Minggu, 26 Mei 2013
Panpel PMU vs Arema Akhirnya Izinkan Aremania Pakai Atribut di SGB
Bangkalan,Lintas Madura (26/05/2013) - Akhirnya panitia pelaksana (Panpel) derby Jatim Persepam MU vs Arema mengizinkan bagi suporter aremania untuk memakai atribut Aremania di dalam stadion. Keputusan ini diambil sehari setelah panpel Persepam Madura United (P-MU) mengumumkan bahwa tidak ada atribut Aremania yang masuk ke stadion, justru banyak menimbulkan kontra terutama dari Aremania.
"Iya kemarin kita bernegosiasi dengan Aremania yang sudah terlanjur di Madura dan jumlahnya ratusan lebih,
mereka boleh masuk stadion dengan atribut dan pengawalan ekstra ketat di tribun selatan stadion. Dan
kami sepakat tidak ada atribut selain atribut kedua tim yang bertanding hari ini. Kami akan menyita atribut
selain atribut Persepam dan Arema" ujar salah satu panpel P-MU.
Tentu keputusan ini mendapat respon positif dari Aremania yang telah ada di Madura. Salah seorang suporter Arema menyambut gembira keputusan ini "Alhamdulillah harapan kami terkabul, jauh-jauh kami dari Malang dan berhasil melewati Surabaya dengan selamat akhirnya membuahkan hasil, kami boleh beratraksi dengan sopan dan memberikan kesan yang baik kepada tuan rumah dan menjaga nama baik Arema dan Aremania." tuturnya
Laga panas Persepam MU vs Arema hari ini dijadwalkan dimulai pukul 15. 30 Wib yang akan disiarkan langsung oleh ANTV mulai pukul 15.00 Wib. Laga ini penting artinya bagi kedua tim untuk memperbaiki peringkat klasemen ISL 2013.(mam/lm)
Panpel PMU vs Arema Larang Atribut Arema di SGB
Suporter PMU yang memadati Stadion
Selain melarang bentuk atribut Arema masuk stadion juga diberlakukan pelarangan terhadap mobil yang berplat malang "N" parkir di area Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Hai l ini diberlakukan untuk menghindari aksi kekerasan antar suporter kedua tim yang sampai saat ini masih dinilai rawan, khususnya antara K-Conk Mania dan Aremania.
Inilah Hasil rapat Panpel (panitia pelaksana) Pertandingan P-MU vs Arema secara resmi:
1.Tidak ijinkan AREMANIA memakai atribut suporter terutama di area stadion gelora Bangkalan.
2.Melarang kendaraan ber Plat Nomor N, parkir di area stadion.
3.Jika suporter Arema terlanjur datang, akan diijinkan masuk, dengan catatan tidak membawa atribut.
Keputusan tersebut ditetapkan oleh Panpel yang dihadiri oleh pihak keamanan (Wakapolres Bangkalan), ketua panpel (Panitia pelaksana), perwakilan suporter (K-conk Mania), dan perwakilan manajemen PT. P-MU (mam/lm)
1.Tidak ijinkan AREMANIA memakai atribut suporter terutama di area stadion gelora Bangkalan.
2.Melarang kendaraan ber Plat Nomor N, parkir di area stadion.
3.Jika suporter Arema terlanjur datang, akan diijinkan masuk, dengan catatan tidak membawa atribut.
Keputusan tersebut ditetapkan oleh Panpel yang dihadiri oleh pihak keamanan (Wakapolres Bangkalan), ketua panpel (Panitia pelaksana), perwakilan suporter (K-conk Mania), dan perwakilan manajemen PT. P-MU (mam/lm)
Sabtu, 25 Mei 2013
Lulus Unas, Siswa Tetap Konvoi dan Corat-Coret Baju
Madura, Lintas Madura (25/05/2013) Pengumuman kelulusan siswa SMA tahun ini tetap diwarnai aksi konvoi dan corat-coret baju. Hal ini nampak dari iring-iringan siswa SMA di beberapa tempat yang memakai motor sambil bajunya dicorat-coret untuk meluapkan kegembiraannya. Iring-iringan motor siswa SMA tersebut menuju pantai wisata Lombang sejak siang menjelang sore, Jumat kemarin. Mereka meluapkan kegembiraannya karena berhasil lulus sekolah setelah mengikuti serangkaian ujian mulai dari semesteran, ujian sekolah dan terakhir ujian nasional.
Pengumuman pelulusan siswa SMA/MA/SMK sederajat secara serentak diumumkan kemarin di sekolah masing-masing dengan berbagai cara. Di Sumenep, misalnya ada SMA yang mengumumkan kelususan siswannya di depan Masjid Agung sebagai penanda syukur kepada Tuhan, tapi ada juga dengan cara sederhana yakni menempel pengumuman di sekolahnya.
Tingkat kelulusan unas 2013 sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Madura tahun ini dinilai bagus. Hal ini karena di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan sukses meluluskan 100 persen siswa peserta unas SMA, Sementara di Sumenep ada 3 siswa SMK yang gagal lulus. Ketidaklulusan siswa SMK ini menurut salah satu guru SMK Sumenep, Eksan, dikarenakan siswa tersebut memang lama gak masuk dan tiba-tiba masuk saat UN. Jadi nilai sekolahnya yang anjlok.
Kelulusan SMA Bangkalan mencapai 3216 siswa. Prestasi serupa juga terjadi di Pamekasan.
Seluruh peserta unas di Kota Gerbang Salam berhasil melewati unas tahun
ini. Kepala SMAN 1 Pamekasan Basyoir menyatakan cukup puas dengan
pelaksanaan unas tahun ini. Menurutnya, prestasi kali ini merupakan
rekor bagi kalangan pelajar di Pamekasan.
Di Sampang pengumuman kelulusan bagi siswa
setingkat SMA mencairkan kecemasan siswa selama ini. Seluruh peserta
unas di Sampang dinyatakan lulus. Dari total 127 lembaga pendidikan
tingkat SMA, MA, dan SMK se-Sampang, semua siswa dinyatakan lulus.
Dengan rincian SMA sebanyak 2.146 siswa, SMK sebanyak 867 siswa, dan
madrasah aliyah (MA) sebanyak 2.811.(tim/lm)
Cuaca Kurang Mendukung, Pendapatan Penyedia Permainan Anak di Taman Adipura Menurun
foto di http://www.agefotostock.com
Menurut salah satu penjual jasa permainan skuter yang biasa nongkrong di taman adipura kota Sumenep, M Ali menuturkan kalau hari-hari terakhir ini memang berkurang anak-anak yang menggunakan jasa main skuter. " ya sekitar seminggu ini terakhir ini memang berkurang, kadang kan hujan jelang magrib jadi ya makin berkurang," tandasnya.
Ditanya tentang pendapatannya, pria yang sudah punya anak satu ini, menambahkan, kalau biasanya rata-rata anak yang memakai jasa sewa skuternya mencapai 20-30 anak tiap harinya, hari-hari terakhir ini agak berkurang sekitar 10-20 orang dengan jasa sewa Rp. 5000,00 tiap anak selama 15 menitnya." sekitar hanya 20-an anak, apalagi kalau pas hujan yang makin jarang", tambahnya.
Hal senada juga disampaikan penyedia jasa odong-odong, Sahra. Kalau pas hujan hampir tidak ada anak yang menggunakan jasa odong-odong. " ya kalau udah hujan kita pasti berteduh aja nunggu hujan reda," tegasnya. Namun pihaknya bisa bersyukur karena bisa diberi tempat di areal taman adipura sebagai mata pencaharian hidupnya. (mam/lm)
Jumat, 24 Mei 2013
Organisasi Belum Padu; PMU Ditahan Gresik United 1-1
skuad PMU di putaran ke 2
Persepam Madura United gagal meraih angka penuh karena hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan tamunya Gresik United pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2013 di Stadion Gelora Bangkalan, kemarin (23/5/2013). Gol tuan rumah dicetak Ali Khaddafi, sedangkan Shohei Matsunaga mencetak gol penyeimbang Gresik United.
Dalam pertandingan yang disiarkan langsung tvOne, Persepam mampu menguasai jalannya permainan di awal laga. Bahkan, pada menit 16, Persepam membuka keunggulan melalui gol yang dicetak Ali Khaddafi memanfaatkan sepak pojok Busari. Skor 1-0 untuk Persepam bertahan hingga turun minum.
Untuk menyamakan skor, Gresik United tampil menggebrak di babak kedua. Tandukan Aldo Barreto pada menit 47 masih tipis di samping gawang Persepam yang dikawal Alfonsius Kelvan.
Pada menit 57, Persepam berpeluang menggandakan skor ketika Gresik United dihukum tendangan penalti setelah Emile Linkers dijatuhkan kiper Hery Prasetya di kotak terlarang. Namun, Linkers belum mampu menjebol gawang tim tamu.
Gresik United akhirnya berhasil menyamakan kedudukan tendangan bebas Shohei Matsunaga pada menit ke-66. Bola yang diarahkannya ke pojok kiri bawah gawang tak mampu dijangkau Alfonsius Kevlan.
Organisasi Permainan Belum Padu
Harus diakui, organisasi permainan tim Persepam MU belum padu, karena banyaknya pemain-pemain baru yang direkrut. Permainan tampak masih individual belum tim. Menurut suporter PMU asal Lenteng Hariyanto,S.Pd pelatih Daniel Rukito punya PR biar PMU bisa solid dan tidak terjungkal pada jurang degradasi", ini kan PR pelatih memaksimalkan pemain yang ada untuk jadi tim solid di semua lini, pertandingan kemarin, striker tidak mendapat suplay bola yang baik, cenderung bekerja sendiri, masih lebih bagus ketika berhadapan dengan Persib meskipun kalah" jelas Yayan.
Dengan tambahan satu angka, Persepam menggeser posisi Pelita Bandung Raya di peringkat 13 dengan nilai 22. Sedangkan Gresik United tetap di posisi 12 dengan nilai 23 (mam/lm)
Maraknya "Money Politic" di Pilkades Sudah Tradisi?
warga menunjukkan uang pada pilkades (sumber foto : google)
Calon kades dengan terang-terangan atau terbuka melakukan praktik money politik. Menurut pengamatan pegiat Lembaga Pemantau Pemilu MaSDev, Hayaturrahman, praktik jual beli suara pada pilkades sangat kentara dan bahkan dilakukan di tempat terbuka sambil melakukan mobilisasi massa pendukungnya " ini bukan lagi sembunyi-sembunyi, tetapi sangat terbuka dilakukan, seakan tidak ada yang menyalahkan, sudah tradisi, seolah merupakan hal yang semestinya dilakukan", terangnya.
"Money Politik" Bisa Perlebar Korupsi Baru
Praktik money politik di arena pilkades bisa memperlebar dan menciptakan korupsi dan koruptor baru. "Calon mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk nyalon ditambah dengan uang untuk menyuap warga pemilih, artinya calon berambisi untuk jadi kades. Iming-imingnya tentu adalah kesempatan untuk meraup keuntungan materi ketika berkuasa demi mengembalikan modal yang telah dikeluarkan sebelumnya" tegas Rahman
Ia menambahkan, sampai saat ini belum ada lembaga atau orang yang bisa mengawasi dan kemudian memberikan sanksi ketika ada calon melakukan praktik money politik. " yang terjadi kan seolah memang legal money politik itu. Harus diproses seperti apa, dimana, oleh siapa, kan tidak ada", tambahnya
Orang Miskin Tidak Boleh Nyalon
Sementara menurut pegiat Lembaga Kajian Agama dan Demokrasi (LeKAD) Madura, Imam, Praktik maraknya money politik dan biaya pilkades yang besar semakin menjebak masyarakat dan bangsa pada pola dan perilaku " demokrasi kapitalistik". Pemilihan kepala desa yang dihelat menimbulkan pernyataan bahwa orang yang potensial di desa, tapi miskin tidak boleh nyalon kades. "sepertinya memang benar sebuah pernyataan bahwa yang jadi pemimpin itu tidak boleh dari orang miskin, yang tidak punya uang meskipun dia potensi ya minggir, ini kan praktik demokrasi ala kapitalis" terang mantan aktivis PMII ini.
Perlu Regulasi Komprehensif tentang Pilkades
Kalau hal ini dibiarkan, tidak hanya akan merusak tatanan demokrasi yang sehat dan bersih, juga akan menimbulkan disintegrasi sosial di tingkatan desa. Untuk itu pihaknya mendesak pada pihak terkait untuk membuat regulasi yang menyeluruh tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa. Bahwa pelaksanaan Pilkades harus ditanggung pemerintah melalui penganggaran di APBDes, seperti halnya pemilihan umum legislatif, bupati atau walikota, gubernur, dan presiden. " Persoalannya, kenapa pemilu bisa dianggarkan di APBN, sementara Pilkades yang langsung bersentuhan dengan masyarakat masih harus ditanggung calon biaya pelaksanaannya", tambahnya.
Pihaknya juga mendesak ke depan agar dibuat regulasi atau aturan yang terkait dengan penyelesaian konflik pilkades. " kalau ada sengketa di pilkades misalnya, lembaga apa dan siapa yang berhak menangani. Saya kira perlu aturan yang jelas seperti halnya pemilu", terangnya.
Pelaksanaan pilkades di Madura di helat mulai awal bulan ini dan akan berakhir akhir bulan dengan sistem bertahap serentak. (tim/lm)
Kamis, 23 Mei 2013
Target UKG 2013 Mulus; Diknas Gelar Sosialisasi
Sumenep, Lintas Madura (22/05/2013)- Sebanyak 2900 lebih guru yang belum mendapat sertifikat p rofesi memadati gedung Ki Hajar Dewantara, Sumenep untuk mengikuti pemaparan menjelang pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2013, kemarin (21/05).
Sosialisasi dilakukan dengan cara bertahap, yakni mulai dari pagi, siang dan sore dengan berbagai wilayah kecamatan. Sosialisasi tersebut berisi pemaparan tentangi kebijakan UKG, Sertifikasi guru tahun 2013, dan kompetensi guru yang diberikan oleh Kabid Ketenagaan Diknas Sumenep, Drs. H Kadarisman,M.Si. Menurut H. Kadar pelaksanaan UKG Online tersebut bertujuan untuk melakukan pemetaan guru secara nasional. " selain untuk prasyarat untuk ikut sertifikasi tahun 2013, UKG ini bertujuan untuk melalkukan pemetaan guru", tegasnya

Sementara di bagian lain, juga dipaparkan teknis menjalankan aplikasi UKG online oleh operator Diknas. Dijelaskan cara menjawab soal, fungsi toolbar, dan cara menutup aplikasi. Peserta cukup antusias mengikuti paparan pemateri terkait teknis mengoperasikan dan menjawab ujian UKG. (mam/lm)
Langganan:
Postingan (Atom)






