac Djober 64'), Emile Linkers, Zaenal Arief (mam/lm)
Sabtu, 01 Juni 2013
Dua Persepam Madura United Berjuang Hari Ini
Madura, Lintas Madura (01/05/2013)- Perjuangan laskar Sape Kerap kembali diuji hari ini dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL). Persepam MU senior yang berlaga di ISL akan bertarung menghadapi tuan rumah Pelita Bandung Raya di Stadion Siliwangi Bandung, malam hari (live AnTV). Sedangkan Persepam MU U-21 akan tampil habis-habisan menjamu tamunya Persija U-21 Jakarta sore ini di Stadion A Yani Panglegur Sumenep.
Perjuangan laskar sape kerap senior dan muda akan menarik perhatian pendukung dan pecinta bola Sumenep, pasalnya PMU yang berlaga di ISL saat ini dituntut bangkit dari keterpurukan dari zona play off degradasi. Jadi PMU harus rebut poin penuh di Bandung meskipun dinilai sulit, karena PBR saat ini sedang naik daun. Sementara Laskar Sape Kerap Muda dituntut rebut poin penuh agar tetap mengamankan posisinya di klasemen atas agar peluang lolos ke 12 besar ISL U-21 tetap terbuka.
Salah seorang pendukung PMU asal Sumenep, Syarif ElDa, meminta masyarakat Madura untuk mendukung penuh Persepam Madura bertanding. Dukungan ini dengan langsung ke Stadion A Yani sore ini dan nanti malam untuk berdoa agar PMU menang di Bandung melalui layar TV. " Kita ya harus menang, baik yang U-21 maupun yang senior kalau ingin selamat", jelas mantan pemain Naga Surya FC ini.
Jumat, 31 Mei 2013
Tuduhan Penyimpangan Anggaran di Disdik Hanya Sebatas Analisis
salah satu kegiatan di lakpesdam _sumber google
Tuduhan kepada Dinas Pendidikan Sumenep telah terjadi penyimpangan anggaran pendidikan dan double counting anggaran hanya sebatas analisis. Hasil analisis sifatnya sementara dan belum pasti, apalagi sampai menjadi opini publik. Melalui Ketua Komisi D DPRD Sumenep, Ahmad Subaidi,SE,MM mengatakan temuan Lakpesdam NU mengenai penyimpangan anggaran pendidikan di APBD 2013 belum pasti.
”Ini kan sebuah analisis saja, jadi belum tentu pasti benar,” kata Ketua Komisi D DPRD Sumenep, menanggapi temuan Lakpesdam, Jum’at (31/5/2013).
Pria asal Lenteng ini justru mengatakan lembaga yang berkompeten melakukan audit dan rekomendasi hasilnya itu adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "kalau BPK yang audit mungkin hasilnya akan lebih valid dalam soal anggaran keuangan pemerintah" jelasnya kepada sejumlah media.
Soal kuota anggaran 20 % yang tidak tercapai, dimungkinkan karena bantuan dari pusat pada kesejahteraan itu besar, misal sertifikasi dan tunjangan-tunjangan lainnya.
Lakpesdam NU Sumenep yang merupakan salah satu badan otonom di NU beberapa waktu lalu itu telah menengarai alokasi anggaran pendidikan di APBD Kabupaten 2013 menyimpang dari ketentuan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang tidak mecapai 20 persen dari total anggaran. Dari hasil kajiannya, Lakpesdam juga menemukan ada kegiatan yang sama dengan penganggaran berbeda. (tim/lm)
Hindari Ngobrol Saat Pemakaman; Tradisikan Yasinan dan Tahlilan
salah satu prosesi pemakaman-sumber google
Sumenep, Lintas Madura (30/05/2013)- Mentradisikan membaca surat Yasin dan zikir Tahlil saat prosesi pemakaman warga di Desa Parsanga Kota Sumenep barangkali patut dicontoh oleh warga di tempat lain. Hal ini merupakan inovasi beberapa tokoh masyarakat setempat ketika ada prosesi pemakaman warga di kompleks makam mereka membaca Surah Yasin dan dilanjutkan membaca tahlil sampai menjelang pembacaan talkin oleh Kyai yang ditunjuk.
Saat jenazah sampai di kompleks makam, Ustaz Sudahri langsung mengambil microphone yang terhubung ke pengeras suara, ia kemudian mengajak warga membaca Surah Yasin bersama-sama saat prosesi pemakaman. Kalau Surah Yasin selesai dibaca namun prosesi pemakaman belum selesai, Kyai Sudahri melanjutkannya dengan zikir tahlil bersama-sama. Semua petakziah mengikuti bacaan Al-Quran yang dilantunkan Kyai Sudahri. Jamaah tampak khusyuk dan kedengaran suara yang bergemuruh berirama.
Menurtiut salah seorang warga Desa Parsanga, Drs. Zuhri, tradisi ini memang diciptakan untuk menghindari jamaah yang melayat ngobrol sehingga kelihatan kurang khidmat dan seakan-akan melayat itu bukan karena ibadah tapi sekedar lazim saja. " ini memang awalnya tidak ada, kok kelihatan setiap kali ada proses pemakaman, para petakziah itu kebanyakan ngobrol dengan temannya, ada yang tertawa sampai nyaring. Sampai kadang ia tidak merasa kalau pemakaman selesai, kemudian dibaca Yasin dan tahlil pakai pengeras suara, ternyata berpengaruh, jamaah itu tidak lagi ngobrol tapi ikut pembacaan Yasin dan tahlil." tutur Ketua NU Ranting ini.
Pihaknya berharap tradisi membaca surat Yasin dan Tahlil saat prosesi pemakaman ini bisa dilakukan di tempat lain di seluruh Indonesia. Karena menurutnya, tradisi ini sangat luar biasa manfaatnya, baik secara individu, orang yang meninggal, maupun secara kehidupan sosial keagamaan. " iya saya berharap ini bisa dilakukan dan dilestarikan di tempat lain kalau perlu di seluruh Indonesia, karena ini secara individu, saat melayat kita bisa zikir dan mendoakan saudara kita yang meninggal itu, juga secara sosial kelihatan masyarakat di sini sangat guyup, khidmat, dan sosial religius," tandasnya. (mam/lm)
Rabu, 29 Mei 2013
Pedagang Sayur Keliling; Jemput Bola di Tengah Arus Pasar Modern
Sumenep, Lintas Madura (29/05/2013)- Lowongan pekerjaan di sektor informal kian sempit, tidak harus menyurutkan langkah untuk tidak berusaha. Seperti yang dijalani, Pak Gaffar warga Desa Pamolokan ini dengan sepeda ontelnya tiap pagi keliling dari rumah ke rumah menjajakan sayur daganngannya. Berjualan sayur model Pak Gaffar atau mungkin yang lainnya kini sangat marak di Sumenep, terutama perkotaan.
Mereka menjemput bola, mendatangi pembeli dan membangun jaringan pelanggan dengan tidak pakai promosi, tetapi dengan kepercayaan dan kecepatan dan kemauan pembeli. Menurut Pak Gaffar yang tiap hari usai subuh sudah harus mengayuh sepedanya ke pasar di kota Sumenep untuk melengkapi sayur bawaannya adalah hal biasa dan harus dilakukan. " ya harus dilakukan untuk menyambung ekonomi keluarga, meskipun ala kadarnya yang penting barokah," tuturnya. "Yang penting kan mereka para pembeli percaya dengan kita, dan kita cepat melayaninya sepagi mungkin, karena kalau tidak bisa tertinggal dengan pedagang sayur lain" tambah Pak Gaffar.
Menurut Pak Gaffar yang telah duda ini, menuturkan bahwa dirinya bisa membantu orang lain. "Sehingga ibu-ibu rumah tangga tidak usah ke pasar,jadi mereka tinggal pesan saja pada saya, maka saya besoknya diantar, begitu" tegasnya.
Ketika ditanya pendapatannya tiap hari bapak satu anak ini, enggan menyebutkan karena memang tidak menentu. Kadang dagangannya ludes, tapi kadang masih tersisa, sehingga sayur membusuk, tidak bisa dijajakan lagi.
Menurut pengamat ekonomi, Hairul maraknya pedagang sayur keliling ini tidak lepas dari tren aktivitas ekonomi masyarakat, bahwa mereka maunya tidak susah-susah ke pasar tiap hari dan serba instan. " nah, pola pikir semacam inilah yang ditangkap oleh para penjaja sayur keliling, dan hal itu bagus di tengah gerusan pasar modern" tegasnya. (mam/lm)
Selasa, 28 Mei 2013
Gagal dalam 10 Kali Pertandingan,Laskar Sapeh Kerap Harus Benahi Tim
(Ilustrasi : Kapal PMU yang harus segera bergerak cepat)
Pamekasan, Lintas Madura, 28/05/2013-Puasa kemenangan dalam 10 laga bukan berarti harus diam saja, yang bisa saj jurang degradasi terus di depan mata. Pembenahan semua lini dalam tim harus cepat dilakukan,karena pertandingan terus bergulir dan tentu tidak banyak waktu untuk bergerak. Intinya harus responsif cepat, kalau tidak maka PMU akan masuk jurang degradasi.
Laga terakhir minggu kemarin menjadi saksi mata puluhan ribu suporter PMU yang memadati SGB (Stadion Gelora Bangkalan) melihat penampilan laskar kebanggaannya tunduk 0-2 dari tim tamu Arema Malang. Itu pertandingan genap ke 10 bagi PMU yang tidak pernah menang, yakni 5 kali seri, 5 kali kalah.
Dinilai kalah start di putaran ke 2, PMU saat ini bercokol di posisi ke 15 klasemen, atau berada di zona play off. Ini tentu sangat mengkhawatirkan, karena 2 kali pertandingan berikutnya akan bertandang ke kandang Pelita Bandung Raya yang tengah naik daun dan Sriwijaya FC yang mengalahkannya dulu di Bangkalan, cukup susah untuk merebut poin penuh disaat performa PMU seperti sekarang ini.
Manajer tim Ahsanul Qosasi melalui media jejaring sosialnya mengatakan bahwa ini merupakan masa-masa sulit dan terberat untuk dilewati, tapi menurutnya kita harus bangkit. "Ini masa2 terberat buat
Madura. Kita mmg kalah matang dari Arema. Permainan PMU tidak berkembang, kesalahan mendasar seringkali terjadi. Salah passing, penempatan posisi yg salah, mental yg tdk stabil, menghadapi Tim sekelas Arema terkesan takut salah, Sehingga semua umpan terlihat ragu dan tidak akurat, Sehingga wajar kita kalah. Kita harus menerima dengan lapang dada. Madura tidak perlu kecil hati, kita perbaiki segera, terutama memperbaiki mental pemain yg sangat terpukul. Dalam 10 laga, tanpa kemenangan, 5 seri dan 5 kalah.Memperbaiki mental pemain bukan hal mudah. Butuh dukungan semua elemen dari manager sampai supporter. Disaat seperti ini sebenarnya uji loyalitas, ujian hati, ujian perasaan, ujian kesabaran. Ayo semua bantu, semangati Tim. Inilah saat-saat terberat kita. Kenyataan pahit harus kita terima, walaupun dada ini sesak, kaki lemas, kepala mau pecah, tapi saya masih tegar. Salam Stettong Dhere." jelas Ahsanul
Laga Persepam masih menyisahkan 7 kali kandang dan 6 kali tandang. Saat ini PMU terpuruk di posisi ke 15 klasemen sementara dengan nilai 22 poin (mam/lm)
Langganan:
Postingan (Atom)






